Selasa , 15 April 2008 , 01:10:13 wib
SETELAH beberapa saat ditahan di Mapolsek Katapang, Didin Tadjudin digelandang ke Mapolres Bandung. Di ruang Reskrim Polsek Katapang, sempat terdengar kata-kata pengakuan tersangka saat diperiksa petugas.
“Kecewa atas hasil pilgub,” jawabnya singkat di hadapan petugas. Tersangka pun mengakui, aksi pembakaran tersebut dilakukan tanpa direncana ketika dia melewati jalan tersebut.
“Spontan saja, kebetulan saya lewat ke sana,” kata Didin. Setelah itu petugas menutup pintu dan jendela di ruangan pemeriksaan agar pemeriksaan lebih intensif.
Kapolres Bandung, AKBP Ahmad Dofiri membenarkan pelaku mengaku melakukan tindakan itu akibat kecewa terhadap hasil pilgub.
“Tersangka mengaku kecewa. Tapi kami sulit mendapat keterangan lengkap dari tersangka karena tersangka tidak banyak bicara, seperti gagap,” jelas Dofiri.
Dofiri menambahkan, pelemparan tersebut sebagai ungkapan kemarahan pelaku. “Setelah itu tersangka kesal, dan tiba-tiba melampiaskan kemarahannya dengan membakar kantor tersebut. Dia mengaku tidak ada yang menyuruh,” tandasnya.
Saat ditanya apakah tersangka anggota partai politik, Dofiri belum bersedia menjelaskan lebih detail. “Belum sejauh itu. Menurut pengakuannya, tersangka pengangguran. Tersangka juga bukan aktivis LSM,” jelasnya.
Sebaliknya, anggota Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kabupaten Bandung Lili Muslihat mengatakan, Didin Tadjudin adalah aktivis LSM di Kabupaten Bandung. Bahkan beberapa kali dia pernah masuk ke kepengurusan sejumlah partai politik dan beberapa kali menjadi ketua LSM.(tor)
Oktora V
Sumber: Tribun Jabar
