Tergencet Pasar Modern

KORAN TEMPO WAP
KORAN TEMPO
Rubrik Metropolitan
Edisi 2005-05-14

Ekspansi hipermarket semakin menekan pedagang pasar tradisional. Setiap tahun pertumbuhan pasar tradisional minus delapan persen. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan hipermarket yang mencapai 40 persen.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya Prabowo Soenirman menyatakan akan menutup tujuh pasar tradisional. Sebelumnya, sembilan pasar tradisional di Jakarta ditutup karena sepi konsumen. Dari sembilan pasar, tiga di antaranya Pasar Karet Pedurenan, Cilincing, dan Pasar Sawah Besar.

Tahun depan diprediksi akan lebih banyak lagi pasar yang tutup. Alasan yang dikemukakan PD Pasar Jaya memang masuk akal. Pasar-pasar yang akan ditutup itu sekarang tidak produktif lagi. Pasar Blora, misalnya, praktis tinggal nama. Pedagang yang tersisa tak sampai 20 orang.

Contoh lain adalah Pasar Cipinang Baru. Tak satu pun kios yang sudah dibangun dihuni pedagang. Sebenarnya banyak pasar lain di Jakarta sekarang kondisinya nyaris mati. Kios-kios kosong terdapat di hampir semua pasar di Jakarta. Lihat saja di Pasar Palmerah dan Pasar Senen.

Di Bekasi, dari 10 pasar yang berada di bawah kendali Pemerintah Kota Bekasi, setidaknya tiga di antaranya terancam tutup. Kios di tiga pasar itu banyak yang kosong karena ditinggalkan pedagang. Selain itu, kondisi pasar yang jorok dan tidak tertata dengan baik juga menjadi penyebab warga tidak mau berbelanja di pasar itu.

Salah satu contohnya di Pasar Telukbuyung di Kecamatan Bekasi Utara. Dari 93 kios yang tersedia, hanya 10 unit yang terisi. Jumlah retribusinya juga kecil, per harinya Rp 80 ribu. Persoalan yang sama menimpa Pertokoan Kranji di Kecamatan Bekasi Barat. Di pertokoan itu, yang berdagang tidak lebih dari separuh dari jumlah kios yang tersedia. Selain itu, Pertokoan Bekasi (pasar lama) di Jalan Juanda, Pertokoan Pondok Gede, dan pasar tradisional lainnya sekarang ini banyak yang ditinggalkan pedagangnya.

DENI MUKBAR/AMAL IHSAN

Sumber : KORAN TEMPO WAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s