KPU Jabar Minta Spanduk Ucapan Selamat Diturunkan: Hade Belum Tergoyahkan

Selasa, 15 April 2008
Utama

BANDUNG, (PR).-
Pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) masih unggul pada penghitungan versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar hingga pukul 23.30 WIB, Senin (14/4). Data yang masuk ke KPU melalui sistem penghitungan (situng) baru 3.626.117 suara dari 27 juta pemilih di Jabar.

Pasangan Hade memimpin dengan 40,38% suara, disusul pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) 33,78%, dan Danny Setiawan-Iwan Ridwan Sulandjana (Da’i) 25,84%.

“Masyarakat diharapkan tetap bersabar menunggu hasil rekapitulasi KPU. Hasil resmi tetap mengacu pada penghitungan manual yang akan ditetapkan KPU Jabar, Selasa (22/4) mendatang,” kata anggota KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Senin (14/4).

Menurut dia, saat ini penghitungan suara secara manual kebanyakan masih dilakukan di tingkat PPK.

Sehari setelah pencoblosan Pilgub Jabar saat lembaga survei menempatkan pasangan Hade sebagai pemenang, spanduk ucapan selamat kepada pasangan ini bermunculan, seperti yang ditemukan di persimpangan Jln. Ibrahim Adjie dan Jln. Gatot Subroto Bandung. Padahal, KPU Jabar menjadwalkan pengumuman hasil perolehan suara secara resmi 22 atau 23 April.

Anggota KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat menerima kunjungan cawagub Dede Yusuf di Gedung KPU Jabar, Senin (14/4) malam, meminta tim kampanye pasangan Hade untuk mengklarifikasi banyaknya spanduk ucapan selamat kepada mereka.

“Spanduk ucapan selamat tersebut harus dicabut, agar tidak menimbulkan perspektif lain di masyarakat. KPU Jabar baru akan menetapkan hasil pemilihan pada tanggal 22 April,” kata Ferry.

Sementara itu, Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Jawa Barat dan PW Angkatan Muda Ka’bah Jawa Barat meminta agar semua pernyataan, atribut, serta spanduk yang menyatakan kemenangan salah satu calon segera dicabut. “Kami juga telah menerima laporan mengenai spanduk seperti ini di daerah lain, seperti Tasikmalaya dan Majalengka,” kata Sidkon Djampi, Ketua DPW Garda Bangsa Jawa Barat.

Selain itu, Garda Bangsa juga meminta agar KPU Jabar memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penghitungan cepat. Menurut Sidkon, pengumuman hasil penghitungan cepat berpotensi menimbulkan kesalahan pemahaman di masyarakat.

Terus unggul
Sementara itu, hasil penghitungan suara yang dilakukan internal pasangan Hade terus menunjukkan keunggulan pasangan tersebut dengan meraih lebih dari 40% suara. Perolehan suara pasangan Hade sampai Senin (14/4) pukul 19.00 WIB mencapai 6.525.211 suara (41,22%), unggul dari pasangan Aman yang meraih 5.473.930 suara (34,58%), dan pasangan Dai yang mendapat 3.832.575 suara (24,21%).

Sejauh ini, pasangan Hade unggul di 17 kab./kota dari 26 wilayah pemilihan. Di antaranya unggul di Kota Depok, Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kab. Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

Stop penghitungan

Tim IT Da’i Centre masih melanjutkan penghitungan suara di Posko Cibeunying (Poci) Jln. Cibeunying No. 11 A Bandung. Menurut tim IT Danny, Abu, penghitungan suara baru akan distop setelah data suara yang masuk mencapai 15 juta. Hal itu sesuai dengan instruksi Iwan Sulandjana. Mengingat, total pemilih yang menggunakan hak suaranya diperkirakan 18 jutaan.

Hingga pukul 19.30 WIB, menurut Abu, data suara yang masuk dan diterima tim baru 5.340.171 suara. Dari data tersebut, pasangan Da’i mendapat 26%, pasangan Aman 36%, dan Hade 38%.

Secara terpisah, Danny Setiawan mengemukakan bahwa ia akan menerima apa pun hasil Pilgub Jabar. Bahkan, selain tetap memegang komitmen untuk siap menerima kemenangan dan kekalahan, Danny juga menyatakan siap melakukan sharing dengan siapa pun yang akan memimpin Jabar ke depan.

Pernyataan yang tidak jauh berbeda disampaikan Iwan Sulandjana ketika ditemui “PR” di Poci, kemarin. Sejak awal, ia menyatakan siap menang dan siap kalah. Untuk itu, apa pun hasilnya, diserahkan sepenuhnya kepada KPU Jabar.

Rakyat makin pintar
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita menilai, hasil Pilgub Jabar memperlihatkan rakyat semakin pintar memilih figur pemimpin yang diinginkan dan diharapkan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Menurut Ginandjar, Pilgub Jabar telah menunjukkan adanya kejenuhan dari rakyat terhadap partai yang selama ini didukungnya dan adanya kejenuhan kepada kemapanan (establishment). Bahkan, menurut dia, itu bisa disebut sebagai mosi tidak percaya terhadap para pemimpin dan partai-partai yang selama ini mengaku punya massa besar.

Sementar Presiden PKS Tifatul Sembiring mengemukakan, kemenangan Hade menunjukkan rakyat butuh pemimpin muda. Kemenangan ini akan mengubah peta politik di Jawa. “Ini membuktikan warga Jabar lebih memilih perubahan dan keinginan terhadap pemimpin muda. Bukan hanya pada popularitas. Ini akan berpengaruh besar pada peta politik di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur yang juga akan menggelar pilkada,” ujarnya menambahkan. (A-27/A-124/A-136/A-158/CA-178/CA-179)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s