Udara pagi, dingin menusuk relung jiwa.
Dinginnya air laksana menyiksa sekujur tulang tatkala simbahi diri. Segar, walau dingin terus terasa.. udara kota ini tampaknya sudah kurang bersahabat. Dingin, terik kerap berubah… tampaknya isu global warming memang menjadi kenyataan yang mendera kota dingin, “Parisj van Java”. Kota yang dulunya sangat asri dan nyaman.
Bukan tanpa sebab. Atas nama pembangunan semua berubah. Tata ruang kota dirombak total. Deretan pohon tergerus gedung mewah… pengeruk pundi-pundi kapitalis. Selamat datang kerusakan lingkungan… Hiks…hiks…
