(Sudahkah) Merdeka??

Gegap gempita membahana,
sorak-sorak bersahutan
Sambut momentum Proklamasi
62 tahun sudah,
Bangsa ini merdeka

Sekian lama bangsa bergelut
dalam kata merdeka
sekian lama bangsa ini mereguk
Rasa bebas dari kolonial
Tiada lagi istilah kompeni,
Terlupa sudah cucuran keringat mereka,
Pahlawan ketika korbankan harta, tenaga,
bahkan nyawa pun dipertaruhkan

Dentuman bom atau peluru,
Dalam suasana mencekam perang,
layaknya zaman dulu,
memang tak terdengar.

Namun, kita masih mudah mendengar
Berjatuhan korban ledakan bom,
Berelimang korban salah tembak,
Peluru nyasar

KEMERDEKAAN BELUM TERCAPAI!!!
Masih jauh arah mencapai kemerdekaan,
Layaknya merdeka hakiki
Kompeni, kolonial, penjajah,
dan banyak istilah lain,
— Yang kita dengar dari para pejuang
dalam sejarah —

memang sudah tiada

Tapi penjajahan belum berakhir
Penjajahan tidak lagi sebatas peperangan fisik
Penjajahan tidak melulu pertumpahan darah,
Bergelimang korban,
Penjajahan tidak harus agresi militer!!!

Penjajahan berbeda menurut masa
Penjajahan bisa berganti muka,
Tutupi laknat dan serakahnya insan
Penjajahan bisa bergerak lembut,
melalui televisi, mode, pengetahuan.
Penjahahan (malah) terbalut intelektualitas
Tiada kata tuk ujudkan perlawanan
Revolusi sampai Mati!!!

(Renungan diri di pagi menjelang Detik-Detik Proklamasi)
170707

2 responses to “(Sudahkah) Merdeka??

  1. Apabila bangsa ini merdeka..
    Tentunya ibuku tak lagi memasak dengan kayu bakar..
    Dan apabila bangsa ini sudah merdeka..
    Ayahku tak akan lagi menjadi kuli..
    Dan manakala hari ini kita merdeka..
    Aku akan terbebas dari penjara..
    Penjara Hati.. yang membatasi kita untuk berkreasi..

    Nuhun ah.. bisi panjang teuing.. sok ber api2…. hehehehehe….

  2. Apabila bangsa ini merdeka..
    Tentunya ibuku tak lagi memasak dengan kayu bakar..
    Dan apabila bangsa ini sudah merdeka..
    Ayahku tak akan lagi menjadi kuli..
    Dan manakala hari ini kita merdeka..
    Aku akan terbebas dari penjara..
    Penjara Hati.. yang membatasi kita untuk berkreasi..

    Nuhun ah.. bisi panjang teuing.. sok ber api2…. hehehehehe….

    Sami-sami kang..Inti dari kemerdekaan pun belum didapat. Kebebasan berpikir pun terkadang masih dipasung nya Kang. Makanya sok ngajak urang nyarios ber-api2, saking kesal dengan kondisi yg ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s