Meratap dalam Sunyi

Bayang melayang,
lamunan melintas
Ingatkan dia terisak,
sebulan lalu

Dalam hening,
dalam diam
tiada titikkan air mata
tapi ku sadar,
dia menangis

Hari berganti bulan berlalu
hari ini ada senyum hiasi mulut mungilnya,
tapi tak bisa hilangkan,
gurat sedih dan
luka di sorot matanya
dalam senyum ia merenung,
dalam canda ia terluka
mata menyorot tajam,
terawangi tanpa batas,
bak telanjangi
seisi bumi

Tapi, ia sudah bisa tertawa
tawa getir,
kamuflase diri

Mungkinkah ini pertanda,
kepasrahan telusuki dirinya,
tiada daya untuknya
pasrah, terima keadaan
hanya diam,
dalam rindu menghujam,
sunyi tetap selimuti

Akankah ini firasat,
pasrah diri,
menanti hal tak pasti,
namun, diam, karena ingin diri
miliki cinta pasti

ruang gelap, 010507
08.30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s