Pedagang di Glodok Keluhkan Pedagang Kakilima

Koran Tempo
Kamis, 28 April 2005

JAKARTA — Sejumlah pedagang dan pemilik toko di Glodok mengeluhkan keberadaan pedagang kakilima di sekitar Pasar Glodok. Mereka menganggap banyaknya pedagang kakilima mempengaruhi omzet mereka. Pembeli enggan datang ke Glodok karena terhalang pedagang kakilima. “Pendapatan jadi terus menurun karena di depan selalu macet. Kalau pembeli datang juga malah banyak yang beli di PKL,” kata Riyanto, pedagang elektronik di Harco Glodok.

Ia menambahkan, pedagang kakilima seharusnya bisa membedakan barang yang dijual. Jangan sampai menyaingi pedagang di pertokoan. “Apalagi harga di PKL sengaja lebih murah. Itu namanya membunuh usaha kami,” keluhnya. Sementara itu, Aldo, pedagang lain, mengatakan, pedagang kakilima banyak didatangi karena harganya lebih murah. “Enak saja PKL itu, mereka hanya bayar retribusi harian. Tapi kami harus sewa kios ini dengan mahal,” katanya.

Sementara itu, Fadjar Panjaitan, Wali Kota Jakarta Barat, mengatakan, masalah pedagang kakilima di Glodok menjadi titik perhatiannya. Sebab, itu bisa mengurangi penilaian Program Bangun Praja yang bisa menghambat upaya Pemerintah Kota Madya Jakarta Barat mempertahankan Adipura yang diraih tahun lalu.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus berupaya merelokasi pedagang kakilima melalui pengarahan agar tidak merasa dipindah paksa. “Rencananya, mereka (pedagang kakilima) akan ditempatkan di Pasar Perniagaan dan Pasar Glodok Jaya.”

deni mukbar

Sumber: Koran Tempo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s