Agum Harapkan Lembaga Survei Belajar dari Anomali

/Home/Pilkada/Jawa Barat/News
Selasa, 15 April 2008 | 21:16 WIB

BANDUNG, SELASA – Menanggapi perolehan suara ketiga kandidat kepala daerah Provinsi Jawa Barat yang di luar dugaan banyak pihak, calon gubernur nomor urut dua Agum Gumelar berharap munculnya anomali ini menjadi bahan pembelajaran bagi sejumlah lembaga survei. “Sampai dengan H-1 pencoblosan tidak ada lembaga survei atau tokoh mana pun yang menempatkan pasangan ketiga pada posisi pertama. Tapi hasilnya justru di luar perkiraan. Ada apa ini?” tutur Agum, Selasa (15/4) di Bandung.

Menurut Agum, sejumlah lembaga survei yang memprediksi kemengangan ketiga calon sebelum pencoblosan berlangsung seharusnya mampu menemukan penyebab situasi ini. Agum mengatakan, ia dan seluruh partai pengusung Agum-Numan tetap akan menunggu hasil akhir penghitungan suara. Angka yang masuk dalam penghitungan kami baru empat juta. “Ini baru angka awal, kalau sudah total baru bisa diketahui siapa yang terpilih,” ujarnya.

Bagi Agum, ia sangat menyesalkan adanya euforia pada pihak pasangan lain terkait hasil sementara perhitungan suara. Menurutnya, sikap berlebihan yang ditunjukkan dengan pengeksposan secara berlebih hasil sementara akan sangat rentan menimbulkan kemarahan pada massa pendukung pasangan lain. “Meski demikian, kami selalu menghimbau kepada para kader untuk tetap sabar dan tidak melakukan tindakan anarkis sambil tetap waspada jika muncul keganjilan dalam tahapan pilkada ini,” kata Agum.

Agum mengungkapkan, tim advokasi dan hukum Aman telah melaporkan berbagai penemuan pelanggaran pilkada ke Panita Pengawas (Panwas) pilkada Jawa Barat. Namun, menurut Agum, sampai saat ini belum ada realisasi dari Panwas. Panwas harus segera menindaklanjuti pelanggaran. “Laporan itu bukan sekedar formalitas saja,” ucap Agum.

Untuk Jabar
Jika pada akhirnya harus kalah dalam pemilihan kepala daerah Jabar ini, Agum mengatakan, diriny a akan menerima kenyataan dengan konsisten. Saya akan pulang kampung dan akan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk Jabar, tegas Agum. Agum juga berencana mengembangkan pusat layanan umum untuk kemajuan pembangunan Jabar meski tanpa jabatan gubernur.

Agum menambahkan, pihak Aman juga menemukan adanya kampanye hitam menjelang pilkada dengan tersebarnya isu kristenisasi yang dilakukan oleh Aman. Ada upaya penjegalan melalui penyebaran selebaran dan pengiriman SMS. Selain itu, banyak pendukung kami yang tidak dapat mencoblos karena tidak masuk dalam daftar pemilih tetap, tambah Agum.

A01

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s