Derai ucap,
gerak tubuh,
tak senyatanya mampu ungkap
Tak lekang kata,
samakan rasa,
Tak pasti ucap
uraikan nyata

Derai ucap,
gerak tubuh,
tak senyatanya mampu ungkap
Tak lekang kata,
samakan rasa,
Tak pasti ucap
uraikan nyata
Bulir-bulir kerinduan,
perlahan kian merasuk,
Menerjang relung hati,
laksana hilang nuansa
tiada ruang salurkan asa
Gegap gempita membahana,
sorak-sorak bersahutan
Sambut momentum Proklamasi
62 tahun sudah,
Bangsa ini merdeka
Sungguh aku merasa tidak pantas
bersatu dgn umat-Mu yg beriman
dan mengisi surgamu
Tahu dirimu,
tlah berselang sekian lama
Kabut gelap bayangi diri,
luapkan gelisah dan duka
derai menghujam,
iringi ratapan
Tiada kata mampu
ungkapkan,
-Secuil kata di hari besarmu-
Satu kata terindah dalam hidup,
Menyebutnya sejukkan jiwa di kala gerah,
Mengingatnya hangatkan hati di saat dingin
Kemarin kulihat ia menangis
dalam hening
dalam diam
tanpa airmata
Namun kutahu ia menangis
Bayang melayang,
lamunan melintas
Ingatkan dia terisak,
sebulan lalu