“Aku menyayangimu dengan caraku sendiri, dengan ketidaktahuanku, dengann cemburuku dan dengan ketidakmampuanku”
Kalimat singkat, namun sarat makna.
Entah sebenarnya makna apa yg muncul dibalik kalimat itu, tak tahu juga apa tujuannya tulisan itu.
Ehmmm… tak bisa dipungkiri memang ku tidak mengerti kalimat itu. Bukan karena tidak mengerti makna kalimat itu, tapi makna yang dimiliki pembuatnyalah yang tidak dimengerti.
Pesan singkat.
Melalui satu pesan sngkatlah kalimat itu sampai, dan memberi ruang menjadi pemikiran tersendiri. Ku coba merenung, siapa yang bisa memberikan kalimat seperti itu?
Tak mudah memang, tapi ini menjadi mudah jika saat itu aku sendiri menerimanya. Tapi sayang, pesan itu sampai kepadaku melalui tangan-tangan lain, dan terlampiaskan inginnya untuk menghapus dalam kotak pesanku.
Ingin marah, bertanya, atau mencacinya? Apa dasarnya kau hapus itu? Apa maksudnya kau hanya cerita isi pesan itu? Sebenarnya terlintas pula dalam pikiranku untuk mempertanyakan semua itu. Tapi entah apa jawabnya. Hanya larut dalam kekalutan tanpa kejelasan makna.
