Untuk “FKD”, Kau terbaik Untukku
Lorong hampa dalam jiwa,
terbiarkan tak berpenghuni sekian lama
Relung kosong dalam raga,
sengaja tertutupkan beriring waktu
Masa terlalui sekian lama
tak terbersit keinginan mencari,
tak terharap asa mengganti
Mudah mencari, gampang mencoba.
tak semudah mendapat keikhlasan
menerima kenyataan diri yang terbatas,
bersama cela dan dosa
dalam bagian hidup terlampaui
Dalamnya perenungan, lamanya
penantian
sampailah pada masa muncul
dan hadirnya anugerah indah-Nya
tertemukan pada sosoknya
Adamu bangkitkan aura,
yang lama tiada, menghilang
dalam jiwa dan raga tak berdaya
Adamu munculnya cinta,
semoga cinta abadi dan suci,
CINTA karena-Nya tanpa
mengalahkan cinta ku pada-Nya
Adamu tumbuhkan rasa,
yang sempat mati
tertelan angkara
Adamu kembalikan cinta,
yang sempat terbang bersama
semilir angin
ADAMU, ISI JIWAKU
Bandung, 23 November 2006
