Berharap pada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik

Sorot
Rabu , 26 Maret 2008 , 00:29:40 wib

Kander Turnip

JAGAT maya di Indonesia memasuki babak baru dengan disahkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (25/3).

Kendati banyak yang meragukan efektifitas pelaksanaan undang-undang yang baru pertama kali dimiliki Indonesia itu, niat pemerintah untuk mengatur dan membatasi penyalahgunaan informasi dan transaksi melalui sistem elektronik patut diacungi jempol dan didukung sepenuhnya.

UU ITE tersebut mengatur antara lain mengenai masalah transaksi elektronik baik yang dilakukan pada transaksi perbankan ataupun komunikasi. Selain itu, dalam UU tersebut juga diatur mengenai pelarangan situs-situs porno. Termasuk larangan menyebarkan informasi yang tidak menyenangkan.

UU ITE ini membentengi Indonesia dari kejahatan di dunia maya maupun perbankan yang dilakukan melalui teknologi informasi. Hukuman badan berupa kurungan paling sedikit enam bulan hingga 10 tahun serta denda yang bervariasi antara ratusan juta hingga puluhan miliar rupiah menanti para pelanggarnya.

Bagi pembuat dan penyebar situs porno, perjudian, atau jenis kejahatan dunia maya lainnya, UU ITE ini menjadi sebuah ancaman baru karena hukumannya yang terbilang berat.

Bagi aparat penegak hukum, UU ITE ini menjadi senjata baru untuk menegakkan hukum dan keadilan di dunia maya. Namun mudah-mudahan bukan menjadi wahana baru bagi aparat korup untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri.

Terkait dengan UU ITE ini, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Prof Ir Mohammad Nuh DEA kemarin mengatakan, setelah menyosialisasikan hingga akhir Maret ini, mulai 1 April pemerintah akan memblokir situs-situs porno yang beredar di jagat maya Indonesia.

Terkait situs porno ini, Pakar telematika Roy Suryo menyampaikan data yang cukup mengejutkan. Dari sekitar 24,5 juta situs dengan administrator orang Indonesia, lebih dari satu jutanya adalah situs porno. Wow, ternyata orang Indonesia jagoan juga membikin situs porno!
Seperti apa upaya pemerintah memblokir situs-situs porno itu ? Menurut M Nuh, pihaknya menyiapkan tiga layer (lapisan) untuk memblokir.

Pertama, adalah pada perorangan yang disebut bottom level atau grass root layer. Pada level ini, pemerintah menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan internet dengan mengakses situs-situs yang tidak baik. Pemerintah akan memberikan paket software gratis yang bisa diakses di Depkominfo atau dibagikan langsung ke masyarakat. Dengan software itu situs porno, perjudian, dan hal tidak baik lainnya akan diblokir.

Layer kedua atau medium layer. Pada level ini, pemerintah membentengi administrator pada sistem jaringan struktur network yang ada di kampus, di sekolah-sekolah, di kantor-kantor dan departemen agar tidak bisa mengakses situs porno.

Sedangkan layer ketiga disebut top layer. Pada level ini, pemerintah berkerjasama dengan ISP (Internet Service Provider) untuk juga dipasangi filter IIX (Indonesia Information Exchange) untuk meminimalisir seseorang mengakses sesuatu yang buruk.

Namun seperti kita maklumi bersama, sebagus apapun perangkat hukum, takkan banyak membantu jika the man behind the gun-nya masih amburadul.

Di sisi lain, seketat apapun pemerintah menerapkan blokade situs porno, selalu ada celah yang akan dimanfaatkan orang per orang untuk mengaksesnya, walaupun harus dengan cara mencuri-curi.

Sebenarnya, jalan keluar terbaik adalah membentengi hati kita masing-masing. Seperti orang bijak pernah berkata, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah mengalir kehidupan (atau kematian?). Semuanya berpulang kepada diri kita sendiri. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s