Dalam sorot matamu,
Tergurat gelora asa
Dalam senyum manismu,
Tersingkap halus jiwamu
Dalam canda tawamu, terbuka kelembutan diri.
Gurat jiwa, mulai terpancar sekian lama
kita bertutur
Sayang… ketika awal kita menjumpa..
Tak ada kelembutan ku dapat
Pertama bicara, hanya terluap emosi
Kehalusan, kelembutan dan cinta kasihmu
Kurasakan saat kemarin
Saat awal kau sapa dan ungkapkan rasa rindumu
Saat ini hanya sayang dan cinta yang kurasa
Saat tahu tabiat nyatamu.
Namun sayang…
Aku pun tak pungkiri (karena aku
tak ingin menafik)
Ku suka lekuk tubuhmu
Wujudkan keindahan surgawi.
Sayang… ingin ku pelukmu, ingin kucium dan kucumbu
Tapi mungkinkah kau mau
Akankah smua ku rasa ?
bdg, 010112
