
2 Tahun telah berlalu. Waktu terasa cepat berganti, melewati aral melintang, menyusuri kebahagian bersama. Kini, setelah melawati segala bersama, tercurah anugerah Illahi Rabbi, dengan mempercayai merawat dan membahagiakan si buah hati, seorang putri yang kita cintai. Selamat. Semoga langgeng sampai akhir kelak.
Pengingat, untaian kata yang pernah hadir dalam secarik kartu undangan. Ketika itu…
Dulu, Kini & Nanti
(DM & FKD – 12 Nopember 2007)
Hari ini,
Larut dalam bejana bahagia
Masuki pelabuhan,
arungi samudera
Menguak makna Illahi
Dalam tautan hati yang ditasbihkan
Harapku, dan ku tahu harapmu jua,
Walimatul ‘urrusy ini jadi awal dan akhir
Jalani kehidupan
Mewujud dalam singgasana keluarga
Sakinah mawaddah warahmah
Semoga janji ini direstui,
Sebagai anugerah
Pertautan dua hati
Maknai lembaran baru
Mewujud dalam keindahan hidup,
Hingga waktu tak terbatas
Sembah sujud tertuang,
bagi dzat Maha Mulia
yang mempersatukan dalam peraduan,
laksana Q.S Ar-Ruum (30:21),
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
