<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Lembaga Keuangan Mikro: Untuk Siapa?[*]</title>
	<atom:link href="http://dienim.wordpress.com/2008/03/26/lembaga-keuangan-mikro-untuk-siapa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dienim.wordpress.com/2008/03/26/lembaga-keuangan-mikro-untuk-siapa/</link>
	<description>Samudera Pengembangan Kreativitas dan Pemikiran</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 11:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: dienim</title>
		<link>http://dienim.wordpress.com/2008/03/26/lembaga-keuangan-mikro-untuk-siapa/#comment-259</link>
		<dc:creator>dienim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 16:00:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dienim.wordpress.com/?p=99#comment-259</guid>
		<description>SAlam juga Kang Mulyadi. Benar Kang, saya pikir pembagian fungsi keuangan mikro ini setidaknya untuk meminimalisir para peminjam terbentur pada bunga pinjaman. Jika mengacu pada dua jenis pinjaman seperti dalam tulisan diatas, pinjaman yang diperuntukan bagi aspek kesejahteraan hendaknya tidak sama besar atau bahkan melebihi bunga pinjaman usaha. Alasannya, karena pinjaman untuk rumah tangga toh tidak akan memnculkan akumulasi penghasilan secara langsung. Walaupun tidak menutup kemungkinan pinjaman untuk usaha pun tidak berhasil maksimal.
Terkait saran pengkajian ulang peran LKM berbasis NGO dalam pengentasan kemiskinan pun memang perlu dilakukan. Bukan berarti menilai kinerja mereka tidak ada hasilnya, namun proses pengkajian peran tersebut bisa menjadi evaluasi untuk mencapai kinerja yang lebih baik. terima kasih kembali Kang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SAlam juga Kang Mulyadi. Benar Kang, saya pikir pembagian fungsi keuangan mikro ini setidaknya untuk meminimalisir para peminjam terbentur pada bunga pinjaman. Jika mengacu pada dua jenis pinjaman seperti dalam tulisan diatas, pinjaman yang diperuntukan bagi aspek kesejahteraan hendaknya tidak sama besar atau bahkan melebihi bunga pinjaman usaha. Alasannya, karena pinjaman untuk rumah tangga toh tidak akan memnculkan akumulasi penghasilan secara langsung. Walaupun tidak menutup kemungkinan pinjaman untuk usaha pun tidak berhasil maksimal.<br />
Terkait saran pengkajian ulang peran LKM berbasis NGO dalam pengentasan kemiskinan pun memang perlu dilakukan. Bukan berarti menilai kinerja mereka tidak ada hasilnya, namun proses pengkajian peran tersebut bisa menjadi evaluasi untuk mencapai kinerja yang lebih baik. terima kasih kembali Kang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mulyadih</title>
		<link>http://dienim.wordpress.com/2008/03/26/lembaga-keuangan-mikro-untuk-siapa/#comment-258</link>
		<dc:creator>mulyadih</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 06:37:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dienim.wordpress.com/?p=99#comment-258</guid>
		<description>Salam kang deni, dengan analisa yang disampaikan kang deni, mungkin memang keuangan mikro yang dikembangkan harus dibedakan fungsinya menjadi 2 jenis, yakni LKM yang secara khusus untuk melayani usaha mikro dalam rangka mengakselerasi usaha yang dijalankan economically active poor, dan satu jenis LKM lagi yang secara khusus melayani kelompok  paling miskin-terutama perempuan yang menggarap aspek  kesejahteraan rumahtangga melalui layanan kredit mikro
Oya, aspek tingkat suku bunga sampai betas tertentu penting untuk menjadi intervensi, dalam desain kredit/keuangan mikro saya cenderung merekomendasikan desain produk dan cara pengambilan surplus lebih penting daripada besaran bunganya...
saran... mungkin profil LKM yang NGO-based Microfinance Institution perlu dikaji lagi perannya dalam pengentasan kemiskinan, riset terakhir kayaknya tahun 2000 oleh mbak nurul dan belum ada lagi... jika teman2 berminat saya sangat bersedia membantu
 trims... mohon maaf jika kurang berkenan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kang deni, dengan analisa yang disampaikan kang deni, mungkin memang keuangan mikro yang dikembangkan harus dibedakan fungsinya menjadi 2 jenis, yakni LKM yang secara khusus untuk melayani usaha mikro dalam rangka mengakselerasi usaha yang dijalankan economically active poor, dan satu jenis LKM lagi yang secara khusus melayani kelompok  paling miskin-terutama perempuan yang menggarap aspek  kesejahteraan rumahtangga melalui layanan kredit mikro<br />
Oya, aspek tingkat suku bunga sampai betas tertentu penting untuk menjadi intervensi, dalam desain kredit/keuangan mikro saya cenderung merekomendasikan desain produk dan cara pengambilan surplus lebih penting daripada besaran bunganya&#8230;<br />
saran&#8230; mungkin profil LKM yang NGO-based Microfinance Institution perlu dikaji lagi perannya dalam pengentasan kemiskinan, riset terakhir kayaknya tahun 2000 oleh mbak nurul dan belum ada lagi&#8230; jika teman2 berminat saya sangat bersedia membantu<br />
 trims&#8230; mohon maaf jika kurang berkenan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
