bukan lagi kalimat aneh yg sering didengar. Sumpah serapah antar sesama. Tak jarang bermunculan. Ujudkan ketegangan dan anti-kritik.
Lumrah ternyata. Naluri manusia memang (kadang) tak mau terkalahkan. Pengalibian kerap dimunculkan untuk hindari rasa bersalah. Bahkan, menyalahkan orang lain untuk merasa dirinya benar.
Si “penguasa kebenaran” keukeuh dengan kebenaran yang berlaku untuk dirinya sendiri. Saat dirinya tersudut, terbuka kesalahannya. Tetap. Merasa dirinya benar dan tak mau diketahui kesalahannya.
“Bangsat apa yg lo bilang?!” kalimat yang mungkin muncul saat dirinya sudah tak kuasa membenarkan diri!
Oleh: dienim | Selasa, Maret 18, 2008
