Banyak Warga tidak Tahu Pilgub Jabar

Kamis, 03 April 2008
Menuju Jabar Satu

BANDUNG, (PR).-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat dinilai belum melakukan sosialisasi Pilkada Jawa Barat 2008 dengan maksimal. Padahal, keberhasilan Pilkada 13 April nanti ikut ditentukan oleh proses sosialisasi.

Demikian diungkapkan Ketua Forum Bandung Timur (Forbantim) Agus Kustiana dalam siaran persnya yang diterima “PR”, Rabu (2/4).

Agus mencontohkan, di kawasan Bandung timur masih banyak warga yang belum mengetahui pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung dalam Pilgub Jabar. “Bahkan ada juga masyarakat yang belum tahu kapan pelaksanaan pilgub,” ujarnya.

Oleh karena itu, Forbantim mendesak KPU agar segera memaksimalkan sosialisasi supaya lebih menyentuh masyarakat kecil. Menurut Agus, salah satu cara yang bisa ditempuh KPU adalah dengan merangkul berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam proses sosialisasi.

“KPUD bisa bekerja sama dengan ormas-ormas tertentu di berbagai daerah. Nantinya ormas itu yang akan menyampaikan sosialisasi pilkada kepada masyarakat,” kata Agus.

Dia mengungkapkan, langkah sosialisasi tersebut sudah dilakukan Forbantim beberapa waktu terakhir. “Kami memanfaatkan berbagai arena pemusatan massa, seperti pasar kaget, sebagai ajang sosialisasi. Di pasar kaget itu kami bagi-bagikan pesan moral berupa pamflet dan selebaran mengenai pilkada. Intinya untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat,” ucap Agus.

Upaya tersebut diambil karena Forbantim menilai dalam Pilkada 13 April nanti, harapan perubahan untuk menuju Jawa Barat yang lebih baik tengah dipertaruhkan. Dengan demikian, masyarakat juga perlu benar-benar memiliki kesadaran untuk menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya.

“Masyarakat yang sadar politik akan ikut menentukan nasib Jawa Barat ke depannya,” ujar Agus.

Selain itu, Forbantim juga meminta semua calon gubernur dan wakil gubernur bersama-sama membangun komitmen untuk membangun Jawa Barat. Mengenai visi dan misi yang selama ini diumbar, Agus menilai masyarakat kurang tersentuh oleh visi misi tersebut.

Menurut dia, tak sedikit masyarakat yang tidak memahami visi dan misi itu. “Ada orang yang tidak mengikuti kampanye hanya karena tidak ada uangnya, bukan karena visi dan misinya,” kata Agus.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pilkada, dia juga mengharapkan tidak terjadi politik kotor yang tidak sehat, seperti politik uang. “Selama ini di daerah kami memang belum ada laporan mengenai politik uang. Tapi politik seperti itu jangan sampai terjadi,” papar Agus.

Tak lupa, Agus juga menekankan pentingnya peran media massa dalam menyukseskan pilkada. “Oleh karena itu, media harus netral, tidak terintervensi oleh kepentingan politik suatu golongan,” katanya. (CA-179)***

pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s