Golput Bentuk Kekecewaan Rakyat

Aweuhan

Oleh ENDANG SUHENDANG

Waktu pencoblosan suara Pilgub Jabar 2008 tinggal 10 hari lagi. Dalam sisa waktu itu, para kandidat dan tim suksesnya semakin kencang berteriak mempromosikan barang “dagangannya”. Mereka mati-matian mengerahkan kemampuannya hingga “titik darah penghabisan” untuk bisa mengantarkan jagoannya menjadi orang nomor satu di Jawa Barat.

Di tengah semangat para kandidat untuk mencari dukungan, sebagian rakyat Jawa Barat bersikap sebaliknya. Mereka tidak terlalu peduli dan terpengaruh dengan hiruk pikuk para “selebriti politik” yang makin getol turun ke masyarakat. Mungkinkah rakyat tidak cukup waktu untuk memikirkan siapa calon yang terbaik untuk dijadikan gubernur? Atau mereka tidak tertarik dengan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bersaing menuju Gedung Sate? Bisa juga saat ini rakyat terlalu sibuk memikirkan isi perut keluarganya, di tengah melambungnya harga sembako. Jawaban yang pasti hanya ada di benak rakyat masing. Namun, yang menjadi catatan, apakah acara Pilgub Jabar bisa membawa rakyat Jawa Barat lebih baik dan lebih sejahtera? Pertanyaan ini layak ditanyakan karena ongkos yang dibayar rakyat untuk acara ini tidak sedikit.

Mereka yang apatis, tidak peduli, atau tidak mau tahu ingar-bingar Pilkada Jabar, boleh jadi merupakan embrio kelompok golongan putih (golput) — mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya. Fakta golput diperlihatkan hasil survei yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), yakni 29%. Angka ini sesungguhnya tidak terlalu mengejutkan karena KPU Jabar sudah memprediksikan angka golput pada pilgub kali ini mencapai 20%. Angka itu diambil dari persentase Pemilu 2004.

**

Mencermati angka golput di Jabar dan daerah lain pada momen pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden, boleh jadi merupakan artikulasi dari kekecewaan rakyat terhadap pemerintah, yang disampaikan dalam ajang pemilihan umum. Mereka tidak terlalu berharap akan datangnya perubahan yang dibawa para calon pemimpin.

Rakyat sekarang sudah sangat pahan dengan situasi politik yang terjadi dan paham betul dengan janji-janji yang disampoikan para kandidat. Rakyat tidak terlalu memercayainya. Kalaupun mereka berkerumun pada acara kampanye, mereka bukan tertarik pada sang calon, tetapi pada sembako dan artis dangdut yang memeriahkan acara kampanye.

Sikap seperti itu bisa dimengerti karena pengalaman mereka telah membuktikan bahwa siapa pun pemimpin yang terpilih, seakan melupakan janji-janji yang pernah diucapkannya. Lihat saja, bagaimana rakyat sekarang menderita akibat harga kebutuhan pokok yang makin tinggi, akses pendidikan dan kesehatan semakin sulit ditembus dan mahal atau kesempatan kerja yang makin langka.

Tentunya, para calon pemimpin Jawa Barat paham betul dengan kondisi rakyat itu karena mereka bukan orang-orang baru dalam birokrasi sehingga secara tidak langsung mereka pernah atau bahkan sering mendengar ratapan rakyat miskin.

**

ANDAI saja Danny Setiawan-Iwan R. Sulandjana, Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim, dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf benar-benar serius mau membawa rakyat Jawa Barat menjadi lebih sejahtera, sesungguhnya ajang pilgub kali inilah kesempatan.

Pada akhirnya, rakyat Jawa Barat tidak terlalu mempersoalkan dari golongan atau partai mana seorang pemimpin itu. Mereka menginginkan kehadiran pemimpin yang bisa membawa perubahan yang berpihak pada kaum proletar.

Akan tetapi, jika pascapemilihan nanti — siapa pun yang bakal menghuni Gedung Sate — tidak membawa perubahan yang besar dan berarti bagi rakyat, jangan heran jika pada Pemilihan Presiden 2009 dan Pilgub Jabar 2013 nanti angka golput bukan 29% tetapi 75%. Wallahu`alam bisawab. ***

Penulis, Mahasiswa Sosiologi UIN Bandung

pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s