Massa Agum-Nu’man Gagal Paksa KPU

Nasional
Selasa , 22 April 2008 , 00:27:35 wib
Pleno Pemenang Tetap Hari Ini

soni budi r, dedi herdiana, ferry amiril m, taufik ismail

BANDUNG, TRIBUN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat tetap melaksanakan pleno penghitungan suara dan penetapan calon terpilih pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar, Selasa (21/4). Keputusan ini diambil meski sepanjang hari kemarin KPU didesak agar membatalkan pleno dan dilakukan penghitungan ulang hasil suara dengan membuka kotak suara.

“Aspirasi ini akan kita komunikasikan dengan anggota lainnya. Mengenai tahapan, kita tetap akan sesuai dengan jadwal,” ujar anggota KPU Jabar, Ferry Kurnia R, merujuk pada desakan massa pendukung pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim.

Ferry mengungkapkan hal itu setelah melakukan dialog dengan barisan pembela Agum-
Nu’man hingga pukul 20.45. Dialog semalam sempat ricuh. Ketua Gerakan Pembela Agum-Nu’man, Yudi Kusmayadi, beberapa kali menggebrak meja. Petugas polisi dari Polres Bandung Tengah terpaksa mengeluarkan Yudi karena memaksa Ferry menandatangani berkas penerimaan aspirasi yang ditolak ditandatangani oleh Ferry.

Setelah keluar gerbang, Yudi kembali masuk dan bersikukuh untuk tetap meminta tanda tangan penerimaan aspirasi yang ia ajukan. Akhirnya, berkas itu ditandatangani staf Tata Usaha. Setelah itu, Yudi keluar menemui barisan pembela Agum-Numan lainnya yang masih berada di jalan. Setelah berbicara sebentar, barisan pendukung Agum-Nu’man ini langsung membubarkan diri dengan menumpang truk Dalmas Polresta Bandung Tengah dan mengaku akan berdiskusi untuk mempersiapkan langkah selanjutnya di sebuah tempat di Jalan Soekarno Hatta.

Menurut Ferry, dalam dialog itu ia telah menyampaikan bahwa KPU Jabar menyediakan waktu 3×24 jam kepada para pendukung pasangan calon untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi. Namun 3X24 jam tersebut akan diberikan KPU Jabar setelah pleno penetapan pengumuman pasangan calon dilakukan.

Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji menjamin akan memberikan pengamanan bagi terlaksananya pleno hari ini. Meski diperkirakan para pengunjuk rasa akan tetap berada di muka akses masuk Jalan Garut hingga Selasa pagi, Susno tetap menjamin akan mengamankan jalannya rapat pleno di KPU Jabar. Dengan begitu, semua anggota KPU dan para undangan yang akan melakukan rapat pleno tetap bisa masuk ke lokasi rapat di aula KPU Jabar.

“Saya jamin aparat kepolisian yang satu kompi akan siaga di KPU Jabar dan mampu menjaga keamanan di KPU,” kata Susno.

Susno mengaku tidak berkeberatan jika pengunjuk rasa ingin menginap di Kantor KPU. “Tapi kalau mereka melakukan kegaduhan atau berorasi-orasi pada malam hari, akan kita tindak,” jelas Susno.

Meluruk
Dialog semalam merupakan kelanjutan dari aksi barisan pendukung Agum-Nu’man yang menuntut agar pleno dibatalkan dan dilakukan penghitungan ulang suara dari kotak suara.

Ratusan pendukung Agum-Nu’man mendatangi KPU sejak pukul 09.00. Mereka datang secara bergelombang. Mereka terdiri dari Angkatan Muda Kabah (AMK) Jabar, Pemuda Peduli Bangsa (PPB) Jabar, Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Garda Bangsa, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH), Komite Peduli Jawa Barat (KPJB), dan ormas lainnya.

Aksi ratusan orang ini sempat membuat lalu lintas Jalan Laswi ditutup hingga pukul 18.30. Massa yang ingin masuk ke wilayah KPU sempat terlibat dorong-mendorong dengan petugas kepolisian. Namun aksi mereka bisa diredam.

Akhirnya, sembilan wakil massa diizinkan masuk aula KPU untuk menyampaikan aspirasinya. Tapi mereka sempat ribut karena hanya ditemui Kabag Hukum dan Humas KPU Jabar, Heri Suherman. “Percuma kita temui karena tidak mempunyai kewenangan,” ujar pengunjuk rasa. Heri menjelaskan bahwa anggota KPU sedang tidak ada di tempat.

Jawaban Heri ini membuat wakil massa marah. Lili Muslihat, perwakilan dari KPJB, sempat diamankan pihak kepolisian karena menyentuh tangan Heri. “Saya tidak takut dengan KPU. Karena mereka telah melecehkan demokrasi,” tegas Lili. Massa pun akhirnya redam ketika pihak KPU menjanjikan anggota KPU Jabar akan menemui mereka.

Ketua Tim Sukses Agum-Nu’man, Rudy Harsa Tanaya, mengatakan, kedatangan massa di kantor KPU Jabar atas kesadaran sendiri, tanpa instruksi dari siapa pun. “Mereka datang karena terjadi kecurangan dalam proses Pilgub Jabar. Akhirnya atas inisiatif sendiri dan karena ingin menyelamatkan demokrasi, mereka meluruk kantor KPU Jabar,” kata Rudy. (sob/ddh/fam/tis)

Sumber: tribunjabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s