Sekretariat PKS Kabupaten Bandung Nyaris Ludes

Didin Lempar Bom Bensin

Selasa , 15 April 2008 , 01:14:18 wib
tor/ddh/sta/set

KATAPANG, TRIBUN – Didin Tadjudin (38), warga asal Cinangka, Arjasari, Senin (14/4) sekitar pukul 13.15 melemparkan bom bensin yang kobaran apinya nyaris melalap Sekretariat DPD PKS Kabupaten Bandung di Jalan Terusan Kopo No 193 Km 12,3, Desa Pangauban, Katapang. Saksi mata menyebut pria warga RT 4/RW 7, Desa Wargaluyu, itu beraksi bersama dua orang lain. Didin bisa dibekuk warga karena Vespa yang ditungganginya mogok saat digeber untuk kabur setelah aksinya diketahui banyak orang.

Ketua Tim Kampanye Hade Kabupaten Bandung Arifin Sobari menuding serangan ini sudah dirancang, dan ada aktor intelektualnya. “Jelas ini untuk mempengaruhi hasil penghitungan suara Hade di Kabupaten Bandung yang menang mutlak di sebagian besar TPS,” kata Arifin.
Saksi mata H Aten mengatakan, sebelum beraksi, pelaku nongkrong di depan warung Bakso Malang Katapang (BMK) 1. Setelah situasi lalu lintas lengang, para pelaku bergerak mendekati sekretariat dan langsung melemparkan botol-botol berisi bensin.

“Yang pakai Vespa melempar botol ke kantor PKS, yang dua lagi sudah pegang dua botol tapi tak jadi dilempar karena sudah ketahuan. Mereka langsung lari saja ke arah Soreang,” kata Aten, yang menyaksikan kejadian tersebut dari seberang jalan.
Anggota Kepanduan PKS Kabupaten Bandung Syaeful Tahajud (27), yang saat kejadian berada di dalam gedung, mengaku langsung lari ke luar begitu mendengar suara letupan. “Saya lihat ada seorang memakai Vespa di depan, dan dua lagi kabur ke arah Soreang,” jelasnya.

Kapolres Bandung AKBP Ahmad Dofiri membantah ada pelaku lain selain Didin Tadjudin. “Tersangkanya hanya satu berdasarkan keterangan saksi dan tersangka yang ditangkap. Tersangka mengaku melemparkan tiga sampai empat botol bensin,” kata Dofiri.

Insiden pertama pasca-Pilgub Jabar 2008 ini memperoleh perhatian luas, bahkan jadi isu nasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lewat juru bicara kepresidenan Andi A Mallarangeng, memerintahkan kepada polisi untuk mengungkap tuntas kasus ini.

Ketua DPW PKS Jabar Taufiq Ridlo mendesakkan hal yang sama. “Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian saja untuk diselidiki. Kita belum bisa melihat itu. Karena kita juga baru mendapat laporannya beberapa menit lalu,” kata Taufiq di halaman kantor Tribun.
Sesaat setelah menerima laporan kejadian, Wakapolda Jabar Brigjen Suprihadi Usman tiba di lokasi. Selain meninjau dan menerima langsung laporan dari lapangan, Suprihadi menyebutkan ada laporan ancaman serupa di Bogor.
“Di Bogor ada ancaman serupa, tapi saya belum menerima laporan lengkapnya,” kata Usman.

Kobaran api dari bom bensin ini menghanguskan dinding ruangan penjualan atribut. Tiga sepeda motor milik anggota PKS yang terparkir terjilat api. Dua Yamaha Vega-R warna oranye hitam nopol D 3282 VO dan D 5262 VR, serta Honda Supra X warna hitam nopol D 4224 VI melepuh sebagian bodinya terkena panas api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Dua orang lainnya berhasil melarikan diri berboncengan menggunakan sepeda motor bebek ke arah Soreang. Didin, yang menggunakan Vespa P150XE berwarna biru dongker tanpa pelat nomor, kemudian ditahan di Mapolres Bandung.

Dari motor tersangka didapat sebuah STNK Vespa tersebut bernopol D 3206 BC. Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan teknik pemantikan, polisi menyimpulkan asal api bukan dari bom molotov dan sejenisnya.
“Itu bukan bom molotov, hanya botol-botol bensin ketengan yang dilemparkan ke arah Sekertariat PKS. Setelah botol dilemparkan, tersangka menyulutkan api dengan korek dan melemparkannya sehingga terjadilah kebakaran,” kata Ahmad Dofiri.
Dofiri mengatakan, tidak termasuk kategori bom molotov karena di botol itu tidak dibuat sumbu untuk dibakar. “Kalau bom molotov tentu ada sumbu penyulutnya. Ini tidak ada, hanya botol bensin yang dilempar lalu disulut api,” tegasnya.

Mengantisipasi kerawanan lanjutan, polisi menambah jumlah petugas di Sekretariat DPD PKS Kabupaten Bandung dan KPUD Kabupaten Bandung. Selain itu, Dofiri menginstruksikan agar semua kapolsek mengamankan basis-basis tim pemenangan Hade di wilayah masing-masing.
Ketua Bidang Tim Advokasi PKS Jabar Sabar Muslihat mengatakan, sepanjang hari kemarin terjadi tiga kali aksi pengancaman terhadap basis-basis PKS di Jawa Barat. Aksi pertama Kabupaten Bandung, kedua di Kota Bogor, ketiga di Depok.

Di Bogor dan Depok muncul selebaran gelap yang berisi ancaman akan terjadi perusakan dan pembakaran Sekretariat DPD PKS.
Di Ciamis, setelah kejadian di Kabupaten Bandung, Polres Ciamis menerjunkan pasukan Dalmas untuk menjaga kantor DPD PAN Ciamis di Jalan Ir H Juanda dan kantor DPD PKS Ciamis di Jalan Ahmad Yani.

“Mulai sore ini (kemarin, Red) kantor DPD PAN Ciamis mendapat pengamanan dari personel Polres Ciamis baik secara terbuka maupun tertutup,” ujar Ketua DPD PAN Ciamis Ir H Herry Dermawan kepada Tribun.
Selain mendapat penjagaan dari jajaran Polres Ciamis, menurut Herry, pihaknya juga melibatkan kader PAN untuk ronda siang-malam secara bergantian. “Bahkan saya sudah berkoordinasi dengan Tim Sukses Aman dan Tim Sukses Da’i,” imbuhnya.

Bupati Ciamis H Engkon Komara meminta masyarakat Ciamis tetap tenang, jangan sampai ikut terpancing. “Jangan sampai ikut-ikut atau terbawa-bawa. Mari kita jaga kondisi tertib dan kondusif di Ciamis,” pinta Engkon.

Di Garut, polisi menjaga ketat kantor Hade Centre di kantor DPD PKS Garut, Jalan Patriot. Pengetatan penjagaan, menurut Ketua Tim Sukses Hade Garut Karnoto, terkait dengan insiden di Kabupaten Bandung.
Namun Kapolres Garut AKBP Eko Budi Sampurno menjelaskan, penjagaan ini prosedur tetap menjaga kemungkinan pihak yang tak bisa menerima kekalahan. “Ini protap untuk mengamankan siapa pun yang memenangi pilgub,” kata Eko.(tor/ddh/sta/set)

Sumber: Tribun Jabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s