Massa Ancam Duduki KPU

Tribun Jabar
Senin , 21 April 2008 , 00:51:33 wib
KPU Jabar Bersedia Berdialog

BANDUNG, TRIBUN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat siap membuka ruang dialog dengan massa pendukung calon gubernur Agum Gumelar, menyusul rencana pendukung Agum untuk menduduki KPU Jabar, Senin (21/4) ini.

Kesiapan untuk berdialog itu disampaikan anggota KPU Jabar Ferry Kurnia R saat dihubungi Tribun, Minggu (20/4). “Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, dipastikan kami akan melakukan dialog bersama mereka,” kata Ferry.

Rencana aksi organisasi massa (ormas) pendukung Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim menduduki kantor KPU di Jalan Garut, Kota Bandung, ini tidak lain untuk menuntut KPU Jabar segera menginstruksikan pengulangan penghitungan hasil suara Pilgub Jabar, terutama di daerah. Mereka menilai telah terjadi penggelembungan suara.

M Fauzan, Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), yang dihubungi Tribun setelah rapat rencana demonstrasi ke kantor KPU, Minggu (20/4), mengatakan, pihaknya hari ini dengan kekuatan massa penuh akan meluruk kantor KPU Jabar sekitar pukul 10.00.

Bahkan, imbuh Fauzan, massa yang diperkirakan berjumlah ratusan hingga ribuan orang ini akan menginap di kantor KPU Jabar, hingga tuntutannya mengenai pengulangan penghitungan kembali hasil perolehan suara Pilgub Jabar direalisasikan.

“Tadi (kemarin, Red) kami rapat dengan sejumlah ormas pendukung Agum-Nu’man, seperti Banteng Muda Indonesia (BMI), Angkatan Muda Kabah (AMK), GMBI, dan ormas-ormas lainnya. Hasilnya, kami akan mendatangkan massa dengan kekuatan penuh dari berbagai daerah ke kantor KPU Jabar, untuk merealisasikan somasi yang dilayangkan,” kata Fauzan.

Tentang apakah pihaknya bisa menjaga aksi hari ini tidak anarkis, Fauzan mengatakan, hal itu tergantung KPU Jabar. “Kalau misalnya KPU Jabar bisa membuka dialog dengan kami, apalagi mengindahkan tuntutan kami, hal itu tidak mungkin terjadi,” tegasnya.

Hal serupa dikatakan Agus Kurnianto, Ketua BMI Jabar. Menurutnya, dalam proses penghitungan suara ada kecurangan seperti yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, dan sebagainya, maka bukan suatu halangan bagi pihaknya untuk membela proses demokrasi.

“Kami ini bukan tidak mau kalah. Namun, karena terjadi kecurangan penggelembungan suara, akhirnya kami turun ke jalan,” jelas Agus.
Di Garut, tim relawan Agum-Nu’man juga sudah menyatakan akan ikut ngeluruk KPU Jabar dan Panwaslu agar bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pilgub di Kabupaten Garut. Menurut koordinator tim relawan ini, Ganda Permana, sebelum dan sesudah penyelenggaraan pilgub, KPUD dinilai tidak transparan dan diskriminatif.

Tidak Puas
Ketua Tim Sukses Agum-Nu’man, Rudy Harsya Tanaya, mengatakan, gelombang unjuk rasa yang rencananya digelar hari ini merupakan bentuk ketidakpuasan massa Agum-Nu’man karena proses politik dan penghitungan suara yang curang.

Selain itu, kata Rudy, KPU Jabar tertutup terhadap aspirasi yang masuk terkait dengan sejumlah kasus, misalnya mengenai sejumlah masyarakat yang hak politiknya tidak terdaftar. Karena itu, lanjut Rudy, KPU Jabar harus membuka ruang untuk dialog dan mengambil solusi yang terbaik, agar tidak terjadi sesuatu.

Adik kandung Agum Gumelar, Gugun Yudinar, mengatakan, atas dasar imbauan kakaknya, silakan saja para pendukung Agum-Nu’man menyampaikan aspirasi. “Sebab, itu hak asasi masyarakat. Tetapi jangan sampai bertindak anarkis,” ungkapnya.

Polisi Siaga
Kabag Hukum dan Humas KPU Jabar Heri Suherman mengakui memang kantornya akan didatangi pengunjuk rasa yang jumlahnya mencapai ribuan, Senin (21/4) ini. Meski demikian, pihaknya tetap tenang karena sejak awal KPU Jabar sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk menjaga kondisi tetap kondusif.
“Kita lihat saja besok. Yang pasti, pengamanan di KPU setiap saat selalu siaga dari aparat kepolisian,” tutur Heri saat ditemui wartawan di KPU Jabar, Minggu (20/4).

Berdasarkan pantauan Tribun, setiap saat aparat kepolisian selalu berjaga-jaga di KPU Jabar secara bergantian siang dan malam. Mereka berjaga-jaga dengan posisi menyebar, mulai di luar kawasan kantor KPU Jabar hingga di dalam lingkungan KPU Jabar, termasuk di pos penjagaan gerbangnya. Bahkan di halaman parkir Kantor KPU Jabar sudah disiagakan sebuah mobil water-cannon yang sejak masa kampanye sudah diparkirkan di sana.

Tolak Hasil
Menurut Sekretaris Tim Advokasi dan Hukum Agum-Nu’man, Abdi Yohana, kemungkinan besar cagub dan cawagub Agum-Nu’man akan menolak penetapan hasil suara Pilgub Jabar di KPU Jabar sebelum segala kecurangan berbentuk penggelembungan suara diklarifikasi.

“Kalau misalnya somasi kami tidak diindahkan dan sejumlah kasus penggelembuangan suara tidak ditindaklanjuti, pastinya kami akan menolak penetapan, dan akan melanjutkan ke tingkat pengadilan,” ujar Abdi, yang dihubungi Tribun melewati telepon, Minggu (20/4).

Hal serupa dikatakan Rudy Harsya Tanaya. Menurutnya, dalam pleno yang akan dilakukan KPU Jabar tanggal 22 April mendatang, seharusnya KPU membuka dan menghitung kembali suara dari tingkat TPS, bukan dari tingkat KPU kota/kabupaten. Hal ini, imbuh Rudy, agar penggelembungan suara diketahui. “Kalau hal itu tidak dilakukan, kami akan menolak penetapan hasil suara Pilgub Jabar,” ucap Rudi.

Anggota KPU Jabar Ferry Kurnia mengatakan, somasi dari kubu Agum-Nu’man itu tengah dipelajari. Sedangkan Kabag Hukum dan Humas KPU Jabar Heri Suherman mengatakan, pihak KPU Jabar belum bisa memberikan jawaban dalam waktu cepat atau dalam waktu 24 jam seperti yang diminta tim Agum-Nu’man dalam somasinya. Namun pihak KPU berjanji akan memberikan jawaban, setelah mendapat jawaban dari anggota KPU daerah yang bersangkutan.

“Sampai sekarang sudah ada jawaban dan penjelasan dari KPU daerah yang dipermasalahkan dalam somasi, tapi belum semuanya. Kita masih menunggu jawabannya secara lengkap. Yang pasti, kita tidak bisa cepat memberikan jawaban ke tim Aman karena jawaban itu harus benar sesuai dengan data di lapangannya,” tutur Heri.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Dade Ahmad mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan pengamanan di KPUD Jabar, baik pengamanan terbuka maupun pengamanan tertutup. Ia mengatakan akan melihat situasi yang terjadi di KPUD Jabar saat massa melakukan aksi di sana. Bila dibutuhkan, pihaknya akan menambahkan personel pengamanan polisi.
“Kalau mau ke KPUD, silakan saja, asal tetap menjaga ketertiban,” katanya.(sob/ddh/set)
Sonny Budhi/Dedi Herdiana/Kemal Setia P.

Sumber: tribunjabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s