DPR Desak Direktur Utama Pasar Jaya Mundur

Jum’at, 18 Maret 2005
Headline

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat mendesak Direktur Utama PD Pasar Jaya mundur dari jabatannya karena banyak kejanggalan dan masalah dalam rencana pembangunan Blok B, C, D, dan E Pasar Tanah Abang.

JAKARTA — Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat mendesak Direktur Utama PD Pasar Jaya mundur dari jabatannya karena banyak kejanggalan dan masalah dalam rencana pembangunan Blok B, C, D, dan E Pasar Tanah Abang.

“Saya meminta peninjauan kembali kepemimpinan PD Pasar Jaya,” kata Hamzah Sangaji, anggota Dewan dari Fraksi Golkar, dalam rapat dengar pendapat Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dengan Komisi VI DPR, yang membidangi industri dan perdagangan, di Senayan kemarin malam.

Hamzah mempertanyakan mengapa PT Sari Kebon Jeruk dipilih sebagai pembangun Pasar Tanah Abang tanpa melalui tender. Selain itu, dia menambahkan, perusahaan itu tidak mampu memenuhi nota kesepahaman antara Pasar Jaya dan perusahaan tersebut untuk membangun Pasar Mayestik dan Jatinegara. Kalau membangun dua pasar itu saja tak mampu, “Apalagi membangun pasar sebesar Tanah Abang,” kata Hamzah.

Idealisman Daci dari Partai Pelopor lebih jauh mempertanyakan mengapa Pasar Jaya merekrut Sari Kebon Jeruk, padahal Pasar Jaya masih punya kontrak dengan PT Andilo Tobatama hingga 2024. Terkait dengan soal ini, “Kalau perlu, laporkan Sari Kebon Jeruk dan Pasar Jaya ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha,” katanya.

Fahri Hamzah dari Partai Keadilan Sejahtera juga melihat banyak kejanggalan dalam proyek Tanah Abang. Dia meminta agar proyek itu ditinjau kembali karena pemerintah kurang melakukan sosialisasi dalam pembangunannya.

Masalah lain yang diungkap anggota Dewan adalah soal penelitian struktur bangunan pasar dan posisi keuangan pembangun. Herman Heri dari PDI Perjuangan menilai perlunya pendapat kedua dalam penelitian struktur bangunan pasar yang hanya dilakukan tim dari Institut Teknologi Bandung.

Menurut dia, tim ITB mengusulkan regrouting (penambalan), bukan pembongkaran, “Jadi biayanya tidak mahal,” katanya. Selain itu, “Kami meragukan kemampuan finansial perusahaan,” kata Herman soal posisi keuangan Sari Kebon Jeruk.

Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, yang hadir dalam rapat itu bersama para asistennya, Direktur Utama PD Pasar Jaya Prabowo Soenirman, dan pejabat lainnya tampak serius mendengarkan pertanyaan anggota Dewan. Hingga laporan ini diturunkan, rapat masih berjalan dengan memberi kesempatan 42 anggota Komisi VI mengajukan pertanyaan.

eworaswa/deni mukbar

Sumber: Koran Tempo

One response to “DPR Desak Direktur Utama Pasar Jaya Mundur

  1. Pasar mayestik : masalah perparkiran yang semerawut maksudnya area parkir di gunakan oleh para pedagang yang sifatnya tdk terdaftar sangat menggangu para konsumen kami yang akan berbelanja.Akhirnya dalam kondisi saat ini
    pasar kami tempat berdagang /berjualan semakin tidak dikunjungi konsumen/pembeli.Terima kasih atas perhatiaannya sebelumnya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s