Ormas Ba’asyir Ancam Galang Aksi Anti Fitna

Senin , 31 Maret 2008 , 01:29:01 wib

Ormas Ba’asyir Ancam Galang Aksi Anti Fitna
Pemerintah Belanda Sesalkan Wilders

Persda Network/aco

JAKARTA, TRIBUN – Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), ormas Islam pimpinan Abubakar Ba’asyir, mengeluarkan pernyataan yang mengecam penyebarluasan Fitna, film yang bertema anti-Islam yang dibuat anggota parlemen Belanda.

Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI, Irfan S Awwas, mengancam akan menggalang aksi bila pemerintah Belanda tidak menghentikan penayangan film tersebut.
“MMI tegas menolak film itu,” ujarnya di Jakarta, Minggu (30/3).

Film berdurasi 15 menit yang berlatar belakang gambar-gambar peristiwa hancurnya gedung World Trade Center (WTC) 11 September dan bom Madrid, Spanyol, itu dibuat oleh Geert Wilders, seorang politisi Belanda yang berhaluan ultrakonservatif.
Menurut Irfan, ketegasan pemerintah diperlukan agar film tersebut tidak menjadi provokasi baru di tengah masyarakat Muslim. “Kalau gerakan Islam dituduh represif kok pemerintah agresif. Tapi kalau film seperti itu dibiarkan saja,” katanya.

Irfan mengatakan, film itu jelas menjelek-jelekkan Islam dan membudayakan fitnah di tengah masyarakat. “Sekarang, ketika kaum liberal dan sekuler memfitnah Islam seperti ini, pemerintah harusnya represif juga terhadap mereka. Jangan sampai masyarakat Islam sendiri yang bertindak,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, diminta memproteksi film seperti itu dan jangan menuggu delik pidana lalu bertindak tegas. “Jika demikian halnya, itu sama artinya pemerintah memberi peluang masyarakat Islam bertindak, barulah film ini ditertibkan,” katanya.

Mengantisipasi kemarahan ormas Islam terkait penyebarluasan Fitna, pemerintah bertekad dengan melindungi warga negara asing (WNA) dari kemungkinan sweeping.
“Kita kan bangsa yang besar, ya kita lindungilah mereka,” ujar Menteri Kebudayaan dan Pairiwisata, Jero Wacik, di Jakarta, Minggu.
Meski menyiapkan langkah antisipasi, Jero mengaku belum mendengar ada rencana ormas untuk men-sweeping warga asing. Namun, dia berharap hal itu tidak terjadi.

Youtube
Fitna sudah dirilis di Den Haag, Belanda, Jumat (28/3). Namun, film yang dinilai sangat provokatif ini hanya bisa dilihat melalui website, di antaranya youtube.com. Tidak satu pun stasiun televisi lokal menyiarkan film itu.
Semula, film itu disebarluaskan lewat website liveleak.com. Belakangan, setelah muncul protes, Fitna dihilangkan dari situs tersebut. Pada website youtube.com, film tersebut bisa diunduh. Tercatat 2.370 video terkait.

Parlemen Belanda akan membahas Fitna pada Rabu (2/4). Sebagaimana dilansir Haaretz, Minggu, pemerintah Belanda khawatir terjadi kerusuhan antar umat beragama menyusul peluncuran Fitna.
Wilders menolak tuduhan filmnya ini sebagai provokasi. Ia berdalih, Fitna adalah peringatan karena Islam dan Alquran berpotensi mengancam kebebasan warga Belanda dan Eropa. Selain itu, ia juga mendesak Eropa untuk menaklukkan Islam.

Fitna menuai kecaman dari masyarakat Muslim Belanda. Mereka menggelar demonstrasi di luar gedung parlemen di Den Haag. Mereka menyebut Wilders pembohong.
Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende, menyesalkan penyebaran film tersebut. Pemerintah Belanda juga menyatakan Wilders tidak mewakili negara dan rakyat Belanda.
Rilis Fitna mendahului sidang gugatan sela di Pengadilan Rotterdam yang diajukan oleh organisasi Muslim di Belanda, akhir pekan lalu. (Persda Network/aco/dtc)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s