“Bangsat apa yg lo bilang?!”

😀 bukan lagi kalimat aneh yg sering didengar. Sumpah serapah antar sesama. Tak jarang bermunculan. Ujudkan ketegangan dan anti-kritik.
Lumrah ternyata. Naluri manusia memang (kadang) tak mau terkalahkan. Pengalibian kerap dimunculkan untuk hindari rasa bersalah. Bahkan, menyalahkan orang lain untuk merasa dirinya benar.
Si “penguasa kebenaran” keukeuh dengan kebenaran yang berlaku untuk dirinya sendiri. Saat dirinya tersudut, terbuka kesalahannya. Tetap. Merasa dirinya benar dan tak mau diketahui kesalahannya.
“Bangsat apa yg lo bilang?!” kalimat yang mungkin muncul saat dirinya sudah tak kuasa membenarkan diri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s