Mengenalmu, tak ubahnya
semilir angin, tergerak
tanpa kendali
Memahamimu, tak beda kenal
isi otakmu
Menyentuhmu, merambah ke duniamu,
terdorong nafsu, ikuti asa
Mengenal, tahu, dan paham isi benakmu,
tak risaukan gerak langkahku.
Denyut nadi seakan memuncak, luapkan
birahi untk melebih (walau hanya jumpa sesaat)
Entah apa yg terpikir, entah
apa yg ku ingin.
Semua bergolak, berontak,
mengejar ketamakan diri
Namun semua, hanya angan,
tak sempat ujudkan dalam realita,
tak mampu ungkap dalam nyata.
Inginku, asaku,
Terbelenggu dalam ruang kelam,
tak ubahnya kepalsuan dunia
Kebodohan dan kebutaanku,
terbentur ataukah termanfaatkan,
dalam rencana dan keniscayaan,
Harapku terperosok di antara
Orang ketiga.
Bdg, 121206
