Tunggu Hasil Penghitungan KPU

Rabu, 16 April 2008
Utama

Kantor PKS di Beberapa Daerah Dijaga Ketat
Tunggu Hasil Penghitungan KPU

BANDUNG, (PR).-
Ketua KPU Jabar Setia Permana meminta agar masyarakat Jabar menunggu hasil penghitungan manual yang dilakukan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Meskipun sejumlah lembaga telah mengeluarkan hasil penghitungan cepat (quick count), mereka tak memiliki legitimasi dalam mengumumkan hasil Pilgub Jabar. Demikian dikemukakan Setia Permana di kantor KPU Jabar Jln. Garut, Kota Bandung, Selasa (15/4).

Pernyataan Setia Permana tersebut dikemukakan untuk menanggapi adanya tuntutan sejumlah pendukung pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman), yang berharap Panwas Pilgub Jabar proaktif menghentikan upaya-upaya pembentukan opini publik bahwa Hade telah memenangi Pilgub Jabar.

Terkait dengan sistem penghitungan (situng) yang dilakukan KPU Jabar, menurut Setia, hal itu dapat menjadi rujukan hingga dapat dipantau langsung oleh masyarakat secara transparan. Meskipun dilakukan situng, KPU akan tetap mengacu dan mengesahkan penghitungan secara manual yang saat ini tengah dalam proses rekapitulasi.

“KPU tidak akan mengumumkan hasil pilgub sebelum semua data terkumpul dan direkap di KPU Jabar secara lengkap,” kata Setia.

Ketua Pokja Kampanye Panwaslu Jabar Mahi M. Hikmat mengatakan, pihaknya sepakat dengan apa yang disuarakan oleh para pendukung Aman. “Ucapan selamat yang diberikan pada masa sekarang ini masih terlalu dini. Belum saatnya. KPU Jabar sendiri masih terus melakukan penghitungan berdasarkan hasil pemungutan suara yang sebenarnya di lapangan,” katanya.

Mahi juga mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan KPID Jabar dan melayangkan surat kepada salah satu TV swasta yang terus-menerus membentuk opini publik soal kemenangan Hade yang sebenarnya belum ditetapkan KPU Jabar.

Ketua Panwaslu Jabar Anton Minardi juga mengatakan, pihaknya menganggap ucapan selamat kepada salah satu kandidat tersebut akan menimbulkan keresahan di masyarakat. “Menurut saya, ini sangat tidak etis. Jadi sebaiknya semua pihak jangan dulu memberi selamat melalui spanduk-spanduk di titik-titik strategis kota karena itu akan memengaruhi publik. Lagi pula sebaiknya kita sabar menanti hasil dan penetapan KPU,” ucapnya.

Bakar spanduk
Puluhan pendukung pasangan Agum Gumelar/Nu’man Abdul Hakim (Aman) yang tergabung dalam delapan organisasi masyarakat (ormas) pendukung Aman mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jabar di Jln. Anggrek, Bandung, Selasa (15/4).

Di depan kantor Panwaslu Jabar, para demonstran pun membakar spanduk ucapan selamat kepada Hade yang mereka temukan di beberapa titik strategis di Kota Bandung.

“Kami minta kepada Panwaslu untuk tegas. Sikapi mereka yang berupaya membentuk opini publik untuk kemenangan Hade berdasarkan hasil quick count, yang hanya mengambil sampel dari beberapa TPS. Padahal, penghitungan suara riil yang dilakukan KPU Jabar belum final,” ujar Ketua Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Jabar Nurul Mujtaba.

Terkait spanduk-spanduk ucapan selamat kepada pasangan Hade, mereka juga meminta Panwaslu agar segera mencopotnya. “Kalau tidak, kami yang akan mencopotnya. Pokoknya, kalau dalam dua hari ini Panwaslu belum menunjukkan sikap tegas, kami akan datang lagi ke kantor Panwaslu,” ujar Nurul.

Ormas-ormas yang datang ke kantor Panwaslu Jabar kemarin yakni AMK, Banteng Muda Indonesia (BMI), Garda Bangsa, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Pemuda Reformasi, Gerakan Masyarakat Madani Indonesia, Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH), dan GMBI.

Mereka juga meminta kepada Panwaslu agar segera berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) terkait media elektronik yang secara terus- menerus membentuk opini publik seakan-akan Hade sudah menjadi pemenang.

Dalam aksi kemarin, para pendukung Aman juga mendesak Panwaslu untuk menindaklanjuti laporan terkait isu SARA yang “ditembakkan” ke publik untuk memojokkan Aman selama kampanye dan pada masa tenang.

Ketua Pokja Penindak Lanjut Laporan, Moch. Syatta mengatakan, tindakan itu sudah melanggar ketentuan pidana. “Kami sudah meneruskannya ke kepolisian dan akan ditindaklanjuti,” katanya.

Prematur
Calon gubernur (cagub) Agum Gumelar yang ditemui di Posko Agum/Nu’man, Jln. Soekarno-Hatta 478 Bandung kemarin mengatakan, pemberian selamat kepada Hade masih prematur.

“Ini belum final. Kalau di badminton, posisi sekarang antara Aman dan Hade itu masih 5-2. Banyak kemungkinan bisa terjadi. Hasil quick count itu masih bisa berubah. Lagi pula, pemilu itu penyelenggaranya KPU, bukan lembaga survei. Jadi, hasil quick count lembaga survei apa pun tidak bisa dijadikan pegangan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Agum meminta semua pihak untuk menahan diri. Merayakan kemenangan pada saat proses penghitungan masih berlangsung, merupakan tindakan prematur. “Jangan dulu mengklaim diri sudah menang. Ingat, ’pertempuran’ masih berlangsung. Hade tidak bisa memaksa untuk menerima trofi sekarang,” ujarnya.

“Kalau KPU sudah menetapkan Hade sebagai pemenang, saya akan peluk dan beri selamat langsung. Pihak Da’i (Danny Setiawan/Iwan Sulandjana) saya pikir juga akan melakukan hal yang sama. Lalu kalau ternyata Aman yang menang, maka Hade dan Da’i harus lapang dada memberi selamat kepada Agum/Nu’man. Yah, kita tunggu saja,” katanya lagi.

Jaga kondusivitas
Ketika ditemui di Hotel Papandayan Jln. Gatot Subroto Bandung, Selasa (15/4), calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, tim Hade akan berkomitmen untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif. Kejadian pembakaran kantor DPD PKS Kab. Bandung dan pembakaran spanduk ucapan selamat dianggap sebagai peristiwa biasa dan tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

“Atas berbagai kejadian itu, saya minta semua kader dan simpatisan PKS-PAN tidak terpancing dan tidak emosional. Itu peristiwa biasa dan akan diselesaikan oleh kepolisian saja,” ujarnya.

Menurut dia, dua kejadian tersebut tak mencederai proses demokrasi yang berlangsung di Jabar. “Ternyata masyarakat Jabar betul-betul ramah dan bageur menyikapi proses pilgub. Saya salut dan berterima kasih, semua pihak dapat menjaga situasi kondusif,” ujarnya menambahkan.

Sejauh ini, menurut dia, pengamanan di kantor DPW PKS ataupun PAN dilakukan secara normal dan tidak berlebihan. Mengenai pengamanan pribadi sejak ditetapkan sebagai cagub, Heryawan dikawal oleh delapan petugas dari Polda Jabar sesuai dengan protokoler kepolisian.

Copot spanduk
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PAN Jabar Uum Syarif Usman menyatakan, kader PAN-PKS tidak perlu menjadikan peristiwa pembakaran kantor PKS Kab. Bandung sebagai stimulus untuk bereaksi secara berlebihan. “Kita tetap solid, tidak perlu tunjukkan euforia berlebihan karena keunggulan suara masih bersifat sementara,” katanya ketika ditemui di tempat yang sama.

Uum juga meminta semua kader untuk menurunkan berbagai spanduk ucapan selamat kepada Hade karena dapat memancing pihak lain berbuat anarkis. “Kalau sudah terpasang, turunkan saja dulu spanduknya karena bisa memancing pihak lain. Kita hormati bersama-sama masa penyelesaian Pilgub Jabar,” ujarnya menambahkan.

Namun, Uum menyayangkan terjadinya pembakaran kantor DPD PKS Kab. Bandung karena ini menjadi setitik noda di tengah situasi yang kondusif. “Para kandidat kan sudah berikrar siap menang dan siap kalah sepanjang prosesnya benar, tapi mungkin di bawah masih ada kekecewaan yang terpendam. Kita hormati KPU yang sedang bekerja dan biarkan proses demokrasi berjalan sampai tuntas,” ungkapnya.

Ketua tim sukses Hade, Haris Yuliana meminta maaf atas pemasangan spanduk yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat Jabar. “Kami tidak pernah memberi instruksi untuk memasangnya. Mungkin saja dipasang oleh seseorang sebagai ungkapan kegembiraan atas keunggulan suara, lalu diikuti kader lain. Namun, untuk menjaga situasi kondusif, lebih baik dilepas saja,” ujarnya.

Dijaga ketat
Sementara itu, pascapembakaran kantor DPD PKS Kab. Bandung, Polresta Sukabumi mengerahkan sejumlah polisi untuk menjaga kantor DPD PKS. Satu peleton anggota Dalmas ditempatkan di kantor DPD PKS Kota Sukabumi dan satu peleton di kantor DPD Kab. Sukabumi. Penjagaan juga dilakukan di rumah orang tua calon gubernur Ahmad Heryawan di Gg. Juli, Kel. Kebon Jati, Kec. Cikole, Kota Sukabumi.

“Kami telah menempatkan sejumlah polisi di dua kantor DPD PKS. Kebetulan DPD PKS Kab. Sukabumi berada diwilayah hukum Polresta Sukabumi karena berada di Kec. Cisaat. Jadi pengamanan kantor DPD PKS Kab. Sukabumi itu menjadi tanggung jawab Polresta Sukabumi. Sedangkan kantor DPD PKS di Jln. Suryakencana dua hari terakhir telah memperoleh pengamanan dari anggota Polresta. Pengamanan itu dilakukan, baik secara terbuka maupun tertutup,” kata Kapolresta Sukabumi AKBP Rudi Antariksawan.

Sementara penjagaan di rumah orang tua Ahmad Heryawan, Ny. Tita Supita, tidak saja dilakukan aparat kepolisian, namun juga oleh puluhan warga Gg. Juli. “Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, selain polisi, warga sekitar turut serta mengamankan rumah orang tua Kang Ahmad di sini,” kata salah seorang anggota keluarga Ahmad Heryawan, Anggoro Purwanto.

Pengamanan di Bekasi
DPD PKS Kota dan Kab. Bekasi meningkatkan pengamanan di kantornya serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di seluruh wilayahnya. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi atas adanya upaya pembakaran kantor DPD PKS Kab. Bandung.

“Kami bersikap proaktif dengan aparat yang berwajib untuk meningkatkan pengamanan. Namun, yang lebih penting, peningkatan komunikasi dengan kader-kader agar tetap mengendalikan diri dan tidak terpancing oleh peristiwa itu,” ungkap Ketua DPD PKS Kab. Bekasi Asmeldi .

Asmeldi yakin, di Kab. Bekasi tidak akan ada peristiwa serupa di Bandung. “Kami bercermin dari proses pilkada tahun lalu yang kondisinya lebih panas dari ini, tapi masih bisa kondusif,” katanya.

Kapolrestro Bekasi Kombes Pol. Masguntur Laope mengatakan, mereka akan menindak tegas jika ada pelaku yang berbuat anarkis di wilayahnya. Namun, ia yakin masyarakat Bekasi cukup dewasa, sehingga pihaknya tidak menambah jumlah personel untuk mengamankan kantor-kantor PKS. (A-124/A-153/A-154/A-158/A-162)***

Sumber:Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s