Hade Bertekad Lindungi Pasar Tradisional

TASIKMALAYA, (PR).-
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) bertekad menyelamatkan pasar tradisional, dengan cara membuat regulasi yang mampu memberikan perlindungan terhadap pasar tradisional.

“Harus dilahirkan aturan yang benar-benar bisa menyelamatkan keberadaan pasar tradisional,” kata Ahmad Heryawan saat akan berkampanye di Kota Tasikmalaya, Rabu (2/4).

Hal serupa dikemukakan Dede Yusuf. Menurut dia, langkah mereka menelusuri berbagai pasar tradisional, seperti ke Pasar Singaparna Kab. Tasikmalaya, Pasar Banjar, ataupun Pasar Manis di Ciamis, merupakan bukti keberpihakan mereka terhadap pedagang dan pelaku usaha kecil.

“Saya masuk ke beberapa pasar tradisional sebagai cara untuk menyerap aspirasi pedagang. Selama ini, jumlah orang yang menggantungkan hidupnya di pasar tradisional mencapai jutaan orang. Jika pasar tradisional hancur, maka akan banyak warga kehilangan pekerjaan. Makanya, kita akan berusaha mempertahankan keberadaan pasar tradisional,” ujarnya.

Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf menegaskan, bukan berarti mereka anti terhadap pasar modern, tetapi kehadirannya jangan mengganggu pasar tradisional secara langsung.

“Penetapan lokasi serta kajian-kajian yang utuh atas pembangunan pasar modern, harus jelas, karena pasar tradisional akan menghasilkan perputaran uang di daerah itu sendiri. Kalau pasar modern, uang banyak ditarik ke pusat. Makanya, keberadaan pasar modern dan pasar tradisional harus ditata dan diatur dengan baik,” kata Ahmad.

Perkebunan

Dede Yusuf juga memberikan perhatian khusus terhadap kelangsungan usaha perkebunan di Jabar. Banyak usaha perkebunan di Jabar melemah bahkan mati, karena lambannya proses perpanjangan hak guna usaha (HGU). Saat transisi tersebut atau saat HGU belum turun, sering terjadi perebutan lahan. Akibatnya, usaha perkebunan menjadi tidak menentu.

Padahal, Jabar memiliki potensi besar dalam bidang perkebunan serta bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Makanya, Dede bertekad agar proses perizinan, terutama perpanjangan HGU, dipercepat.

Cegah suami korupsi

Dalam orasinya di Lapangan Dadaha Tasikmalaya, istri Ahmad Heryawan, Ny. Netty Prasetiyani menegaskan, dana pembangunan disinyalir tidak sampai ke masyarakat karena banyak dikorupsi. “Orang menuduh pihak istri yang menyebabkan suami melakukan korupsi. Bersama istri Dede Yusuf, Sendy, saya akan menjadi garda terdepan untuk mencegah suami kami melakukan korupsi,” katanya.

Tingginya angka buta huruf yang dialami perempuan di Jawa Barat (12,6%) dibandingkan dengan kaum pria (5%) pun turut menjadi perhatian Netty.

“Tingkat pendidikan pun masih rendah, setara dengan lulus sekolah dasar. Kami akan mendorong para suami untuk membela pendidikan kaum perempuan dan hak-hak anak seperti mereka membela kami,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, kaum perempuan di Jawa Barat harus mau menggunakan hak politiknya untuk memberi arah kepada pembangunan Jawa Barat selanjutnya.

Seperti biasa, sebelum menggelar kampanye terbuka, Ahmad dan Dede menyapa masyarakat secara langsung. Ahmad yang memulai perjalanan dari Kab. Garut, disambut sejumlah pendukungnya di perbatasan Kab. Garut-Kab. Tasikmalaya. Simpatisan yang sebagian besar mengendarai sepeda motor tersebut kemudian bergabung untuk mengiringi rombongan Ahmad.

Di Malangbong, rombongan Ahmad Heryawan kembali disambut para simpatisan yang ikut bergabung dengan rombongan.

Sambutan hangat didapat Ahmad dari tokoh ulama Pondok Pesantren Fat-hiyyah Al-Idrisiyyah (Fadris) Pagendingan Jatihurip, Cisayong.

Setelah melaksanakan salat Zuhur berjemaah, Ahmad melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Kota Tasikmalaya, untuk bergabung bersama rombongan Dede Yusuf yang mengambil rute dari Kab. Garut menuju Kota Tasikmalaya melalui Singaparna Kab. Tasikmalaya.

Kampanye di Lapangan Dadaha, disemarakkan dengan hiburan dangdut. (A-97/A-158/CA-178)***

pikiranrakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s