Larangan Masuk Fly Over Diprotes

Jakarta
Kamis, 24 Maret 2005 | 19:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Daan Mogot memprotes kebijakan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Rustam Effendy Sidabutar yang melarang sepeda motor, bajaj, dan truk dengan beban di atas 5.500 kg memasuki fly over di ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat mulai Selasa (22/3). “Fly over ini dibuat untuk mengurangi kemacetan, tapi motor yang banyak lewat ke daerah ini malah tidak boleh masuk. Pemerintah koq tidak adil, emangnya ini dibangun hanya untuk yang kaya saja,”kata Ahmad setempat,

Pendapat Tatang, warga Pesing juga senada. “Kalau buat yang kaya aja, pembangunan fly over ini tidak bermanfaat sama sekali,”katanya. Karena pelarangan tersebut akan menambah kemacetan di samping fly over saja seiring dengan makin bertambahnya jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah itu.

Pengamatan Tempo sejak hari pertama pemberlakuan larangan ini, memperlihatkan pengguna sepeda motor dan truk tidak menuruti larangan tersebut. Kebijakan Kepala Dinas Perhubungan itu seperti percuma saja. Rambu-rambu larangan yang terpasang di dua ujung fly over, tidak menjadi halangan bagi pengguna sepeda motor dan truk untuk tetap memasuki fly over. Karena tidak adanya petugas yang menjaga di kedua ujung fly over untuk memperingatkan pengguna jalan yang dilarang melewati fly over tersebut.

Deni Mukbar

Sumber: Tempo Interaktif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s