Metro Bandung
Selasa , 15 April 2008 , 14:47:02 wib
Pilgub Jabar
Deni Denaswara – Sonny BR
BANDUNG, TRIBUN – Sekitar 50 orang anggota organisasi masyarakat (ormas) underbow beberapa partai politik (parpol) pendukung pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) mendatangi kantor panwas pilgub di Jalan Anggrek, siang ini.
Mereka membakar dua lembar spanduk ucapan selamat atas kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) yang di-sweeping dari Jalan Gadobangkong Cimahi dan Jalan Cibeunying Kaler.
Mereka berorasi di depan kantor panwas pilgub menolak pengumuman hasil perhitungan cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei karena menggunakan sampel perolehan suara.
Massa itu berasal dari Banteng Muda Indonesia (BMI) Jabar, Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Garda Bangsa, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pemuda Reformasi, Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH), Gerakan Masyarakat Bawah Indonesai (GMBI), dan Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK).
Ari Setia Sakti, pengurus BMI Jabar yang mewakili pengunjukrasa mengatakan, pihaknya menuntut opini soal kemenangan pasangan Hade di media massa dihentikan. Selain itu, mereka meminta panwas mencopot spanduk ucapan selamat kepada Hade di jalan-jalan.
Menurut Ari, ucapan selamat yang dipasang sebelum pengumuman resmi dari KPUD Jabar dinilai bisa memancing keresahan dan konflik horizontal di antara pendukung pasangan calon. (nip)
Sumber: Tribun Jabar

“Ari Setia Sakti, pengurus BMI Jabar yang mewakili pengunjukrasa mengatakan, pihaknya menuntut opini soal kemenangan pasangan Hade di media massa dihentikan”
apakah teman-teman ini juga memberikan “cara” untuk menghentikan opini ini?
unik juga. saya pikir mereka menuntut hal yang tidak feasibel
saya belum kepikiran bagaimana cara agar “opini soal kemenangan pasangan Hade di media massa dihentikan”
salam hormat
arif rahman
http://arifrahmanlubis.wordpress.com/
Oleh: arifrahmanlubis on Rabu, April 16, 2008
at 11:49:45
Saya anggap opini yang muncul di media massa tidak semata-mata muncul. Namun semua itu berdasar pada hasil quick count yang dilakukan oleh sekitar 4 lembaga survey.
Memang hasil akhir gubernur terpilih belum diperoleh dari KPU. Apa yang dilakukan lembaga survey lebih sebatas pada penggambaran hasil dengan waktu cepat. Terlepas dari berbagai metode yang digunakan, tapi itu adalah hasilnya.
Munculnya opini di media massa sebaiknya disikapi dengan kepala dingin dan dengan prasangka baik. Jika memang hasilnya sama mendekati sama dengan hasil KPU, terimalah dengan lapang dada. Jika memang hasilnya bertolak belakang. Terima juga sebagai khilaf pembuatnya. Marilah kita saling menghargai dan saling memaafkan. Jangan sampai perbuatan yang kita lakukan merusak suasana di bumi parahyangan tercinta.
Tuntutan media massa menghentikan opini publik pun tidak signifikan. Mengapa? karena disadari atau tidak masyarakat luas pun sudah menyadari bahwa calon yang menurut survey unggul memang di basis juga unggul. Dan tidak mudah pula membuat masyarakat terlupa dengan opini dan realita nyata di lapangan.
Salam.
Oleh: dienim on Rabu, April 16, 2008
at 11:49:45
Proses pendewasaan diri tidak bisa dilakukan dengan mudah. tak dipungkiri memang ego individu selalu berharap segala yang dicitakan menjadi nyata. Pemahaman soal demokrasi, legowo, dan siap kalah belum muncul dalam benak kita.
Oleh: dienim on Rabu, April 16, 2008
at 11:49:45
[...] Massa Bakar Spanduk Ucapan Selamat [...]
Oleh: Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, KPU, dan Quick Count « Arena Pembelajaran Diri on Rabu, April 16, 2008
at 11:49:45
Payah giliran kalo calonnya menang dia sendiri pasti paling dulu bikin ucapan selamat., jangan ngiri Kang… kalo mau terkenal sekalian saja jadi teroris. Orang itu pasti habis ngeluarin dana yang besar untuk calonnya ehhh malah tidak terpilih jadinya marah-marah sambil membakar poster ucapan selamat punya orang lain. Yang punya poster sebaiknya menempuh jalur hukum karena propertinya dirusak orang dibakar lagi. Ini sebagai bahan pembelajaran jangan seenaknya merusak properti orang karena alasan yang tidak jelas….harga poster tersebut mungkin murah akan tetapi dampak pembakaran tersebut menimbulkan hal yang kurang baik bagi Organisasi yang dipimpin oleh Ari Setia Sakti dan Organisasi lain yang mengikutinya.
Oleh: andang on Rabu, April 16, 2008
at 11:49:45