Jaya Hartono Facts: Semangat Baru dengan Lisensi A

Persib Mania
Senin, 21 April 2008 , 00:12:24 wib

SETELAH “menghilang” selama sebulan, Jaya Hartono sudah kembali ke pangkuan Persib Bandung. Dan Jaya datang tidak dengan tangan hampa.

Pelatih kelahiran Medan 45 tahun lalu ini datang dengan gelar baru sebagai pelatih berlisensi A. “Alhamdulillah, saya sudah menyelesaikan kursus kepelatihan lisensi A, walaupun sertifikatnya belum saya terima,” ucap Jaya sambil tertawa.

Kepada Tribun sepulang mengejar Lisensi A, Jaya menuturkan punya banyak ilmu sepakbola yang sebelumnya belum dia kantongi. Ilmu yang ditimbanya selama sebulan itu, menurut suami Gisma Mujayanah ini, tidak hanya soal teknik bermain bola.

“Sebagai pelatih, saya juga dibekali pengetahuan bagaimana me-manage timnya,” ungkap ayah empat anak ini.
Ilmu dan semangat baru itulah yang bakal ditepakeun Jaya kepada tim Maung Bandung. Jaya misalnya bertekad membentuk Persib sebagai tim yang bisa menggabungkan permainan cantik dengan permainan menyerang.

“Selama ini Persib dikenal sebagai tim yang mengandalkan permainan cantik. Saya ingin Persib main cantik sekaligus berani main keras penuh semangat. Persib punya modal untuk main seperti itu,” ujar pelatih berpenampilan rapi ini.

Dari sisi materi pemain, modal Persib memang bisa dikatakan lebih dari cukup. Lihat saja, di Persib sekarang ada beberapa pemain timnas dan pemain asing berkarakter telenges seperti Nyeck Nyobe. Lalu ada pemain-pemain muka baru yang terbukti punya karakter pendobrak.
Jadi, mampukah Persib berjaya? Mas Jaya akan menjawabnya.(daf)

Lebih ke AC Milan
JAYA Hartono lebih menyukai tim yang tangguh lewat permainan kolektif, dibanding tim yang bertumpu pada pemain bintang. Maka jangan heran bila Jaya lebih menyukai AC Milan dibanding Manchester United.

“AC Milan itu tim yang mengandalkan permainan kolektif. Mereka tangguh dengan permainan seperti itu. Maka saya menyukai AC Milan,” ujar Jaya.
“Setan Merah”, diakui Jaya, bukan tim yang buruk. Satu kelebihan United, menurut Jaya, ada pada fighting spirit-nya. Didukung pemain-pemain bintang, kata Jaya, United bisa menggabungkan permainan penuh tenaga sepanjang pertandingan.

Namun tim yang bermodal pemain bintang, tegas Jaya, sudah banyak terbukti sering menyerah kepada tim yang mengandalkan permainan kolektif. “Dalam bermain kolektif, AC Milanlah jagonya,” ucap Jaya memuji tim idolanya.(daf)

Capello dan Mourinho
BILA tim idolanya AC Milan, tidak heran bila Jaya Hartono menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih panutannya. Namun Capello bukan satu-satunya pelatih yang disebut Jaya sebagai pelatih jempolan. Nama lain yang disebut Jaya sebagai pelatih idolanya adalah Jose Mourinho.

“Selain pintar, Capello dan Mourinho adalah pelatih yang punya sikap dan karakter. Berbekal sikap dan karakter tegas, Capello dan Mourinho terbukti jadi pelatih yang sukses,” papar Jaya sambil menyebut AC Milan dan Real Madrid yang berjaya ketika ditangani Capello.

“Kalau kualitas Mourinho, sudah terbukti bersama Chelsea,” tambah pelatih yang mengagumi permainan Paolo Maldini ini.
Ketika Jaya menyebut Capello dan Mourinho sebagai idolanya, tampaknya pemain Persib pantas berpikir dua kali untuk bertingkah macam-macam. Sebab, bukan tidak mungkin, Jaya seperti Capello dan Mourinho yang tidak segan membangkucadangkan pemain bintang yang “nakal”. (daf)

Jaya Hartono Facts
Lahir: Medan, 20 Oktober 1963
Istri: Gisma Mujayanah
Anak: – Gani Jaya Pradana Ramadan (17 Th)
– Rudi Jaya Jojaga (16 Th)
– Kevin Jaya Putra (11 Th)
– Rania Pramesti Jaya (8 Th)

Klub: – PSMS Junior (1982)
– PSMS Senior (1983)
– Niac Mitra (1984-1989)
– Petro Kimia (1989-1991)
– BPD Jawa Tengah (1991-1992)
– Asyabaab Salim Group (1993-1996)
– Pupuk Kaltim (1997)

Timnas: – SEA Games 1987, 1989, 1993, 1995
– Asian Games 1986
– Pra-Piala Dunia (PPD) 1989
– Pra-Piala Asia 1988

Karier Pelatih: -Suryanaga (klub Persebaya) 1999
– Persik Kediri (Divisi II) 2000
– Arema (asisten pelatih) 2001
– Persik Kediri (Divisi I) 2002-2004
– Persiba Balikpapan 2005
– Deltras Sidoarjo 2006-2007
– Persib Bandung (2008-… )

Sumber:
Deni Ahmad Fajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s