Antara Hasil Survei dan Keyakinan Pemilih

Kamis, 27 Maret 2008
Menuju Jabar Satu

KEKUATAN partai politik pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, boleh saja bertumpu di kesolidan para konstituen. Dengan kerja keras, mesin partai bergerak untuk mengusahakan kandidat yang diusungnya keluar menjadi pemenang.

Jika hasil survei sudah menyuarakan siapa yang unggul dan berpotensi meraih suara lebih banyak, dengan kata lain menang, akankah prediksi itu berubah menjadi kenyataan? Apalagi, hasil survei menyuarakan hal yang beragam, termasuk siapa yang siap menang dan siapa yang harus siap kalah.

Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menggelar survei tentang Persepsi dan Perilaku Pemilih Pilgub Jabar 17-23 Maret lalu. Survei menggunakan teknik stratified random sampling dengan 15.102 responden dari 2.600 desa dan 260 kecamatan di 26 kota/kabupaten.

Latar belakang calon gubernur dan wakil gubernur, memiliki peranan dalam menentukan pilihan masyarakat pada penyelenggaraan Pilgub Jabar 13 April 2008 mendatang. Kapasitas, kapabilitas, kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kejujuran para figur menjadi dasar pilihan masyarakat, karena akan memengaruhi kebijakan pemenang dalam pemerintahan.

Survei tersebut menyebutkan, 43 % masyarakat menyukai calon dari kalangan birokrat, sementara calon berlatar belakang militer diminati 37 % masyarakat dan 20 % responden menginginkan pemimpin dari kalangan tokoh masyarakat dan tokoh politik. Dengan kata lain, pasangan terpopuler untuk menang yakni Danny Setiawan dan Iwan R. Sulandjana (Da’i) 43%, sedangkan 37 % responden mengenal pasangan Agum Gumelar dan Nu`man Abdul Hakim (Aman), dan sisa 20 % responden mengaku mengenal pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

Hasil survei berbeda tentang “Perilaku Politik Masyarakat Jawa Barat” diungkapkan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Survei dilaksanakan 9-12 Maret 2008, dengan sampel 1.020 masyarakat pemilih Pilgub Jabar 2008. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan (margin of errors) mencapai 3,2% (95%).

Berdasarkan hasil survei LSI, kandidat yang berpeluang meraih suara terbanyak yaitu pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) 48,5%. Posisi raihan suara kedua terbanyak ditempati pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana (Da’i) 25,5% dan terakhir Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) 16,6%.

Terlepas dari hasil survei tentang para kandidat, Puskaptis menyebutkan 85 % responden meyakini Pilgub Jabar akan menghasilkan pemimpin yang lebih baik. Hal senada rupanya juga digarap LSI. Masyarakat yang meyakini hasil Pilgub Jabar akan melahirkan Gubernur Jawa Barat, yang mampu menjalankan pemerintahan Jabar lebih baik mencapai 53,2%.

Jika sudah meyakini siapa yang akan dipilih, tentu hasil survei tidak menjadi patokan dan tidak menjamin kemenangan salah satu kandidat. Harus dipastikan, Gubernur Jawa Barat terpilih memang benar-benar ada di hati masyarakat Jawa Barat. (Agus Ibnudin/Ririn Nur Febriani/”PR“/Handri Handriansyah)***

One response to “Antara Hasil Survei dan Keyakinan Pemilih

  1. yang jelas rakyat sudah bosan melihat muka lama, yang penuh janji, tetapi tak pernah ditepati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s