Fitna

Wilders

Fitna

Gelombang penolakan terhadap film ‘FITNA’ karya Geerts Wilders, anggota parlemen Belanda berhaluan ultrakonservatif, gencar dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Film berdurasi 15 menit tersebut berlatar belakang gambar-gambar peristiwa hancurnya gedung World Trade Center (WTC) 11 September dan bom Madrid, Spanyol.

Film ini dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu ‘The First Fitna’, yang menunjukkan ‘perang sipil’ Islam pertama dan ‘The Second Fitna’, penggambaran ‘perang sipil’ Islam kedua.

Berbagai kelompok muslim mengecam upaya menjelek-jelekkan Islam dan membudayakan fitnah di tengah masyarakat. Oleh karena itu kecaman pun diberlakukan pada penyebarluasan film yang dibuat Wilders tersebut.

Bahkan, dampak dari munculnya film tersebut, khususnya di Indonesia, muncul tuntutan pada pemerintah untuk membekukan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda dan mem-blokir produk-produk dari ‘Negeri Kincir Angin’ tersebut. Pandangan etrsebut bisa saja dianggap terlalu membabi-buta karena ulah seorang warna negara menyebabkan putusnya hubungan dua negara. Namun demikian, tuntutan itu berlandas pada bentuk kekecewaan umat muslin (notabene Islam merupakan negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia).

Melihat realita tersebut, penulis ingin mencoba menggambarkan mengenai realita ‘Fitna’ dalam beberapa versi (dikutip dari berbagai sumber) untuk melihat fenomena tersebut dari berbagai sudut pandang, termasuk pernyataan dari Duta Besar Belanda di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s