Jalan Panjang Menuju Keberdayaan: Seri Laporan Penelitian No. 01

Judul: Seri Laporan Penelitian No. 01Pemberdayaan Perempuan Usaha Kecil: Jalan Panjang Menuju Keberdayaan. Studi Kasus Jaringan Perempuan Usaha Kecil Titian Dampingan LP2SD Lombok Timur – NTB


Penulis: Deni Mukbar, Dyan w, Titik Hartini, Yulia IS

ISBN: 111

Penerbit: ASPPUK-Akatiga

Tahun terbit: 2006

Informasi Lebih lanjut hubungi:

AKATIGA, Center for Social and Analyst
Jl. Tubagus Ismail II/2 Bandung
(022) 2502302

Uraian singkat dapat dilihat dalam ABSTRAK berikut ini,

Laporan penelitian ini menggambarkan pemberdayaan LP2SD (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya), ornop anggota ASPPUK (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil), terhadap PUK (Perempuan Usaha Kecil) mikro anggota Jarpuk (Jaringan Perempuan Usaha Kecil) Titian di Lombok Timur. Penelitian ini melihat perubahan ekonomi, sosial, dan relasi gender setelah pemberdayaan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi digali melalui pengamatan, wawancara, dan studi literatur.

LP2SD merupakan anggota ASPPUK yang tergolong berhasil di pemberdayaan ekonomi, melalui upaya pengembangan usaha kecil mikro sejak 1995, yang diperkuat dengan pembentukan LKPUK (Lembaga Keuangan Perempuan Usaha Kecil-nya ASPPUK) tahun 2004. Hasil LKPUK sebagai jaring pengaman ekonomi bagi PUK-mikro terutama terasa di saat mereka tidak mampu menjangkau lembaga keuangan (formal) yang ada. Peran pemberdayaan ekonomi LP2SD terhadap peningkatan ekonomi PUK-mikro: 1) dihilangkannya rentenir dari daftar pemberi pinjaman; 2) pemenuhan kebutuhan konsumsi rumahtangga; 3) keuangan usaha PUK-mikro bisa lebih difokuskan untuk kelangsungan ataupun pengembangan usaha; 4) investasi; dan 5) budaya menabung bagi PUK-mikro. Secara umum keterlibatan PUK-mikro dalam Jarpuk Titian pun berpengaruh positif terhadap kondisi ekonomi rumahtangga. Pertemuan rutin Jarpuk menjadi peluang memperluas pasar. Juga sebagai arena pertukaran komoditas usaha antarPUK-mikro dan peningkatan keterampilan PUK-mikro seperti menjahit dan bordir, yang dipelajari cuma-cuma. Selain berpotensi menambah pendapatan, meningkatnya keterampilan PUK-mikro juga bisa mengurangi konsumsi rumahtangga karena sudah dipenuhi sendiri.

Pemberdayaan LP2SD mencakup pengorganisasian PUK-mikro melalui strategi berjenjang agar menjangkau hingga tingkat basis. Terbaginya anggota Jarpuk Titian ke dalam tiga lapisan—pengurus, anggota aktif, dan anggota tidak aktif—tidak menghalangi kebersamaan PUK-mikro. Kondisi tersebut, dengan pengorganisasian oleh LP2SD, justru menumbuhkan kesadaran kolektif antarPUK-mikro dari ketiga lapisan tersebut.

Sebagai anggota ASPPUK yang visinya mewujudkan kesetaraan relasi gender, LP2SD turut melakukan pemberdayaan gender. Pemberdayaan tersebut dipandang penting bagi kondisi perempuan Sasak yang sangat termarjinalkan oleh ideologi patriarki yang bersumber dari adat dan agama. Pemberdayaan gender memberikan pemahaman baru kepada PUK-mikro mengenai kesetaraan relasi laki-laki dan perempuan. Perubahan di tingkat rumahtangga dilihat dari ketertarikan suami mengikuti pelatihan dan permintaan untuk juga mendapat pemberdayaan gender. Di masyarakat, PUK-mikro mulai menempati posisi-posisi di lembaga formal lokal. Tetapi tak sedikit PUK-mikro yang terang-terangan mendapat penolakan, khususnya di rumahtangga, dari suami. Di sini PUK-mikro kembali harus berhadapan dengan kondisi budaya patriarki Sasak yang kental dan sudah bergenerasi. Dinding patriarki Sasak relatif masih sulit ditembus oleh PUK-mikro yang mengalami langsung segala bentuk peminggiran yang ada, maupun oleh LP2SD sebagai pendamping.

Secara umum pengaruh pemberdayaan LP2SD terhadap anggota Titian di lapis anggota aktif dan tidak aktif dominan pada aspek ekonomi, sementara di lapis pengurus sudah tampak pula adanya pemahaman kesetaraan gender dan meningkatnya partisipasi sosial politik di masyarakat. Tetapi meski upaya pemberdayaan gender terus dilakukan, pemberdayaan LP2SD masih tampak lebih kuat di aspek ekonomi dan pengorganisasian PUK-mikro di tingkat basis. Struktur budaya dan ekonomi lokal yang telah menyatu dalam kehidupan PUK-mikro merupakan tantangan terberat LP2SD. Pemberdayaan gender yang juga diarahkan kepada laki-laki, disertai kegigihan dan kesinambungan, adalah upaya yang bisa ditempuh LP2SD agar pemahaman kesetaraan relasi di antara kedua gender yang ada bisa sejalan.

Kata kunci: PUK-mikro, pemberdayaan ekonomi, pengorganisasian, pemberdayaan gender, kesetaraan relasi gender, patriarki Sasak.

2 responses to “Jalan Panjang Menuju Keberdayaan: Seri Laporan Penelitian No. 01

  1. selamat ya untuk LP2SD dan asppuk……. teruslah berkarya dan terima kasih atas share pengalamam via riset seperti ini… bravo kang deni dan AKATIGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s