Hasil Quick Count Empat Lembaga Survei: Hade Pimpin Jabar

Tribun Jabar
Senin , 14 April 2008 , 01:34:34 wib
sob/dia/ddh/stf/set/win/sta/std)

BANDUNG, TRIBUN – Hasil penghitungan cepat (quick count) empat lembaga survei terhadap hasil Pemilihan Gubernur Jabar 2008, Minggu (13/4), membukukan kemenangan untuk pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf yang diusung PKS-PAN.

Keempat lembaga itu adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Dr Denny JA, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Dr Saiful Mujani, Litbang Kompas, dan Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).
Pilgub Jabar 2008 diikuti lebih kurang 27,9 juta pemilih sesuai dengan daftar pemilih tetap dari sekitar 42 juta penduduk Jabar. Penghitungan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jabar dimulai kemarin, dan diperkirakan tuntas sepekan ke depan.

Yang menarik dari perhitungan cepat ke-4 lembaga itu, akhir perhitungan dengan metode berbeda, jumlah sampel TPS yang tidak sama, margin perbedaan hasilnya tidak terpaut jauh. LSI-nya Denny JA, misalnya, mencatat pasangan Hade meraup 39,97 persen.
LSI-nya Saiful Mujani mencatat 39,46 persen. Litbang Kompas menyatakan pasangan Hade membukukan 40,37 persen. Adapun Puskaptis melansir angka kemenangan 41,74 persen untuk pasangan yang uniknya kemarin tidak ikut mencoblos karena tak punya hak pilih di Jabar.
Da’i Center tadi malam sekitar pukul 21.00 merilis penghitungan versi mereka dengan hasil kemenangan tipis untuk Danny-Iwan atas Agum-Nu’man. Pasangan Da’i meraih 36,66 persen, Aman 36,40 persen, dan pasangan Hade jeblok di angka 27,20 persen.

KPU Jabar pada pukul 20.45 merilis hasil sementara rekapitulasi suara dari daerah-daerah dengan keunggulan untuk pasangan Hade. Dari 358.201 suara yang masuk, Hade mengumpulkan 140.435 (39,21 persen) suara. Disusul pasangan Agum-Nu’man dengan raihan 112.033 (31,28 persen) suara. Danny-Iwan meraup 105.735 (29,52 persen) suara. Jumlah ini akan terus berubah sesuai dengan pertambahan suara yang masuk dari daerah-daerah.
Para kandidat gubernur pascapengumuman hasil perhitungan cepat kemarin memberikan komentar beragam. Ada yang pesimistis dan sinis dengan hasil penghitungan cepat, ada yang datar-datar saja, dan ada yang optimistis hasil penghitungan cepat takkan berubah.
Agum memang optimistis, tapi tidak menyangka pasangan Hade akan menyodok. “Saya kira yang bersaing ketat dalam Pilgub Jabar itu, pasangan saya dan pasangan Da’i. Namun nyatanya Hade bisa melambung. Dan ini patut dihargai,” kata Agum di Hotel Holiday Inn, kemarin.
“Tapi jangan dulu menganggap hasil penghitungan cepat merupakan hasil mutlak dalam Pilgub Jabar, apalagi menganggap sudah ada pemenangnya. Itu salah. Coba hargai KPU Jabar,” pinta Agum.

Nu’man Abdul Hakim malah bersuara lebih keras. “Penghitungan cepat ini dapat membuat konflik. Misalnya, apabila di hasil akhir KPU Jabar menyatakan bukan Hade yang menang, sedangkan masyarakat sudah telanjur percaya. Ini akan menimbulkan kericuhan,” kata Nu’man.
Ahmad Heryawan sendiri mengungkapkan optimismenya dan memuji hasil penghitungan cepat empat lembaga ini. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua anggota tim suksesnya, dan warga Jabar yang memilih mereka.

“Saya terus bersyukur. Hasil ini adalah kerja keras semua tim sukses, maka kita akan mengawal terus,” kata Heryawan, yang diamini pasangannya, Dede Yusuf. Tentang resep sukses menggalang suara, Heryawan mengatakan kubunya membuat riset sendiri dan bergerak mewujudkan targetnya.
Calon incumbent Danny Setiawan menganggap hasil penghitungan cepat yang menggunakan sampel TPS secara acak ini tidak merepresentasikan hasil akhir. “Tapi tetap kita harus hormati itu,” kata Danny di Posko Da’i Jalan Taman Cibeunying Selatan 11A.

Makki Yuliawan, Ketua Tim Advokasi Da’i, yang memantau hasil penghitungan cepat Puskaptis, menambahkan, data yang ada baru berasal dari 300 hingga 1.000-an TPS. Padahal, katanya, jumlah TPS di Jabar mencapai 63.005. “Jadi, saya kira, sebelum janur kuning atau hitungan KPU Jabar ada, kemenangan belum berpihak pada siapa pun,” kata Makki.
Meski begitu, sejumlah elite di Jakarta memberikan tanggapan positif terhadap hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga ini. Termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar.

“Saudara Tifatul. Selamat atas kemenangan Hade di Jabar. Wassalam.” Pesan pendek dari Jusuf Kalla ini diterima Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring. Menurut Tifatul, ucapan selamat JK itu cermin sikap ksatria.
Tifatul pun meminta segenap kader, pendukung, dan simpatisan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf untuk terus mengawal penghitungan suara pilgub hingga tuntas. “Kepada seluruh kader PKS, terutama kepanduan, agar siap siaga dan mengamankan hasil sementara ini,” perintahnya.
Selain itu, Tifatul meminta semua pihak menghormati apa pun hasil pilkada Jabar nantinya. “Jadi, tolong jangan cederai proses yang sudah berlangsung damai dan demokratis ini dengan tindakan anarkis,” kata Tifatul.

Tren Daerah
Kemenangan pasangan Hade dalam Pilgub Jabar 2008 ini terlihat sejak awal penghitungan suara di berbagai daerah. Bahkan di kantong-kantong wilayah yang diprediksi jadi lumbung suara Da’i atau Agum, Hade merebut suara dengan hasil signifikan.
Di Kota Bandung, Hade antara lain meraup kemenangan di Turangga yang banyak dihuni keluarga TNI. Di banyak tempat lain, pasangan ini tak menyisakan kemenangan untuk rival mereka, Da’i dan Agun-Nu’man.

Di Kabupaten Tasikmalaya, menurut laporan sementara yang diterima KPUD hingga pukul 20.19, Agum-Nu’man diprediksi kuat menguasai wilayah ini. Dari 75 persen suara yang masuk, Agum-
Nu’man meraih 434.928 suara (55,06 persen), disusul Hade 194.099 suara (24,57 persen), dan Dai 160.843 suara (20,36 persen).
Di Kota Tasikmalaya, untuk sementara Hade berjaya dengan raihan 56.120 suara (43,86 persen), disusul Aman 46.432 suara (36,29 persen), dan Da’i 25.399 suara (19,85 persen). Hasil perolehan suara itu tercatat hingga pukul 20.43 dengan raihan hasil suara baru sekitar 78 persen.

Kemenangan Aman di Kabupaten Tasikmalaya sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Selain karena peran Sekretaris DPW PPP Jabar yang juga Bupati Tasikmalaya Drs H Tatang Farhanul Hakim, juga ditunjang masih solidnya PPP, PDIP, dan PKB yang sebelumnya mengusung Tatang.
Di Garut, untuk sementara Hade juga merebut dukungan luar biasa. Berdasarkan data sementara dari Pemkab Garut, Hade memperoleh suara tertinggi di 23 dari 42 kecamatan di Garut. Persentase raihan suara mencapai 42 persen dari 899.178 pemilih.

Posisi kedua diduduki Agum-Nu’man dengan persentase 35,09. Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana membukukan suara dengan persentase 24,31. Di Majalengka, pasangan Hade untuk sementara unggul.
Di kota-kota sedang seperti Bogor, Depok, Cimahi, Kota Bekasi, yang terbukti jadi basis PKS, pasangan Hade memimpin raihan suara sementara, diikuti kemudian pasangan Agum-Nu’man, baru Danny-Iwan.(sob/dia/ddh/stf/set/win/sta/std)

Sumber: Tribun Jabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s