Gubernur Jabar Ditentukan Hari Ini

Masyarakat Diseru untuk Memilih

Minggu, 13 April 2008
Utama

BANDUNG, (PR).-
Masyarakat Jawa Barat akan menentukan gubernur dan wakilnya dalam ajang pemilihan gubernur (pilgub), Minggu (13/4) ini. Melalui pencoblosan yang dilakukan di 63.005 tempat pemungutan suara (TPS), suara dari 27.972.924 pemilih di Jabar akan menentukan pemimpinnya untuk lima tahun mendatang.

“Berdasarkan informasi dari seluruh KPU di tingkat kabupaten/kota, pelaksanaan Pilgub Jabar sudah siap digelar. Semua KPPS telah terbentuk begitu juga dengan TPS-TPS. Kami siap menggelar pilgub,” kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di kantor KPU Jabar, Jln. Garut 11 Kota Bandung, Sabtu (12/4).

Ferry menegaskan, tak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kesiapan logistik pilgub, karena semuanya telah tersalurkan hingga ke tiap TPS. Menurut dia, pelaksanaan pencoblosan dilakukan serempak di 26 kabupaten/kota di Jabar mulai pukul 7.00 WIB sampai 13.00 WIB. Tak ada penundaan waktu pencoblosan di TPS mana pun karena kendala teknis ataupun kendala lainnya. “Kami siap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Pilgub Jabar 2008 ini. Jikalau ada temuan apa pun yang dirasa menyimpang dalam pelaksanaannya, silakan temui panwas pilgub,” ujarnya.

Satu hari menjelang pencoblosan, secara umum sejumlah TPS sudah dipersiapkan dengan baik. Di TPS 10 Kel. Pasirkaliki, Kec. Cimahi Utara misalnya, menjelang malam, beberapa anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tampak sibuk mempersiapkan bangku, meja, dan tenda. TPS yang menggunakan lahan kosong ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak pagi, namun sempat terhenti karena terkendala hujan.

Menurut Cecep, salah seorang anggota KPPS, tenda yang dipergunakan di TPS tersebut merupakan terpal milik warga, dengan harga sewa lebih rendah dari harga pasaran. Hal itu disebabkan anggaran yang disediakan untuk penyewaan tenda dan perangkat lainnya tidak mencukupi.

TPS 32 dan 35 Kel. Warung Muncang, Kec. Bandung Kulon Kota Bandung menggunakan ruangan kelas sekolah dasar sebagai tempat pencoblosan. Menurut Roni, Ketua KPPS setempat, anggaran yang tersedia untuk penyewaan tenda dipergunakan untuk konsumsi masyarakat yang ikut membantu pembangunan TPS.

Sabtu malam kemarin, Wali Kota Bandung Dada Rosada meninjau sejumlah TPS di Kota Bandung untuk memastikan bahwa mereka siap menggelar pilgub hari Minggu ini. Beberapa TPS yang ditinjau Dada Rosada adalah TPS SD Balonggede, TPS Pakuan, TPS Tamansari di bawah jembatan layang Pasupati, TPS SD Sabang, TPS SMK 2 Ciliwung, dan TPS Tirtasari.

Kandidat
Sementara itu, pasangan Danny Setiawan dan Iwan Ridwan Sulandjana (Da`i) ketika dihubungi “PR” secara terpisah, menyatakan siap menerima kenyataan apa pun atas hasil penghitungan suara Pilgub Jabar. Pada hari pencoblosan, Minggu (13/4) ini, Danny Setiawan bersama Ny. Rinania Danny Setiawan dan keluarga, mencoblos di TPS 54, RT 01 RW 01 Kel. Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. Lokasi TPS tersebut berdekatan dengan rumah dinas gubernur, Gedung Pakuan. Sedangkan Iwan bersama istri, Ny. Nining Iwan Sulandjana serta anaknya, akan mencoblos di TPS 08, yang tak jauh dari rumahnya di Kp. Cikeas Udik RT 3 RT 7, Kec. Gunung Putri, Kab. Bogor.

Cagub Agum Gumelar beserta keluarga melakukan sungkem ke rumah ibunya di Jln. Abdul Rivai Kota Bandung untuk meminta doa restu menghadapi hari penentuan. Agum yang tidak ikut mencoblos hanya akan melakukan pemantauan ke TPS-TPS di sekitar rumahnya di Jln. Pager Gunung Kota Bandung. Sedangkan, cawagub Nu`man Abdul Hakim akan mencoblos di TPS 6 Desa Rahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung. Dia dan keluarga akan bertolak dari kediamannya di Kompleks Perumahan Batununggal Kota Bandung pada pukul 7.00 WIB.

Cagub Ahmad Heryawan dan cawagub Dede Yusuf juga tak akan mencoblos dalam pilgub ini karena tak memiliki hak pilih. Ahmad akan memantau pencoblosan di sejumlah TPS di Dago dan sekitarnya. Dede Yusuf akan memantau di sejumlah TPS di kawasan Jln. Tubagus Ismail Kota Bandung.

Menurut Ketua Tim Sukses Hade, Haris Yuliana, sedikitnya 63.005 saksi akan disiapkan untuk mengawal proses pemungutan suara di seluruh Jabar. Selain saksi, tiap TPS juga didampingi pengawas dari tim Hade. Mereka bertugas menjaga kotak suara sampai ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Fasilitasi masyarakat

Panwas Pilgub Prov. Jabar mengakui masih banyak pemilih di Jabar yang belum terakomodasikan hak-haknya, baik itu tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) ataupun tidak menerima kartu pemilih dan surat panggilan. Hal itu disampaikan Ketua Panwas Jabar Anton Minardi, ketika menerima kunjungan Gubernur Jabar Danny Setiawan, di Sekretariat Panwas Jabar, Jln. Anggrek 61 Kota Bandung.

Hal itu sekaligus menjawab pertanyaan Gubernur terkait banyaknya laporan masih banyak masyarakat yang tidak terakomodasikan hak politiknya. “Karena itu, saya mengimbau masyarakat agar melaporkan hal itu ke panwas. Jika syarat-syarat yang diajukan itu terpenuhi, kasusnya bisa diajukan ke pengadilan. Asal, per orang per kasus,” paparnya.

Danny berharap hal itu segera diselesaikan. Namun, menurut Danny, hal tersebut harus diimbangi dengan antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak politiknya secara maksimal.

Jauhi golput
Ormas-ormas Islam di Jawa Barat memandang memilih pemimpin sebagai kewajiban, sehingga mengimbau agar umat Islam menggunakan hak pilihnya dan menjauhi golput. Umat juga diimbau agar memilih pemimpin yang bermutu dan menjauhi politik uang.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, K.H. Hafizh Utsman, Ketua PW Muhammadiyah Jabar Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, Ketua PW Persatuan Umat Islam (PUI) Drs. H. Djadja Djahari, dalam pernyataannya kepada “PR”, Jumat (11/4). Imbauan yang sama juga dikatakan Ketua PW Persis Jabar K.H. Idad Sumarta, Ketua PC NU Kota Bandung K.H. Maftuh Kholil, Ketua I Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar H. Zulkarnaen, dan Humas Al Irsyad Al Islamiyah, Kholid Harras.

Seruan kepada masyarakat pemilih juga datang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Bandung. Dalam aksinya di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Gedung Sate, dan Bandung Indah Plaza (BIP), mereka menyerukan agar masyarakat berhati-hati saat memilih. Selain mewaspadai praktik politik uang, KAMMI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menjatuhkan pilihan berdasarkan pada ketokohan semata. Para pemilih diharapkan meninggalkan penilaian subjektif dan melihat seluruh calon secara objektif.(A-71/A-124/A-136/A-154/A-156/A-158/CA-165/CA-179)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s