Jagalah Tatar Sunda!

Aweuhan
Jagalah Tatar Sunda!

Oleh Acil Bimbo

Saat ini masyarakat Jawa Barat mulai memasuki tahapan kampanye Pilkada 2008. Di mata saya, Pilkada 2008 adalah salah satu peristiwa besar yang disaksikan dan dicatat bukan saja oleh rakyat Tatar Sunda, tapi bangsa Indonesia.

Betapa tidak, Pilkada Jabar 2008 adalah satu momen di mana semua pemikiran, ide, gagasan, tenaga, uang, dan juga harapan tertumpu dalam proses tersebut. Pilkada Jabar 2008 haruslah ditempatkan sebagai “hajat bersama” yang merupakan konsekuensi dari konsensus kita mengusung demokrasi.

Dengan demokrasi, kita berharap tercipta peluang-peluang yang lebih baik di kehidupan politik, dengan kebebasan berpolitik dan HAM-nya di bidang ekonomi dengan pembangunan ekonomi yang cepat, dan peningkatan kesejahteraan rakyat, serta bidang sosial budaya dengan tumbuhnya iklim damai yang saling pengertian dalam menyikapi perbedaan pandangan dan kepentingan.

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama terkait dengan “hajat bersama” tersebut. Pertama, Pilkada Jabar 2008 digelar dalam suasana bangsa yang serba tidak menentu. Kondisi masyarakat yang sensitif dan amarah, bahkan meningkatnya kreativitas kriminal dari tingkat elite sampai tingkat bawah.

Kedua, adanya potensi konflik baik vertikal ataupun horizontal, yang dikhawatirkan oleh pengamat politik menimbulkan gesekan-gesekan tidak terkendali dari para pendukung cagub. Contohnya, di provinsi lain sudah menunjukan pilkada selalu diikuti oleh ekses, sehingga menampilkan wajah perpolitikan di Indonesia yang mengerikan.

Ketiga, adanya perubahan besar dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal ini, bisa disimak dari tulisan Alm. Prof. Riswandha Imawan, guru besar ilmu politik UGM, di Jawa Pos yang penggalannya antara lain menyebutkan; Konsep kepemimpinan di Indonesia menempatkan seorang pemimpin sebagai wakil Tuhan. Pemimpin wajib mendekatkan diri kepada Tuhan agar memiliki “sedikit” sifat ketuhanan hingga dia mampu memelihara keseimbangan alam.

Keempat, kita bisa mengambil gambaran yang diingatkan lagu Bimbo ‘70-an berjudul “Bandung” . Dalam lagu itu disitir pendapat Pater Brower; “Waktu Tuhan tersenyum jadilah Pasundan”.

Barangkali, Tuhan tidak lagi tersenyum pada bangsa ini, bahkan mungkin berpaling. Padahal, di dalam setiap kesempatan pertemuan-pertemuan selalu dipanjatkan doa-doa. Apakah doa bangsa ini tidak sampai karena niatnya banyak pamrih negatif?

**

Hal di atas mengingatkan kita betapa pentingnya introspeksi diri; apakah kita termasuk yang berbuat dan membiarkan kondisi rusak-rusakan terus berlanjut atau yang menjaga sekuat tenaga agar bangsa ini beradab dan terhormat? Seperti diungkapkan dalam temu tiga cagub dan wakilnya beberapa waktu yang lalu. Semua berharap pilkada berjalan damai, berkualitas, cerdas, dan beradab. Mungkinkah?.

Lalu pertanyaan kita adalah di mana posisi kita?

Ada trilogi yang dilontarkan sastrawan Sunda Tatang Sumarsono. Ngajaga lembur!, akur jeung dulur! Panceg na galur!. Yang kemudian ditangkap oleh berbagai kelompok masyarakat dipakai sebagai moto.

Ngajaga lembur dalam hal keamanan harus menjadi komitmen semua pihak, karena sesudah pilgub masih ada serangkaian pemilihan di tingkat II dan Pemilu 2009. Bila Pilgub 2008 ini “korslet” tidak mustahil merembet ke pemilihan berikutnya.

Ngajaga lembur harus menjadi kesadaran bersama dari mulai tingkat Jabar, kabupaten, kecamatan, sampai tingkat RT/RW. Ngajaga lembur dalam arti hakiki adalah menjaga diri menjauhkan dari sifat-sifat destruktif dan negatif, yang memberikan dampak luas pada lingkungan kita.

Saya sependapat dengan Prof. Riswandha Imawan bahwa akhirnya pilihan kita adalah tetap berpikir jernih, positif, dan konstruktif. Kita harus yakin kehidupan berbangsa, bernegara, dan masalah kemanusiaan yang beradab harus diperjuangkan optimal.

Sekali lagi, peristiwa Pilkada Jabar 2008 disaksikan dan dicatat oleh rakyat Tatar Sunda dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, hormatilah rakyat Tatar Sunda, jagalah Tatar Sunda, dan damailah Pilkada di Tatar Sunda.

Selamat berkampanye.***

Penulis, penyanyi Bimbo.

pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s