Garis indah tergores,
Hindarkan kepalsuan dan ketamakan
Cahaya surga tersingkap,
Bantah upaya nan nista
Ego yang tak terpuaskan.
Oh, cinta…..
Mungkinkah ada?
Mewujud dalam dirimu
Upayaku, inginku,
Asa burukku menduakanmu
Tak berlangsung mendalam.
Laknatku, hinaku, (kembali) tertahan
Harapku berpaling darimu,
Laksana hadapkan dalam rintangan
Asaku mendua kembali menghilang
Dayaku, tamakku melupa, kembali padam.
Inikah arah hidupku?
Diakah pilihan-mu?
Entah…
Sulit termengerti, inginku duakanmu
Akan tersingkap, walau bibir tak berkata,
Walau tangan tak menyurat
Kau seakan tahu, kau laksana rasa
Tergores, tersakiti walau kuhanya mencoba…
Inilah cahayamu?
Sambungkan asaku dengannya
Inilah alurmu?
Tambatkan jiwaku dengannya?
Entah…..
Lama kurenung, dalam terpekur
Jawabnya, ada padamu
(pikirku: suara jiwa yang hampa –depan komputer )
