Hade yang Fenomenal

Selasa, 15 April 2008
Opini

Oleh Mohamad Sohibul Iman

Fenomenal! Mengejutkan! Itulah kira-kira komentar para pengamat, pelaku survei, dan masyarakat umum terhadap hasil sementara pemilihan gubernur Jawa Barat, yang berlangsung Minggu 13 April 2008. Survei-survei yang dilakukan berbagai lembaga seperti Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) beberapa hari menjelang pencoblosan, selalu menempatkan pasangan Hade (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf) pada urutan buncit. Survei LSI menunjukkan pasangan Aman (Agum Gumelar-Nu`man Abdul Hakim) memperoleh 48,5%, pasangan Da’i (Danny Setiawan-Iwan Sulandjana) 25,5%, dan pasangan Hade 16,5%. Sementara Puskaptis pada survei terakhirnya ( 28 Maret-6 April 2008) memberi angka 42,89% (Da’i), 34,65% (Aman), dan 22,45% (Hade).

Hail-hasil di atas telah menempatkan Hade sebagai pasangan yang tidak diunggulkan. Tapi, hasil quick count dari lembaga-lembaga tersebut sampai Minggu sore justru menempatkan pasangan Hade pada urutan pertama. Lembaga Survei Indonesia menunjukkan pasangan Hade mendapat 39,46%, Aman 35,46%, dan Da’i 25,08%. Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan pasangan Hade memproleh 39,63%, Aman 35,8%, dan Da’i 24,81%. Walaupun hasil ini belum final, tetapi pengalaman selama ini menunjukkan hasil quick count tidak jauh berbeda dari hasil sebenarnya. Itu artinya, hasil akhir perolehan suara Hade dapat dipastikan berkisar dua kali lipat dari hasil-hasil survei sebelum pencoblosan. Suatu lonjakan yang fantastis dan fenomenal!

Berbagai analisis dapat dialamatkan terhadap fenomena ini. Pertama, pasangan Hade mencerminkan semangat muda, di mana usia pasangan ini (sekitar 40 tahunan) terpaut sangat jauh dengan dua pasangan lainnya (sekitar 60 tahunan). Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda, terutama pemilih pemula. Kedua, pasangan Hade adalah pendatang baru, sementara dua pasangan lainnya adalah incumbent. Calon gubernur pasangan Da’i adalah Gubernur Jawa Barat saat ini, sementara calon wakil gubernur pasangan Aman adalah Wakil Gubernur Jawa Barat saat ini. Bahkan, Agum dan Iwan sendiri sebagai mantan petinggi TNI, bukan muka baru dalam blantika sosial-politik Jawa Barat dan nasional. Kenyataan ini, dapat memberi spirit bagi pihak-pihak yang sudah bosan dengan status quo, untuk memberi dukungan kepada pendatang baru dalam hal ini pasangan Hade. Ketiga, faktor Dede Yusuf sebagai selebriti yang dikenal luas. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pasangan Hade.

Tentu saja, ketiga faktor di atas (muda, pendatang baru, dan selebriti) sudah diketahui publik jauh-jauh hari, terutama ketika ketiga pasangan itu mendeklarasikan diri sebagai calon. Yang jadi pertanyaan, mengapa ketiga faktor itu tidak berhasil mendongkrak perolehan suara pasangan Hade dalam survei-survei di atas? Lantas, faktor-faktor apa yang menyebabkan pasangan ini justru mendapat perolehan suara yang luar biasa pada saat pencoblosan? Bukankah bila ditinjau dari aspek visi-misi, dan isu-isu kampanye, pasangan Hade pun tidak memiliki keunggulan mencolok dibanding dua pasangan lain? Bahkan, dari sisi dana boleh jadi pasangan Hade paling buncit.

Mesin partai dan citra bersih

Ada dua faktor yang mendongkrak perolehan suara pasangan Hade yang terjadi menjelang hari pencoblosan. Pertama, bekerja efektifnya mesin partai pengusung Hade, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Dukungan legal-formal dari struktur kedua partai itu dan dukungan riil dalam kampanye-kampanye, baik dari kader maupun para petinggi partai dengan militansi tinggi memberi demonstration effect (efek tontonan) yang memengaruhi psikologi pemilih.

Selain dukungan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, juga dapat kita saksikan dalam kampanye kehadiran politisi senior PAN seperti A.M. Fatwa dan intelektual PAN seperti Didik J. Rachbini. Dari PKS bahkan dapat kita saksikan dalam kampanye kehadiran Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Presiden Tifatul Sembiring, bahkan mantan Presiden PKS yang juga Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Mesin yang efektif dapat bekerja sampai detik-detik terakhir, apalagi yang diusung adalah kader partai sendiri.

Kedua, pasangan Hade diuntungkan (blessing in disguisse) oleh kasus penangkapan seorang anggota Komisi IV DPR RI, yang kebetulan adalah politisi partai pendukung Aman, oleh KPK beberapa hari menjelang pencoblosan. Karena politisi tersebut beristrikan seorang pedangdut terkenal maka liputan kasus ini pun sangat luas, terutama melalui infotainment. Secara psikologis ini tidak menguntungkan pasangan Aman, yang sebelumnya diunggulkan di urutan pertama.

Bersamaan dengan itu pula diberitakan bahwa para anggota legislatif PKS di Komisi IV justru secara kumulatif sejak 2005-2008 telah mengembalikan uang gratifikasi sekitar Rp 2 miliar ke KPK. Bagi masyarakat yang telah begitu muak dengan kasus-kasus korupsi yang tidak masuk akal, hal ini memberi magnitude kuat yang memengaruhi psikologi mereka untuk berpaling ke pasangan Hade.

Pelajaran
Bila benar kedua faktor yang diuraikan di atas menjadi pendongkrak perolehan suara pasangan Hade yang spektakuler, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil untuk perpolitikan kita ke depan. Pertama, masyarakat kita menunjukkan kerinduannya akan pemimpin baru yang selain muda, juga yang terpenting bersih dari KKN. Kedua, efektivitas mesin partai dan citra bersih partai, menjadi faktor dominan penarik dukungan pemilih. Boleh jadi, di detik-detik terakhir menjelang pencoblosan terjadi juga “serangan fajar” yang dilakukan pihak-pihak tertentu, tetapi semua itu pupus oleh militansi kerja kader dan kekuatan citra bersih partai pengusung pasangan Hade. Bagi PKS ini adalah pengulangan sejarah, di mana masifnya kisah-kisah heroik penyelamatan uang negara oleh para anggota legislatif PKS pusat dan daerah, telah mengantarkan partai ini pada perolehan spektakuler dalam Pemilu 2004.

Bila pada akhirnya pasangan Hade dinobatkan KPUD sebagai pemenang Pilgub Jabar, merupakan tantangan bagi pasangan ini untuk merealisasikan seluruh janji kampanye dan membuktikan bahwa keduanya adalah pasangan yang bebas dari KKN. Semoga!***

Penulis, Ketua DPP PKS.

Sumebr: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s