Hade Unggul Dalam “Quick Count”

Senin, 14 April 2008
Utama

Hade

CAGUB/Cawagub Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf diangkat para pendukungnya seusai konferensi pers, setelah mengetahui hasil penghitungan cepat (“quick count”) yang menunjukkan kemenangan mereka di Media Center Hade di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu (13/4).* KRISHNA AHADIYAT

BANDUNG, (PR).-
Hasil penghitungan cepat (quick count) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, Minggu (13/4), yang dilakukan sejumlah lembaga survei menunjukkan, pasangan Ahmad Heryawan/Dede Yusuf (Hade) unggul dalam pengumpulan suara.

Sementara penghitungan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar masih jauh dari jumlah seharusnya. Sampai pukul 22.30 WIB, baru masuk 651.130 suara dari sekitar 27 juta pemilih. Untuk itu, KPU meminta masyarakat untuk menunggu hasil penghitungan secara manual oleh KPU hingga ditetapkan Selasa (22/4) atau Rabu (23/4) mendatang.

Tercatat, empat lembaga survei yang menggelar penghitungan cepat dalam Pilgub Jabar yakni Lingkaran Survey Indonesia, Metro TV yang bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia, Kompas, dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Hasil penghitungan cepat mereka menunjukkan angka yang tak jauh berbeda yakni pasangan Hade unggul dari pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) dan Danny Setiawan-Iwan Ridwan Sulandjana (Da’i).

Meski baru melalui penghitungan cepat, kemenangan pasangan Hade tersebut sudah mendapat ucapan selamat dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden RI.

Ucapan selamat dari Jusuf Kalla itu disampaikan kepada Presiden PKS Tifatul Sembiring lewat SMS (Baca juga PKS Terima Ucapan Selamat JK, hal. 14).

Harus bersinergi

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seusai memberikan suaranya dalam Pilgub Jabar mengemukakan, siapa pun pasangan yang memenangi pesta demokrasi di Jabar itu, tetap harus bersinergi dengan pemerintah pusat.

“Kita berharap pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ini berlangsung lancar, tertib, dan aman, sampai pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti,” kata SBY.

Menurut kepala negara, dalam kompetisi, kalah dan menang itu merupakan hal biasa. Bagi yang menang, jangan menepuk dada, tetapi sebaliknya, yang kalah juga harus mendukung yang menang. “Siapa pun yang menang, dia harus bersinergi dengan Presiden,” tuturnya.

SBY menambahkan, calon gubernur yang menang harus bertanggung jawab kepada masyarakat Jawa Barat, baik yang memilih maupun yang tidak. Sebagai gubernur, harus bertanggung jawab bagaimana caranya mengatasi permasalahan yang muncul seperti masalah pangan akibat pengaruh kondisi perekonomian dunia.

SBY dan Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono beserta keluarga memberikan suara di TPS nomor 3, RT 01/02, di Gedung Sekolah Alam, Cikeas, Kab. Bogor.

Presiden dan istri, juga ditemani Edi Baskoro (putra mereka) dan Annisa Pohan (menantu). Mereka tiba dengan mengemudikan bugie (kendaraan untuk golf-red.) dari rumah SBY yang lokasinya tidak jauh dari TPS tersebut. Kedatangan SBY disambut Bupati Bogor Agus Utara Effendi, Sekretaris Daerah Pemkab Bogor, dan sejumlah pejabat teras Pemkab Bogor, serta muspida di Pemkab Bogor.

Tunggu “real count”

Meski hasil quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei menyatakan pasangan Da’i kalah, tetapi kubu Da’i tetap akan menunggu hasil real count yang dilakukan KPU Jabar. Hal itu dikemukakan Danny dan Iwan, secara terpisah, di Bandung, petang kemarin. Terlebih lagi, TPS yang dijadikan objek quick count itu diambil secara random.

Apalagi, Tim IT Da’i Centre masih menerima laporan perhitungan raihan suara dari tim mereka di lapangan. Menurut Ketua Tim IT Abu Bakar, hingga pukul 22.30 WIB kemarin, data yang mereka terima baru 500.000 suara. Dari jumlah tersebut, tercatat bahwa pasangan Da’i meraih 31%, Aman 31%, sedangkan Hade 37%.

Sementara itu, suasana sepi menyelimuti rumah Danny di Jln. Anggrek Bandung. Di luar rumah, tampak berkerumun sejumlah pengawal pribadi (walpri) dan staf-stafnya, sambil membahas hasil penghitungan sementara. Danny pun hingga malam kemarin, memilih tinggal di dalam rumah. Namun, kira-kira pukul 21.00 WIB, dia keluar rumah tanpa sepengetahuan wartawan.

Di TPS-nya masing-masing, pasangan Da`i menang telak atas dua pasang rivalnya. Di TPS 1, RT 1 RW 1, Kel. Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, tempat Danny Setiawan mencoblos bersama keluarganya, pasangan Da`i mendapat 301 suara dari 453 pemilih, yang menggunakan hak politiknya di TPS tersebut. Sedangkan pasangan Aman meraih 114 suara, disusul pasangan Hade mendapat 33 suara, dan suara tidak sah sebanyak 5 suara.

Sementara di TPS 8 Cikeas Kab. Bogor, tempat Iwan Sulandjana mencoblos bersama keluarganya, pasangan Da`i mendapat 249 suara dari 462 DPT yang ada. Sedangkan Aman mendapat 25 suara dan Hade 49 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 18 suara.

LSI

“LSI mengucapkan selamat atas kemenangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. Ini adalah kado istimewa bagi masyarakat Jawa Barat,” kata Widdi Aswindi, Direktur Pemenangan Lingkaran Survei Indonesia. Ia didampingi oleh Direktur Riset Jaringan Isu Publik, Eka Kusmayadi, dalam konferensi pers di Hotel Grand Preanger Bandung, kemarin.

Kemenangan Hade, menurut Widdi, disebabkan berbagai faktor. Ia mengatakan, seminggu sebelum pencoblosan terdapat sekitar 19,1% pemilih yang masih belum menentukan pilihannya. Para pemilih tersebut kemudian menjatuhkan pilihannya kepada Hade yang ternyata mampu memobilisasi masyarakat pada masa akhir sebelum pencoblosan. Widdi bahkan menilai bahwa fenomena pada Pilgub Jabar ini cukup aneh.

Pengambilan para pemilih itu disebabkan oleh tingkat kepuasan terhadap incumbent yang rendah. Apalagi cagub Danny Setiawan memiliki tingkat keterkenalan yang sangat rendah dibandingkan dengan Dede Yusuf atau Agum Gumelar. Selain itu, data LSI mencatat sejak 2007 alu, tak ada gubernur incumbent yang memenangi kembali pilkada, kecuali di Maluku Utara. Ini berarti, tingkat rentang kendali gubernur terhadap wilayah yang sangat rendah.

“Angka golput di Jabar yang mencapai 64,7% termasuk tinggi dan berada di bawah angka rata-rata nasional yang mencapai 73,1%. Biasanya, semakin rendah angka partisipasi maka makin rendah pula suara untuk incumbent,” kata Widdi.

Efek popularitas juga memegang peranan penting. Peran personal rupanya lebih kuat dibandingkan dengan peran parpol. Kecenderungan parpol kecil yang memenangi pilkada juga merupakan fenomena umum yang terjadi di beberapa daerah. Pemilih perempuan dinilai LSI lebih kuat dalam pilgub ini. Munculnya sosok selebriti dapat menggeser figur politikus harus menjadi bahan kajian tersendiri bagi para peneliti.

“Ini hanya pendekatan statistik. Hasil akhir harus tetap menunggu penghitungan manual dari KPU Jabar,” kata Widdi.

Hasil manual
Hasil Pilgub Jabar yang dilansir dalam sejumlah penghitungan cepat direspons positif oleh anggota KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Menurut dia, hasil hitung cepat memang dapat menjawab kepenasaranan masyarakat. Namun demikian, ia berharap agar hasil ini tak menimbulkan gejolak baru di tengah masyarakat hingga diharapkan agar masyarakat tetap mengacu pada hasil penghitungan manual yang dilakukan oleh KPU, melalui dari tingkat PPS, PPK, KPU kab./kota, hingga KPU Prov. Jabar.

“Penetapan oleh KPU Jabar akan dilakukan Selasa (22/4) atau Rabu (23/4) mendatang. Kita tunggu saja hasilnya nanti,” kta Ferry. Secara keseluruhan, pelaksanaan Pilgub Jabar berlangsung kondusif dan tak ada penundaan pencoblosan di semua TPS. (A-72/A-124/A-136/A-154/A-158/A-163)***

sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s