Kehilangan Pejuang Lingkungan

Profil
Rabu , 02 April 2008 , 00:31:03 wib

Kehilangan Pejuang Lingkungan
Kisdiantoro

BANDUNG, TRIBUN – Pejuang dan kritikus lingkungan Prof Dr Ir Otto Soemarwoto telah berpulang pada Selasa (1/3) dini hari pada pukul 01.00. Idjah Soemarwoto, istri almarhum, anak-anak, cucu, kerabat, sahabat dan para aktivis lingkungan turut mengantar jenazah almarhum sampai ke pemakaman umum Sirnaraga, Bandung.

Menurut Idjah Soemarwoto, almarhum suaminya masuk ke Rumah Sakit Bandung International Hospital sejak 10 hari lalu. Otto dirawat di rumah sakit karena menderita sakit liver dan kolestrol tinggi.

“Bapak dirawat sejak 10 hari lalu karena kolestrolnya tinggi,” tuturnya dengan suara lemah.

Di saat-saat terakhir, Otto berpesan kepada istri dan keluarganya untuk senatiasa menjaga lingkungan. Karena hanya dengan cara itulah, kehidupan manusia yang sehat dan nyaman akan diperoleh.

Idjah juga menuturkan, sebelum sakit, Otto menjalani hidupnya dengan kesederhanaan. Misalnya, ia memilih berjalan kaki untuk datang ke acara-acara yang dekat. Ia juga masih kerap terlibat dalam diskusi dan seminar tentang lingkungan.

“Ia benar-benar pejuang lingkungan,” katanya.

Sahabat Otto, Solihin GP yang juga peduli terhadap isu lingkungan, mengaku sangat sedih mendengar berita kepergian sahabatnya. Ia datang ke rumah duka di Jalan Cimandiri 16 Bandung. Menurutnya, Otto adalah benar-benar pejuang lingkungan. Ia juga merasa mendapatkan banyak pelajaran tentang lingkungan saat berteman dengan Otto.

“Saya belajar banyak tentang lingkungan sama dia, terutama soal hutan,” katanya.

Ir Gatot P Soemarwoto, anak tertua almarhum Otto Soemarwoto, mewakili keluarga membacakan riwayat hidup Otto. Ia juga menyampikan permintaan maaf kepada hadirin dan masyarakat.

Sejak pagi, para pelayat berdatangan. Sebagian dari mereka adalah para aktivis lingkungan. Puluhan karangan bunga berjajar di halaman rumah dan Jalan Cimandiri. Begitu banyak pelayat yang datang, polisi akhirnya menutup sementara akses jalan tersebut untuk kendaraan umum.

Tepat pukul 10.00, enam prajurit TNI AD berseragam loreng memindahkan peti jenazah menuju mobil jenazah. Dua orang cucu almarhum berada di bagian depan membawa foto Otto berukuran besar. Upacara militer turut mengantarkan peti jenazah ke dalam mobil jenazah.

Pemakaman almarhum Otto di TPU Sirnaraga juga dilakukan dengan upacara militer. Rektor Unpad Ganjar Kurnia bertindak sebagai inspektur upacara. Semasa hidupnya, Otto pernah mendapatkan penghargaan Bintang Maha Putra Utama RI.

Selanjutnya, Ganjar menurunkan karangan bunga di makam Otto dilanjutkan oleh istri almarhum dan keluarganya.

“Dia (Otto, red) adalah seorang pejuang lingkungan dan pendidik yang menerapkan langsung ilmunya. Semoga generasi selanjutnya bisa meneruskan perjuangannya,” kata Ganjar. (dia)

Sumber; tribunjabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s