“Pertarungan” Resmi Dimulai

Jum’at, 28 Maret 2008
Menuju Jabar Satu

BANDUNG, (PR).-
“Pertarungan” pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar secara resmi dimulai Kamis (27/3), yang diawali dengan penyampaian visi dan misi para calon di Gedung DPRD Jabar. Penyampaian visi dan misi diwarnai aksi unjuk rasa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandung. Mereka menuntut visi dan misi yang disampaikan itu bukan omong kosong.

Penyampaian visi dan misi tiga pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub), berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jabar. Acara dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jabar Lex Laksamana, unsur KPU Jabar dan KPU kabupaten/kota, Panwas Pilgub Jabar dan kabupaten/kota, muspida, para pimpinan parpol, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelajar/mahasiswa, perguruan tinggi, dan perwakilan dunia usaha. Hadir juga para istri cagub dan cawagub.

Sebelum masing-masing kandidat menyampaikan visi dan misinya maksimal selama 45 menit, seluruh pimpinan partai pengusung cagub dan cawagub menyatakan ikrar bersama. Ikrar yang dibacakan Ketua DPD Partai Golkar Jabar Uu Rukmana itu berisi seruan kepada seluruh konstituen dan masyarakat, untuk menciptakan suasana kondusif selama kampanye. Mereka akan melaksanakan Pilgub Jabar secara demokratis, tenteram, dan damai. Selain itu, agar menjaga persatuan dan kesatuan serta menggunakan hak pilihnya dengan baik. Ikrar bersama itu kemudian ditandatangani oleh seluruh pimpinan partai pengusung cagub dan cawagub.

Ketua DPRD Jabar H.A.M. Ruslan mengemukakan, penyampaikan visi dan misi para calon sangatlah strategis, karena visi dan misi itu menjadi bagian penting dari rencana pembangunan jangka menengah daerah, yang akan dilakukan oleh para kandidat setelah mereka terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jabar 2008-2013.

Ketua KPUD Jabar Setia Permana menyebutkan, penyampaian visi dan misi hendaknya bukan sekadar syarat formal, tetapi harus bermakna bagi rakyat, karena masyarakat akan melihat mana yang bersungguh-sungguh dan mana yang sekadar formalitas. Momen itu pun diharapkan menjadi tolak ukur bagi masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya.

Aksi KAMMI yang digelar di halaman Gedung Sate, kemarin, menuntut “panca tuntutan rakyat” atau “pantura”. Mereka menuntut realisasi pendidikan dasar 9 tahun gratis, penurunan harga sembako, akses pelayanan kesehatan yang mudah dan gratis bagi masyarakat miskin, penyediaan lapangan kerja seluas-luasnya, serta pemberantasan korupsi. Untuk itu, cagub dan cawagub Jabar haruslah memiliki visi kerakyatan dan misi konkret, dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

Visi calon

Visi dan misi Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana (Da’i), yang dibacakan Danny yaitu mengabdi dengan hati menuju “Jabar Sukses 2013”. Sukses merupakan akronim dari sejahtera, unggul, kondusif, selaras, efisien, dan sauyunan. Menurut Danny, secara umum, pembangunan SDM dan ekonomi di Jabar mengalami peningkatan cukup baik, kecuali kemiskinan yang jumlahnya mengalami peningkatan sebesar 1,24%. Tetapi, kenaikan itu terjadi merata di seluruh wilayah di Indonesia, terkait kenaikan harga BBM yang mendorong inflasi serta tingginya migrasi ke Jabar, yang umumnya melibatkan warga berkesejahteraan rendah.

Untuk itu, menurut dia, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) harus meningkatkan tali silaturahmi untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi Jabar, di antaranya melalui sembilan kebijakan makro pembangunan Jabar 2008-2013. Danny juga mengemukakan program 100 hari pertama jika terpilih menjadi gubernur, di antaranya, menyelesaikan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2008-2012, memantapkan kualitas ketahanan pangan, menyusun blue print aksi percepatan pengurangan kemiskinan, implementasi program pendidikan dan kesejahteraan yang berkualitas dan terjangkau, serta melakukan komunikasi intensif tentang kebijakan Pemprov Jabar kepada seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan di Jabar.

Sementara itu, Agum Gumelar tidak membaca visi dan misi Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim secara utuh, sebagaimana materi yang disampaikan kepada DPRD dan dibagikan kepada undangan yang hadir. Agum menyampaikan kondisi Jabar yang ia potret dari hasil kunjungannya ke daerah-daerah selama 1,5 bulan, seperti tingginya angka kemiskinan, banyak sekolah dan jalan yang rusak, pengangguran, dan kasus gizi buruk. Padahal, dengan potensi yang dimiliki Jabar, menurut dia, kondisi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Masyarakat pun mengharapkan perubahan yang lebih baik dan positif. Untuk itu, ia dan Nu’man akan mengejar ketertinggalan Jabar.

“Kesimpulannya, kening saya berkerut. Kok, begini Jabar. Tapi tolong, ini jangan dianggap sebagai mengeksploitasi kemiskinan. Tapi, kami ingin menyiapkan diri jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, sehingga bisa mengambil langkah yang tepat dan bijak. Oleh karena itu, kami punya tekad untuk ngahijikeun Jawa Barat jadi kahiji,” tuturnya. Tekad Agum pun diamini Nu’man, ketika meneruskan membacakan visi dan misi mereka.

Agum pun meminta agar masyarakat lebih dewasa untuk memilih pasangan cagub dan cawagub sebagai kepala dan pelayan masyarakat.

Sementara visi dan misi Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) yang mereka bacakan secara bergantian, bertema “Terwujudnya Masyarakat Jawa Barat Mandiri, Dinamis, dan Sejahtera”. Setelah mengetahui berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi masyarakat Jabar, seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan, ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, mereka terpanggil untuk bekerja keras mengejar ketertinggalan Provinsi Jabar, agar mampu bersaing dan unggul dibandingkan dengan provinsi lain.

Jika terpilih menjadi gubernur, mereka telah menyiapkan program unggulan, seperti jaminan kesehatan dan pendidikan, birokrasi yang bersih. Dengan jaminan kesehatan, APBD akan menanggung biaya pengobatan masyarakat di puskesmas. Sedangkan jaminan pendidikan, yaitu seluruh anak-anak yang tidak mampu akan dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan sejak SD sampai SMA. Mereka juga berupaya untuk menciptakan birokrasi yang amanah dan profesional, serta responsif dan kompetitif, membangun ekonomi kerakyatan, dan membangun Jabar sebagai agropolitan. Hal lainnya, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kelautan, pembangunan infrastruktur, serta mengembangkan energi dan pengelolaan sampah dan limbah.

Jelekkan Da’i

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Uu Rukmana menyesalkan sikap Agum Gumelar yang dalam penyampaian visi dan misinya, malah mengkritik habis-habisan kinerja pemerintahan Danny Setiawan. Padahal, sebelumnya, telah ada kesepakatan untuk saling menghargai dan tidak menjelek-jelekkan pasangan calon.

“Tapi, dengan mengkritik dan menjelek-jelekkan Pak Danny, itu sama artinya dengan menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri. Karena kan pemerintahan Pak Danny itu tidak sendiri, tapi bersama Pak Nu’man. Kalau pemerintahan Pak Danny dianggap jelek, apa bedanya dengan Pak Nu’man?” ujar Uu.

Menurut Uu, seharusnya visi dan misi yang disampaikan para calon itu mengedepankan program yang terbaik untuk rakyat. Bukan mengkritik kinerja pemerintahan Danny sebelumnya, seperti masalah kerusakan jalan dan bangunan sekolah yang rusak. Apalagi, mereka sudah berkomitmen untuk melaksanakan kampanye yang betul-betul bersih.

Ketua DPRD Jabar H.A.M. Ruslan mengatakan, masyarakat akan menilai sendiri pernyataan Agum tersebut. Ketika ditanya apakah itu melanggar aturan kampanye, Ruslan pun menyerahkan sepenuhnya kepada Panwas Pilgub yang dianggap berwenang terhadap persoalan itu.

“Tapi, saya hanya mengingatkan kepada semua pasangan calon agar saling menghargai dan tidak saling menyinggung. Apalagi, kan sebelumnya, mereka telah berkomitmen untuk menjalani kampanye tanpa melukai perasaan masyarakat dan pasangan calon,” ujarnya.

Agenda kampanye

Jumat (28/3) ini, pasangan Da’i mendapat giliran kampanye di Kota Bandung. Kampanye akan diawali dengan jalan sehat dari GOR Pajajaran ke Gasibu, pada pukul 7.00 WIB. Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Jabar Ali Hasan, kampanye terbuka perdana itu akan diikuti sekitar 50.000 kader Partai Golkar dan Partai Demokrat, serta simpatisan Da’i. Jalan sehat pun akan diikuti dengan konvoi kendaraan bermotor.

Dikatakan, panggung kampanye di Gasibu akan diramaikan dengan kehadiran Asep Sunandar Sunarya, Krisna Mukti, Yan Asmi, Darso, Nazar KDI, Kinkin Kintamani, dan artis-artis lokal lainnya.

“Kami mengimbau agar massa berlaku sopan, tertib dan menghormati masyarakat lainnya yang tak mengikuti kampanye. Tunjukkan bahwa massa Da’i benar-benar santun seperti selama ini diperlihatkan oleh sikap dan perilaku Kang Danny-Kang Iwan yang taat hukum. Perlihatkan bahwa massa yang besar tidak berarti kasar, brutal atau tak menghargai orang lain,” ujar Ali.

Menurut dia, acara di Gasibu akan berakhir sebelum pukul 11.00, dan dilanjutkan dengan salat Jumat di Pusdai Jln. Diponegoro Bandung. Dari tempat itu, rombongan akan bergerak menuju Cirebon guna berkampanye keesokan harinya.

Sementara pasangan Agum-Nu`man (Aman) akan berkampanye di dua kota, yaitu Bogor dan Depok. Untuk kedua kota ini, mereka membawa isu berbeda. Rudy Harsa Tanaya, Ketua Tim Sukses Aman mengatakan, untuk Kota Depok, isu pendidikan akan dikedepankan. “Isu ini diangkat karena Depok merupakan kota pendidikan,” kata Rudy. Sementara untuk Kota Bogor, tidak ada isu khusus yang akan ditekankan. Menurut Rudy, itu karena Kota Bogor bersifat plural.

Menurut rencana, Agum dan Nu`man tidak akan berangkat ke lokasi kampanye bersamaan, meski sama-sama berangkat dari Bandung. Rombongan Agum berangkat menggunakan helikopter menuju Parung, sedangkan Nu`man berangkat dengan jalan darat menyusuri berbagai wilayah, seperti Ciranjang, Cianjur, Cisarua, untuk kemudian bertemu dengan Agum di Masjid Agung Bogor.

Di panggung kampanye, direncanakan Taufik Kiemas sebagai tokoh PDIP akan dilibatkan. Tak ketinggalan, dalam upaya merangkul massa, Tim Aman mempersiapkan beberapa seniman, seperti Rhoma Irama dan Ikke Nurjanah.

Sementara itu, pasangan Hade akan berangkat menuju Karawang. Di kota ini, mereka membawa isu peningkatan kesejahteraan petani. Menurut Haris Yuliana, Ketua Tim Kampanye pasangan Hade, isu ini diambil mengingat Karawang dikenal sebagai lumbung padi. “Karena itu, isunya seputar peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan produksi pertanian,” kata Haris.

Rombongan kampanye pasangan Hade juga tidak berangkat bersamaan. Ahmad Heryawan akan berangkat dari Cisokan ke arah Subang dan menyusuri beberapa titik di jalur itu, sedangkan Dede Yusuf akan berangkat lebih siang, mengingat di Posko Hade Sukamiskin akan diadakan potong tumpeng sekitar pukul 8.00 WIB.

Dalam kampanye kali ini, tim kampanye pasangan Hade menggunakan juru kampanye lokal. “Rencananya ada beberapa teman Dede Yusuf yang akan datang, tapi namanya belum pasti,” kata Haris.

Forum musisi

Walau Forum Musisi Jawa Barat (FMJB) secara lembaga tetap independen, tetapi hak politik berada pada masing-masing pribadi. “Kami secara pribadi-pribadi mendukung penuh Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana untuk menjadi gubernur dan wagub Jawa Barat, karena selama ini Danny sebagai gubernur telah banyak berjasa pada para musisi, baik itu berupa penghargaan maupun santunan bagi para musisi yang telah berkiprah mengharumkan nama Jawa Barat,” ujar musisi yang juga Dewan Kehormatan FMJB, Iwan Sanilan Gunawan, didampingi Ketua Umum FMJB, Machyul Rhapsodia dan Sekum FMJB Ruslan Dalimas di RM Bancakan Jln. Trunojoyo Bandung, Kamis (27/3). (A-136/A-160/A-96/A-73/CA-179/C-30)***

pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s