Senja Dalam Keniscayaan

Posted by Picasa

Remangnya senja, terliput aura fatamorgana, tempatkan diri dalam kegamangan menanti kata terucap tuk memastikan jalan yang kan dilalui berikutnya. Bersama, atau tidak sama sekali.
Senja kelana laksana menahan diri, tak bisa berucap antara “Ya” dan “Tidak”, hanya sikap yang terpancar, wujudkan “keiyaan” dalam hati.
Asa terpendam sekian lama, sesaat setelah sua perdana tak dapat lagi disembunyikan tuk
curahkan semua yang terselimuti itu. tanpa terasa dan tak terencana, semua terwujud dalam curahan kata, mengalir, teringat akan derasnya cucuran air dari langit ke tujuh.

Derasnya asa yang ada, tak tercampur bual dan gombalnya kata, sebatas ingin kemukakan semuanya. Ketika berkata, tiada sedikit pun terlintas rasa tuk permainkan, karena galaunyahati dan penatnya isi kepala. Namun, kembali pada naluri manusia, saat awal tak ingin keburukan dan cela terpampang. Karena itu, dengan segala daya coba tutupi semua.

Maafkan juga, ketika itu rsanya banyak kisah yang disembunyikan. Asalkan kau tahu, alasan lakukan semua bukan untuk bual sengaja, atau tak ingin cela terbuka. Pikirku saat itu, waktu yang ada belum tepat tuk buka semua. Namun, hati kecil selalu berkata, suatu saat pun semuanya kan terbuka.

Terima kasih 4JJ 1…..
Rasanya tak sebanding semua yang kau beri, dengan “sesuatu” yang ku dapat. Dalam senja dan ditemani langit mulai menguning, terungkap apa yang dirasanya, walau hanya dalam sikap dan tindak. Tapi terkuak juga apa yang ada dalam hatinya.
Sejak itu pula, gerak hidup mulai bergeser ke arah yang berbeda, mungkin sama saat yang telah berlalu. Tapi masih ada satu asa yang tak terucap. “Semoga Hari ini lebih baik dari hari kemarin”. Berbahagialah manusia yang bisa jalani hidupnya dengan sesuatu yang terus menuju ke arah yang lebih bermakna.
Tiada banyak kata yang bisa terlontar, rasanya habis semua kata, tiada ungkapan yang bisa keluar. Beratus kata dalam kepala, berjuta kata dalam kamus, rsanya tak dapat gambarkan semua. Mungkin hanya satu yang bisa wakili semua asa. “Terima kasih ALLAH”, semoga karenaMu lah semua rasa ini ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s