Kartunis “Mang Ohle” Tutup Usia

Selasa, 22 April 2008
Utama

BANDUNG, (PR).-
Soewardi, generasi kedua pembuat ikon “PR” Mang Ohle, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Muhammadiyah Jln. K.H. Ahmad Dahlan, Bandung, Senin (21/4) pukul 21.55 WIB dalam usia 73 tahun. Soewardi meninggal akibat gagal ginjal dan asma yang dideritanya. Kepergian Soewardi yang mendadak, mengejutkan seluruh keluarga.

“Sore, waktu ke rumah sakit, bapak masih sadar. Tetapi waktu di sana, bapak mulai sulit bernapas. Pertolongan pertama, bapak langsung dibawa ke ruang ICU,” tutur Osih, putri tertua Soewardi.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, Soewardi mengalami gagal ginjal. “Mau dioperasi sudah nggak sempat,” katanya.

Osih mengungkapkan, meski sakit, Soewardi sangat sulit untuk dibawa berobat. “Tadi saja harus dipaksa dulu,” ujarnya.

Soewardi meninggalkan seorang istri, 3 putra, 2 putri, dan 13 cucu. Jenazah tiba di rumah duka Jln. Terusan Martanegara no. 24 Bandung pada pukul 22.30 WIB.

“Kami mohon maaf atas segala kesalahan bapak,” kata Osih. Jenazah akan dimakamkan hari Selasa (22/4) ini di pemakaman Gusmuruh, Jln. Gumuruh Bandung pukul 11.00 WIB.

Pemimpin Umum Pikiran Rakyat H. Syafik Umar yang telah mengenal Soewardi sejak akhir 1950-an menuturkan, Soewardi adalah salah seorang perintis dan pendiri Pikiran Rakyat. “Almarhum adalah salah seorang perintis Pikiran Rakyat bersama 30 orang lainnya. Delapan belas di antaranya adalah wartawan dan Soewardi termasuk di dalamnya. Jasanya besar untuk perkembangan Pikiran Rakyat,” ujar Syafik.

Kariernya dimulai dari wartawan dan korektor, kemudian menjadi sekretaris dan karikaturis saat Sakti Alamsyah menjadi pemimpin redaksi. Saat Atang Ruswita menjadi pemimpin redaksi, Soewardi tetap menjadi sekretaris. Tahun 1986, dia mengundurkan diri dari perusahaan, namun hubungan masih tetap baik.

“Sebagai teman seperjuangan, saya merasa sangat kehilangan. Saya hanya bisa mendoakan almarhum semoga diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Syafik.

Hal senada diungkapkan Komisaris Utama Pikiran Rakyat H. Tb. Muhammad Achyar. Di mata Achyar, Soewardi adalah orang yang jujur, tekun, mudah akrab, suka humor, dan tidak pilih-pilih dalam berkawan.

“Saya mengenalnya sejak tahun 1961 saat sama-sama menjadi korektor. Saat dia keluar dari Pikiran Rakyat tahun 1986, hubungan kami tetap baik. Tetap menjalin silaturahmi seperti saat masih menjadi rekan kerja,” ujar Achyar.

Terakhir, Achyar bertemu Soewardi dua bulan lalu, dan terlihat kurang sehat. Achyar juga mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dilapangkan kuburnya, dan diampuni segala dosa-dosanya. (CA-170/ CA-187)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s