Kantor DPD PKS Kab. Bandung Dibakar

Selasa, 15 April 2008

SOREANG, (PR).-
Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Bandung dibakar. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, tetapi dua sepeda motor Yamaha Vega dan satu sepeda motor Honda Supra X ikut terbakar.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Bandung Arifin Sobari menduga ada unsur politis di balik peristiwa tersebut.

Peristiwa pembakaran itu terjadi Senin (14/4) ketika seorang pria berinisial DT (28) melemparkan tiga atau empat botol bensin ke kantor itu, lalu melemparkan karung terigu yang telah dia bakar. Pada saat DT melakukan aksinya, fungsionaris DPD PKS Kab. Bandung sedang melakukan rapat di dalam kantor yang beralamat di Jln. Terusan Kopo No. 193, KM 12,3 Kec. Katapang, Kab. Bandung

Empat warga yang berada di seberang kantor DPD PKS segera menangkap pelaku yang terlihat tidak berupaya segera pergi dari tempat itu. Menurut seorang saksi, Luki Keretaperdana, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan.

Aktivis PKS yang sedang berada di dalam kantor segera keluar ruangan begitu mendengar suara ledakan dan benda terbakar. Mereka ikut mengamankan DT dan sempat menanyai pria itu.

“Dia tidak membawa identitas dan tidak mau menjawab apa pun. Hanya mengaku berasal dari Arjasari,” kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Bandung Arifin Sobari.

Menurut seorang saksi mata, H. Aten, DT datang ke depan kantor DPD PKS dengan menggunakan Vespa biru. Setelah melemparkan botol bensin dan menyalakan api, DT tidak langsung pergi, tetapi diam beberapa saat. Menurut Aten, ketika DT hendak pergi, mesin Vespa-nya mati, dan akhirnya dia ditangkap warga.

Hal yang agak berbeda diutarakan Luki, yang mengaku pertama kali menangkap DT. Menurut Luki, sebelum melakukan aksinya, DT terlebih dulu diam di depan jongko di seberang kantor DPD PKS. Setelah jalanan tampak lengang, DT mulai mengeluarkan botol dari karung, dan melemparkan botol itu ke arah kantor DPD PKS.

Menurut Luki, DT menyempatkan diri melihat api membakar bagian depan kantor itu. Saat itulah, Luki menghampirinya dan mencegahnya pergi.

Setelah ditanyai oleh kader PKS, DT dibawa ke Polsek Katapang. Aparat Polres Bandung pun diturunkan untuk menginterogasi DT, dipimpin langsung Kapolres AKBP Ahmad Dofiri. Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Suprihadi Usman sempat datang ke Polsek Katapang, dan melihat lokasi kejadian.

Ahmad Dofiri mengatakan, motif pembakaran masih diselidiki oleh polisi. Untuk sementara, kata Dofiri, DT mengaku melakukan pembakaran itu karena kecewa.

Bukan orang asing
DT ternyata bukan orang yang asing di mata wartawan yang biasa meliput di Kab. Bandung. Kepada beberapa wartawan, dia pernah mengaku sebagai Ketua Aliansi LSM Kab. Bandung. Tetapi, DT juga pernah mengaku sebagai wartawan. Dia juga sering terlihat mengunjungi DPRD Kab. Bandung.

DT diketahui pernah bergabung dengan berbagai partai politik besar, dan aktif di lembaga kepemudaan. Dia juga sempat memancing keributan di gedung DPRD Kab. Bandung karena sikapnya yang tidak sopan.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Bandung Arifin Sobari mengatakan, peristiwa pembakaran itu bernuansa politis. Pasalnya, kata Arifin, DT tampak merencanakan aksi pembakaran itu.

“Kita lihat sendiri, dia sengaja mengecat ulang motor Vespa-nya. Pelat nomor motornya dicabut. Motornya dia pereteli, dan dia tidak membawa identitas. Ketika kami tanyai, dia juga tidak mau membuka mulut,” kata Arifin.

Arifin meminta agar polisi mengungkap motif sebenarnya dari pembakaran itu, dan mengungkap orang-orang yang terlibat dalam aksi DT. Menurut keterangan warga sekitar, DT tidak sendirian dalam melakukan aksinya. Dia ditemani dua orang yang mengendarai sepeda motor bebek, dan mereka terlihat membawa botol berisi bensin. Namun, dua orang itu segera melarikan diri ketika kantor PKS terbakar.

Hilangkan dokumen?
Ketika ditemui seusai berkunjung ke kantor Redaksi Pikiran Rakyat, calon Gubernur Jawa Barat yang diusung PKS Ahmad Heryawan enggan mengomentari pembakaran kantor DPD PKS Kab. Bandung. “Saya tidak akan menuduh pihak mana pun. Pelaku hanya oknum yang mungkin memiliki kekecewaan. Semua saya serahkan kepada kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas,” katanya.

Sementara Sekretaris DPW PKS Jabar Yudi Widiana Adia menyatakan, saat ini tim Hade sedang mengumpulkan berkas jenis C-1 sebagai dokumen resmi saksi di pengadilan. “Dari kejadian ini, ada indikasi menghilangkan dokumen C-1 dengan berbagai cara,” katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ginandjar Kartasasmita menyesalkan kejadian tersebut. Menurut Ginandjar, kejadian itu merupakan tindakan anarkis dan menunjukkan masih ada ketidaksiapan berdemokrasi.

Ginandjar mencurigai, ulah itu dilakukan orang yang mau mengacau dan memancing di air keruh dengan mengadu domba. Ia berharap, pihak keamanan bisa mengambil langkah tegas. “Jangan biarkan masalah itu berlarut-larut dan tidak tuntas karena bisa berdampak ke pilgub dan pilkada di daerah lain, serta pemilu dan pilpres tahun depan,” ujarnya.

Kantor PKS dijaga

Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol. Drs. Bambang Suparsono memerintahkan untuk menerjunkan polisi guna menjaga beberapa kantor sekretariat PKS, di antaranya sekretariat DPD PKS Jawa Barat Jln. Soekarno-Hatta Bandung.

Sementara Gubernur Jabar Danny Setiawan menyesalkan terjadinya pembakaran kantor DPC PKS Kab. Bandung. Menurut dia, hal itu bisa mencederai suasana kondusif, damai, dan demokratis yang sudah tercipta pada Pilgub Jabar.

Sebagai kandidat, Danny menegaskan bahwa cara-cara tercela semacam itu, tidak dilakukan Da’i. Sebaliknya, mereka selalu mengedepankan etika dan sikap gentleman dalam bertindak. (A-72/A-124/A-132/A-158/A-136/CA-164/CA171/CA-178)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s