KPU Tetapkan Hade Pemenang Pilkada Jabar

Pilkada Jawa Barat
Selasa, 22 Apr 2008 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) meraih suara terbanyak dalam rapat pleno terbuka penghitungan hasil suara pemilihan gubernur yang dilakukan KPU Jawa Barat. Pasangan itu meraih 7.287.647 suara atau 40,40 persen. Pasangan itu mengungguli raihan suara kandidat lainnya.

Pesaingnya, yakni pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) hanya mengumpulkan 6.217.557 suara atau 34,55 persen, sementara kandidat incumbent Danny Setiawan-Iwan Sulanjana (Da’i) berada di posisi terakhir dengan meraih 4.490.901 suara atau 24,95 persen. Tercatat suara tidak sah sebanyak 806.560 suara.

Pasangan Hade itu hampir menyapu bersih kemenangan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Pasangan itu menang di 17 kabupaten/kota. Pasangan Aman hanya unggul di 6 kabupaten/kota dan sisanya oleh pasangan Da’i (3 kabupaten/kota).

Rapat pleno itu diwarnai protes dari para saksi tim kampanye Aman, di antaranya terkait sampul berita acara hasil penghitungan manual di Kabupaten Sukabumi yang sudah terbuka sebelum dibacakan. “Amplop yang tersegel resmi mengapa telah terbuka,” kata Rahadi Zakaria, saksi dari pasangan Aman. Anggota KPU Jawa Barat meminta agar protes itu disampaikan secara resmi dengan mengisi formulir keberatan yang sudah disediakan.

Tim kampanye Aman juga memprotes hasil penghitungan suara Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cirebon. Saksi Aman mengklaim hasil suara yang dibacakan berbeda dengan rekapan mereka. Namun, protes itu diabaikan karena saksi dari tim kampanye Aman tidak bisa menunjukkan dokumen otentik yang membuktikan keberatan itu. Pasalnya, tim kampanye Aman hanya berbekal dokumen rekap hasil suara yang dilakukan internal tim kampanye itu.

Pada saat penandatanganan berita acara rapat pleno terbuka itu, saksi dari tim kampanye Aman menolak menandatangani hasil rekapitulasi suara itu. “Ada keberatan-keberatan,” kata Rahadi. Dia beralasan, tim kampanye akan melakukan pengecekan. “Masih perlu melakukan cross check untuk menentukan sejauh mana kebenarannya.”

Para saksi lainnya menerima hasil rekapitulasi itu. Saksi dari tim kampanye Da’I dan tim kampanye Hade tidak keberatan dan menandatangani berita acara itu.

Ketua KPU Jawa Barat Setia Permana mengatakan, keberatan saksi itu tidak akan mempengaruhi proses selanjutnya, yakni penetapan gubernur dan wakilnya terpilih. “Bahkan kalau tidak ada saksi yang ikut menandatangani juga tidak masalah, proses tetap dilanjutkan,” katanya.

Setia mengatakan, tim kampanye mempunyai waktu 3×24 jam untuk mengajukan keberatan atau protes atas hasil penghitungan suara itu. “Mengenai masalah proses penghitungan, silakan melaporkan ke Panwas Pilkada Jawa Barat dan mengenai hasil penghitungan suara silakan mengajukan gugatan pada Mahkamah Agung,” katanya.

Lima anggota KPU Jawa Barat kemudian melangsungkan rapat pleno tertutup untuk menentukan gubernur terpilih dari hasil rekapitulasi penghitungan suara itu usai pleno terbuka. Hasil rapat pleno tertutup itu, yakni Surat Keputusan mengenai penetapan gubernur terpilih yang selanjutnya akan diserahkan pada DPRD Jawa Barat untuk disahkan dan dikirimkan pada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.

Sumber: Ahmad Fikri

Berita Terkait dan juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s