Netralitas KPU dan Panwas Dipertaruhkan

Kamis, 03 April 2008
Menuju Jabar Satu

Antisipasi Konflik Pascapilgub
Netralitas KPU dan Panwas Dipertaruhkan

BANDUNG, (PR).-
Terdapat sejumlah potensi konflik yang dapat muncul dalam pelaksanaan Pilgub Jabar. Jika tidak dapat diantisipasi sejak dini, potensi itu dikhawatirkan mencuat seperti konflik pascapilkada di Maluku Utara ataupun Sulawesi Selatan.

Demikian dikemukakan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Jeiry Sumampow, dalam Diskusi Pilgub Jabar bertajuk “Pelanggaran Kampanye dan Antisipasi Sengketa dalam Pilgub Jabar” di Aula Masjid Raya Mujahidin, Jln. Sancang 6 Kota Bandung, Rabu (2/4).

Menurut dia, sedikitnya terdapat tiga sumber konflik. “Konflik bisa terjadi jika selisih jumlah suara antarcalon sangat tipis. Bisa juga akibat lembaga penyelenggara pilgub yang ’bermain’, serta terlibatnya orang ketiga dalam penyelenggaraan pilgub,” kata Jeiry.

Untuk itu, keterlibatan semua pihak dalam proses pemantauan diharapkan dapat dilakukan untuk mengantisipasi sejumlah potensi konflik tersebut hingga tak mencuat ke permukaan.

Menurut Jeiry, selisih yang tipis dalam jumlah suara, adalah yang paling mungkin muncul menjadi konflik. Hal itu terlihat dari sejumlah pengalaman pilkada di Indonesia.

“Ketelitian petugas PPS hingga KPU Jabar dalam penghitungan suara mutlak dilakukan untuk menghindari gugatan yang dapat melibatkan reaksi para pendukung pasangan calon yang kalah,” katanya.

Netralitas penyelenggara Pilgub Jabar yaitu KPU dan panwas juga diuji dan dipertaruhkan. Tidak hanya itu, keterlibatan pihak ketiga yang dapat “mengobok-obok” pelaksanaan Pilgub Jabar sangat mungkin terjadi. “Orang ketiga yang dimaksud, bisa berupa keterlibatan orang-orang di pemerintah pusat yang memiliki kepentingan tertentu di Jabar,” kata Jeiry.

Melihat dari tahapan awal pilgub, JPPR berpendapat, skala konflik pada Pilgub Jabar tidak serawan daerah lain. “Namun, bagaimanapun, antisipasi harus dilakukan sejak dini, salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan sekaligus pendidikan politik bagi masyarakat,” kata Jeiry.

Kurang kuat

Sementara itu, Panwas Pilgub Jabar mengaku agak kesulitan dalam mengakomodasi keluhan masyarakat karena tidak ditunjang perundang-undangan. Seperti diakui Ketua Panwas Pilgub Prov. Jabar Anton Minardi, sering kali pelanggaran versi masyarakat yang dilaporkan tidak diatur secara jelas dalam undang-undang.

Masalah yang mencuat akhir-akhir ini, salah satunya adalah keterlibatan anak-anak dalam kampanye ataupun keterlibatan kepala daerah yang menjadi juru kampanye atau ikut serta dalam kampanye. Anton mengatakan, panwas tak dapat berbuat banyak karena justru aturan perundangan tidak menyebutkan secara jelas tentang larangan maupun sanksinya.

Terkait dengan hal itu, Jeiry mengakui hal itu disebabkan kurang kuatnya posisi panwas dalam sebuah pilkada. Selama ini, panwas sangat bergantung pada tiga elemen yang akan menindaklanjuti hasil temuan mereka, yaitu KPU, kepolisian, dan kejaksaan. “Panwas seharusnya memiliki otoritas untuk menindaklanjuti hasil temuan mereka serta memiliki hak untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkan mereka kepada tiga pihak tadi,” katanya.

Anggota KPU Jabar Memet Akhmad Hakim melihat terdapat kontradiksi antara produk hukum yang dihasilkan dalam penyelenggaraan pemilu. Salah satunya antara UU No. 32/2004 dengan UU No. 22/2007 yang bersinggungan dalam beberapa hal.

“KPU bekerja secara yuridis, keputusan yang harus diambil masuk dalam ranah politis. Maka kompromilah yang akhirnya berbicara, seperti yang terjadi dalam rangkaian awal pilgub ini,” kata Memet.

Kompromi ini juga yang kemudian banyak dipakai sebagai jalan tengah dalam setiap perbedaan pendapat yang muncul. (A-124)***

pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s