Sugan we ku langsung dipilih rakyat mah, pamingpin teh langkung nyaah ka rakyat

Minggu, 13 April 2008

UNTUK pertama kali, rakyat sebagai pemegang kedaulatan akan menentukan sendiri pemimpinnya dalam ajang Pilgub Jabar 2008. Dan, Minggu 13 April ini, suara rakyat akan menjadi mandat bagi satu dari tiga pasang kandidat cagub dan cawagub untuk melakukan berbagai program perbaikan kehidupan. Akankah suara rakyat ini dijadikan amanah atau sekadar syarat bagi para kandidat untuk memegang kekuasaan?

Aceng (40), penjual minuman

Saya mah rek nyoblos. Soalna lebar mun hak pilih teu digunakeun mah. Iraha deui tiasa nyoblos. Tapi, eta ge can apal rek milih saha. Sugan we ku langsung dipilih rakyat mah, pamingpin teh langkung nyaah ka rakyat. Ngarah harga teu siga ayeuna teuing. (Saya mau mencoblos. Soalnya sayang jika hak pilih tidak dipergunakan, kapan lagi bisa mencoblos. Semoga saja dengan dipilih langsung oleh rakyat, pemimpin lebih sayang kepada rakyat. Supaya kondisi harga tidak seperti sekarang ini)**

Ade (26), montir

Saya pasti mencoblos. Soalnya TPS-nya dekat rumah. Jadi, kayaknya malu aja kalau nama dipanggil, tapi saya enggak datang. Nama saya kan sudah terdaftar. Tapi, sampai sekarang sih masih belum tahu mau pilih siapa. Semua calonnya kelihatannya sama aja. Pas kampanye juga tiiseun, tidak begitu ramai.

Ukar (38), sopir

Nyoblos? pasti atuh. Saya sudah punya pilihan. Lagi pula sayang kalau ada kesempatan untuk memilih, tapi tidak dipergunakan. Soal siapa yang saya pilih, itu rahasia. Tapi, siapa pun nanti yang menang, dia harus bisa memimpin rakyat, bisa menolong rakyat, dan memajukan Jawa Barat.

Enung (35), wiraswasta

SAYA mau nyoblos. Soalnya penasaran, pengen tahu gimana hasilnya. Jadi, saya ikutan saja. Sekarang, ada sih yang bakal dipilih. Mudah-mudahan saja yang saya pilih bisa bikin Jawa Barat sejahtera.

Nur Huda (30), penjual pecel lele

Kalau milih sih kayaknya bakal. Tapi, masih bingung. Belum tahu mau memilih yang mana. Dari kampanyenya sih semua janjinya bagus-bagus. Ya, moga-mogalah kampanyenya bisa jadi kenyataan, buat menolong orang kecil kayak saya.

Dadang (48), tukang becak

Saya tahu kalau besok (hari ini-red.) pemilihan Gubernur Jabar. Tapi, saya belum tahu akan memilih siapa. Soalnya enggak kenal dengan calon-calonnya. Ya, gimana nanti sajalah. Tergantung hati saya saja akan memilih siapa buat saya, siapa pun yang jadi pemimpin yang penting kudu nyaah ka rakyat. Barang-barang kebutuhan pokok jangan terlalu mahal atuh.

Maman (56), kuli angkut

Yang pasti saya mau ada perubahan di Jabar. Ya, gimana ya… sudah cape susah terus, hehehehe… . Untuk Pilgub Jabar, saya sendiri sudah ada pilihan. Tapi, enggak mau bilang-bilang dong, kan rahasia. Harapan saya, semoga Pilgub Jabar ini bisa melahirkan pemimpin yang tegas dan berpihak kepada rakyat kecil sehingga perekonomian bisa lebih baik lagi. Supaya kita enggak susah nyari makan setiap hari.

Deddy Dores (58), musisi

HARI ini kita memilih pilihan berdasarkan hati nurani, semua kandidat tentu putra-putra terbaik Jawa Barat. Melihat dari prestasinya selama ini, mungkin masyarakat akan tahu apa yang telah dilakukan Da`i, Aman, ataupun Hade. Tapi, kandidat tidak perlu kecewa jika ada warga yang tidak memilihnya. Warga memiliki keinginan sendiri, tidak bisa dibujuk rayu. Jadi, yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana memberikan yang terbaik untuk Jabar. (Feby Syarifah/Diro Aritonang/”PR”/Joko Pambudi)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s