Tim Aman Nyatakan Siaga I

Jum’at, 18 April 2008
Utama

BANDUNG, (PR).-
Sembilan organisasi masyarakat (ormas) pendukung pasangan Agum Gumelar/Nu’ man Abdul Hakim (Aman) menyatakan siaga satu dalam upaya pengamanan raihan suara riil Aman pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2008.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan di depan Posko Aman di Jln. Soekarno-Hatta 478 Bandung, Kamis (17/4), puluhan anggota ormas itu menegaskan siap mendukung jika pascapenghitungan terjadi sengketa pilkada.

“Kami akan terus mengawal agar jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh hasil penghitungan. Tim sudah disiapkan di setiap kecamatan untuk menjaga supaya tidak terjadi kecurangan,” ujar Ketua Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Jabar, Nurul Mujtaba.

Ia juga mengatakan, pihaknya siap menampung dan mendata warga Jabar, khususnya pendukung Aman yang tidak mendapat hak pilih. “Setelah kita data akan kita laporkan ke Tim Advokasi dan Hukum (TAH) Aman untuk ditindaklanjuti,” kata Nurul.

Sembilan ormas yang menyatakan sikapnya kemarin, yakni AMK Jabar, Banteng Muda Indonesia (BMI) Jabar, Garda Bangsa, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Pemuda Reformasi, Pemuda Peduli Bangsa (PPB), Gerakan Masyarakat Madani Indonesia (GMMI), Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH), dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Sementara itu, Ketua Tim Tabulasi Aman Dony Kurnia mengatakan, hingga kemarin sore, Aman masih unggul dalam penghitungan suara. “Hanya, antara Aman dengan Hade, bedanya tipis sekali. Kami tidak akan publikasikan sekarang. Namun jumlah suara yang sudah masuk hingga hari ini (kemarin- red.) sekitar 90%,” katanya lagi.

Penyerahan rekap
Berdasarkan pemantauan “PR” di Kantor KPU Jabar Jln. Garut 11 Bandung, hingga pukul 20.00 WIB kemarin, tiga daerah sudah menyerahkan berita acara rekapitulasi ke KPU Jabar. Ketiga daerah itu adalah Kab. Majalengka, Kab. Ciamis, dan Kab. Bekasi. Penyerahan berita acara rekapitulasi penghitungan suara itu dikawal petugas kepolisian. Sebelum dikirim ke KPU Jabar, berkas rekapitulasi itu telah ditetapkan dalam rapat pleno di masing-masing daerah.

Menurut anggota KPU Jabar, Ferry Kurnia Rizkiansyah, penyerahan berita acara itu sudah sesuai dengan tahapan pelaksanaan Pilkada Jabar. Menurut jadwal, tanggal 17 hingga 20 April merupakan tahapan bagi KPU kota/kabupaten untuk merekapitulasi hasil suara, menggelar sidang pleno, serta menyerahkan berkas rekapitulasi ke KPU Jabar.

Selanjutnya, berkas berita acara rekapitulasi yang diserahkan dalam kondisi disegel itu kemudian disimpan KPU Jabar. Segel baru dibuka saat sidang pleno terbuka yang direncanakan digelar Senin (21/4).

Namun, rapat pleno baru akan dilaksanan jika 26 kota/kabupaten di Jawa Barat telah menyerahkan berita acara rekapitulasinya. “Tidak akan ada pleno jika berita acara rekapitulasi belum terkumpul semua. Jadi paling lambat rekapitulasi kota/kabupaten itu tanggal 20,” ujar Ferry.

Menurut rencana, sidang pleno terbuka akan dihadiri anggota KPU Jabar, anggota KPU dari masing-masing kota/kabupaten, Panita Pengawas (Panwas) Pilkada Jabar, perwakilan tim sukses masing-masing kandidat, serta media massa. Dalam sidang pleno itu akan diketahui kandidat mana yang memperoleh suara terbanyak.

Terkait sistem penghitungan suara (situng) yang kini tengah berlangsung, Ferry mengatakan, situng akan terus berjalan hingga sidang pleno digelar. Namun ia juga mengingatkan, perhitungan manual akan dijadikan acuan dalam menentukan gubernur dan wakil gubernur terpilih.

Sementara itu, berdasarkan penghitungan manual (situng) yang dilakukan KPU Jabar hingga pukul 22.05 WIB, pasangan Hade masih unggul dengan perolehan 4.503.624 suara (39%), disusul Aman 4.059.110 (35%) suara, serta Da`i 2.956.635 (26%).

Dari data yang masuk, Hade sementara unggul di Kab./Kota. Bogor, Kab./Kota. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Majalengka, Kab./Kota Bekasi, Kab. Bandung Barat, Kota Cirebon, Kota Depok, Cimahi, Kota Tasikmalaya. Pasangan Aman unggul di Kab. Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Kab. Cirebon, Sumedang, Karawang. Sedangkan Da`i unggul di Indramayu, Purwakarta, serta Banjar.

Tolak tanda tangan
Sementara itu, saksi dari pasangan Aman menolak menandatangani rekapitulasi hasil penghitungan yang dilakukan KPU Kota Tasikmalaya, Kamis (17/4). Alasannya, mereka menilai banyak aksi kampanye hitam yang mengacaukan perolehan suara Aman serta masih mempertanyakan keabsahan DPT.

Sedangkan saksi dari tim Da`i tidak hadir dalam penetapan rekapitulasi tersebut. Satu-satunya saksi yang menandatangani rekapitulasi adalah saksi dari pasangan Hade, yaitu Budi Achdiat.

Menurut Asep Syahrial, saksi dari tim Aman, mereka menolak menandatangani hasil rekapitulasi suara karena terjadi berbagai kecurangan yang dilakukan selama pelaksanaan pilgub. Ia minta berbagai kecurangan itu diusut tuntas oleh polisi.

Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPU Kota Tasikmalaya kemarin, dilakukan dalam penjagaan ketat sekitar satu peleton anggota Dalmas Polresta Tasikmalaya, serta beberapa personel polisi dari polsek setempat. Pleno rekapitulasi dipimpin Ketua KPU Kota Tasikmalaya Cholis Muchlis.

Hasil rekapitulasi menyebutkan, berdasarkan perolehan suara di delapan kecamatan, pasangan Hade berhasil mengumpulkan 133.475 suara atau 43,46%, disusul Aman 115.525 suara atau 37,61%, dan pasangan Da`i 58.149 suara atau 18,93%. Sedangkan, suara tidak sah sebanyak 19.258 dari 326.407 warga yang menggunakan hak pilih. Warga yang tidak menggunakan hak suaranya sebanyak 88.327 orang dari 417.819 pemilih yang terdaftar di DPT.

Sementara itu, Ketua KPU Kab. Tasikmalaya Dadan Bardan mengatakan, rekapitulasi hasil perhitungan suara akan dilaksanakan Sabtu (19/4). Kendati demikian, hingga Kamis (17/4), suara yang masuk ke KPU sudah hampir 100%.

Dari hasil perhitungan sementara, Aman memperoleh 434.735 suara (55,01%), Hade 194.741 suara (24,64%), Da`i 160.793 suara (20,35%).

Persaingan Hade-Aman
Di Kab. Bekasi, Ketua KPU Kab. Bekasi Adi Susila menyebutkan, hasil pleno Kamis (17/4), pasangan Hade unggul dengan perolehan 408.839 suara (56,38%), disusul Aman 188.347 suara (25,97%), dan Da’i 105.468 suara (14,54%).

Adi mengatakan, tingkat partisipasi pemilih mencapai 49,40 persen atau 725.204 suara dari 1.468.166 pemilih yang tercantum di daftar pemilih tetap (DPT). Dari suara yang masuk itu, 702.654 suara dinyatakan sah dan 22.550 tidak sah.

Sementara itu, menurut Ketua KPU Kota Bekasi Achmad Herry, semula pleno direncanakan Kamis (17/4), namun karena ada hambatan administrasi, rapat pleno baru akan dilaksanakan Jumat (18/4). Menurut Herry, semua kotak suara dari 12 panitia pemilihan kecamatan (PPK) sudah masuk ke kantor KPU.

Di Subang, berdasarkan hasil perhitungan manual oleh KPU Subang yang berakhir menjelang magrib, Aman unggul dengan perolehan 290.270 suara, disusul Hade 281.879 suara, dan Da`i 171.776 suara.

Menurut Ketua KPU Subang, H.R. Sy. Husen Hardjadinata, dari jumlah hak pilih 1.053.833 orang, yang menggunakan hak pilihnya 747.244 orang atau 77,80%.

Di Sumedang, KPU setempat baru akan melakukan pleno Jumat (18/4). Namun, hasil penghitungan sementara hingga kemarin, pasangan Aman teratas dengan perolehan 233.379 suara (41,24%), kemudian Hade 179.618 suara (31,74%), serta Da`i meraih 152.862 (27%).

Di Majalengka, hasil penghitungan akhir pasangan Hade memperoleh 254.218 suara (40,94%), disusul Aman 227.090 (36,57%), serta Da`i 139.636 suara (22,4%). Suara sah 620.944 dan tidak sah 37.913.

Di Kab. Sukabumi, rapat pleno KPU setempat baru akan dilakukan Senin (21/4). Namun, hasil penghitungan sementara hingga kemarin, Hade mengumpulkan 361.762 suara, Aman 312.604 suara, dan Da`i 242.428 suara.

Di Kota Sukabumi, rekapitulasi suara sudah selesai sejak dua hari lalu. Seluruh PPK di tujuh kecamatan telah melaporkan hasil perhitungan suara di tiap-tiap kecamatan. Begitupun hasil rekapitulasi di tiap-tiap PPK telah diserahkan dan dihitung ulang di KPU Kota Sukabumi. Namun, penetapan hasil rekapitulasi melalui sidang pleno akan dilakukan Jumat (18/4) .

Walau demikian, dari hasil penghitungan hingga kemarin, pasangan Hade memperoleh 54.107 suara (38,50%), disusul Aman dengan 47.903 (34,09%) suara. Sedangkan Da`i meraih 38.524 (27,41%) suara.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bogor Radjab Tampubolon mengemukakan, hampir 30% warga tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Dari 593.813 jiwa, yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 382.994 orang, dan suara yang tidak sah berjumlah 33,662 suara.

Dalam rapat pleno penghitungan suara, pasangan Hade unggul dengan raihan 206.661 suara, disusul Aman 107.537 suara, dan Da`i 78.846 suara. (A-67/A-97/A-153/A-153A-162/A-163/CA-178/CA-179/B.76/C-31) ***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s