Tantangan Gubernur Terpilih

Senin, 14 April 2008

Oleh Soedradjat T. dan Soleh Sugiarto

KE depan, tantangan yang akan dihadapi Gubernur Jabar periode 2008-2013 semakin tidak sederhana. Beberapa masalah yang siap menghadang, di antaranya, meningkatnya angka pengangguran dan jumlah masyarakat miskin, bencana alam, hancurnya lingkungan, perlu penanggulangan serempak dan dana besar.

Data dari Bapeda Provinsi Jawa Barat menyatakan, 27,64% jumlah rumah tangga Jawa Barat tergolong miskin dan akibat tekanan inflasi. Ke depan, jumlah masyarakat miskin diperkirakan dapat meningkat. Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35% di Jawa Barat pada tahun 2007, diperkirakan dipicu oleh konsumsi masyarakat berpendapat menengah ke atas, konsumsi barang-barang sekunder dan tersier, serta investasi mulai menggeliat lagi di sektor perdagangan, pariwisata, jasa-jasa, beberapa industri dan properti perumahan.

Multiplier effect dari pertumbuhan sebesar 6,35%, termasuk trickle down effect-nya, belum terasa berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga-keluarga miskin di Jawa Barat. Terutama keluarga miskin perdesaan-perdesaan yang masih terisolasi karena kurang ditopang oleh hadirnya infrastruktur utama (akses jalan, irigasi, listrik).

Beberapa kelompok masyarakat miskin pantai utara dan beberapa kawasan di Bandung selatan pada musim hujan mengalami terpaan banjir sebagai dampak kerusakan lingkungan dan pada musim kemarau mengalami kelangkaan air bersih untuk minum serta memasak, serta kekeringan pada lahan-lahan persawahan tadah hujan.

Realitas tersebut otomatis akan membebani penyediaan anggaran penanggulangan eksternalitas negatif di daerah, yang terus membengkak tanpa menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya, yang menyebabkan berbagai bencana terjadi, ialah kerusakan lingkungan.

Kenaikan harga produk pertanian pada beberapa komoditas termasuk beras, pada satu sisi, dapat menolong pendapatan para petani pemilik lahan (belum tentu menetes pada buruh taninya). Namun, pada sisi lain sekaligus pula menekan masyarakat miskin perkotaan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan dasar utamanya seperti pangan, BBM, dan biaya-biaya kehidupan sosial lain seperti transportasi, retribusi utilitas, dan sebagainya.

Alokasi APBD Provinsi Jawa Barat untuk sektor pendidikan dasar dan menengah memang naik, namun anak didik praktis tetap akan dihadapkan pada beban biaya seragam sekolah, seragam olah raga, sepatu, beberapa alat-alat tulis yang harus dibeli, biaya transportasi sekolah, dan biaya tambahan lainnya.

Demikian halnya dengan kenaikan anggaran untuk sektor kesehatan. Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih perlu memahami kompleksitas masalah itu. Lebih dari itu, Jawa Barat juga harus mengejar ketertinggalannya dari dinamika globalisasi seputar ASEAN. Terkait itu, Ketua Bapeda Jawa Barat Denny Juanda P. mengusulkan adanya konsep terobosan, utamanya pada lapangan ekonomi yang dapat berdampak luas pada pembangunan yang lainnya dan mampu memanfaatkan potensi globalisasi untuk menyejahterakan masyarakat sesuai dengan realitas zaman melalui pengendalian distribusi dan stabilisasi ekonomi.

Untuk itu, kegiatan aparatur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota perlu difokuskan pada mengubah pandangan, dari inward looking ke outward looking. Itu penting dilakukan mengingat, suka atau tidak suka, Jabar telah merupakan bagian dari aktivitas-aktivitas ekspansi ekonomi global.

Para pengusaha, dalam hal ini diwakili oleh Kadin beserta asosiasi-asosiasi profesi di Jawa Barat, perlu membangun kebijakan dan aktivitas bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam semangat incorporated. Tujuannya untuk mampu secara bersama mengembangkan pembangunan ekonomi Jawa Barat ke depan dari berbagai sektor serta berbagai lapis ekonomi. Peletakan kebijakan pembangunan sektoral perlu diwarnai oleh kritisisme dari usaha-usaha swasta secara aplikatif menghadapi aktivitas-aktivitas usaha.

Di samping gambaran yang pesimistis tentang kondisi ekonomi, peluang untuk berkembangnya perekonomian dan pembangunan sosial cukup memberikan optimisme yang perlu ditindaklanjuti oleh perencanaan pembangunan yang bersifat kreatif serta inovatif. Pertumbuhan ekonomi 6,3%, inflasi di bawah 7%, stabilitas rupiah terhadap dolar AS, tersedianya cadangan devisa, dan BI rate sebesar 8%, dapat dimanfaatkan ekonomi regional dalam mengakselerasikan pertumbuhan dan investasi lima tahun ke depan.

Kepemimpinan gubernur, utamanya, lebih diperkuat di sisi otoritas yang dimilikinya. Gubernur juga harus kreatif, cerdas dan berani mengambil keputusan yang ditopang kearifannya, mampu menggerakkan staf dan dalam mengarahkan bawahan, dan peka terhadap realitas sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dengan kemampuan itu, gubernur baru diharapkan menghasilkan kinerja manajemen publik yang positif dalam konteks pemerintah provinsi dan sama sekali bukan metafora kata-kata.

Kegiatan kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang merupakan proses awal mendapat dukungan psikologi politik rakyat Jawa Barat dengan biaya yang cukup mahal, mudah-mudahan menghasilkan gubernur dan wakil gubernur yang tepat dengan situasi serta kondisi yang harus dihadapi lima tahun ke depan dan bukan seorang yang bersemangat menaburkan retorika pembangunan saja.

Mekanisme demokrasi dan kenyataannya di lapangan kadang-kadang tidak bersifat sejalan dengan mekanisme rasionalisme teknokrasi. Sehingga untuk sejumlah negara berkembang, proses demokratisasi kadang memperlambat proses pembangunan dengan tumpuan rasionalisme administrasi pemerintah yang berorientasi pada target-target yang jelas.

Hal lain yang perlu diingat bahwa periode lima tahun jabatan seorang gubernur dan wakil gubernur terasa sangat pendek. Terutama bila dikaitkan dengan proses perubahan yang dihasilkannya. Apalagi bila dikaitkan dengan realitas krisis yang belum pulih dan suasana reformasi yang bersifat kompleks dan sedikit disorientasi.***

Penulis, pengamat pembangunan Jawa Barat.

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s