Pasangan Hade Masih Teratas

Rabu, 16 April 2008
Utama

BANDUNG, (PR).-
Hasil penghitungan sementara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar hingga Selasa (15/4) pukul 19.35 WIB, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) masih unggul dalam pengumpulan suara, dari jumlah suara yang masuk 5.518.191 suara.

Hasil penghitungan sementara, pasangan Hade mengumpulkan 2.163.640 suara (39%), disusul pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) 1.921.875 (35%) suara, dan pasangan Danny Setiawan-Iwan Ridwan Sulandjana (Da’i) mengumpulkan 1.432.676 (26%) suara.

Sementara itu, dari data yang masuk ke KPU, pasangan Hade menempati posisi teratas dalam pengumpulan suara di Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Bandung, Garut, Majalengka, Purwakarta, Kab. Bekasi, Kab. Bandung Barat, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Depok, Cimahi, dan Kota Tasikmalaya.

Sedangkan pasangan Aman unggul di Kab. Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Kab. Cirebon, Sumedang, Subang, dan Karawang. Pasangan Da’i unggul di Indramayu dan Kota Banjar.

Dari 26 kabupaten/kota di Jabar, suara dari Kab. Cianjur dan Kota Bekasi belum masuk ke KPU.

Hampir pasti
Berdasarkan hasil penghitungan riil yang dilakukan tim Research and Development Partai Keadilan Sosial (RND PKS) Jabar, pasangan Hade hampir bisa dipastikan menjadi pemenang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2008.

Pasangan Hade masih unggul dengan jumlah 6.933.824 suara (41,37%), disusul pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) dengan 5.763.416 suara (34,39%), dan pasangan Danny Setiawan-Iwan Ridwan Sulanjana (Da’i) 4.062.178 suara (24,24%) .

Data yang masuk ke tim RND PKS sampai Selasa (15/4), pukul 19.00 WIB sebanyak 16.759.418 suara dari 26 kota/kabupaten. Suara dari 13 kota/kabupaten dinyatakan sudah mencapai 100%. “Yang sudah melaporkan data 100% suara antara lain Kota Bandung, Kab. Bandung, KBB, Kota Bekasi, dan Kota Depok,” ungkap Koordinator Litbang DPW PKS Jabar, Diah Nurwitasari.

Menurut Diah, jumlah suara yang masuk tersebut diprediksi sudah mencapai 92,4% jika jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya (golput) mencapai 35%. Dengan kata lain, ungkap Diah, jika pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 19 juta jiwa, jumlah suara yang sudah masuk adalah 88,2% atau 83,8% jika jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya mencapai 20 juta jiwa.

Diah mengatakan, penghitungan riil di RND PKS hampir rampung. “Sekarang sudah mendekati 17 juta suara, tinggal menunggu satu atau dua juta suara lagi yang akan masuk,” ujar Diah.

Dengan jumlah suara yang sudah masuk tersebut, Diah berpendapat tidak akan terjadi perubahan signifikan pada persentase perolehan suara masing-masing pasangan calon.

Diah menjelaskan, penghitungan riil tim RND PKS dilakukan berdasarkan laporan saksi dan pemantau yang ditempatkan di setiap TPS. “Kami menempatkan petugas di 98% TPS dan mereka melaporkan data dari dokumen C6 sebelum sampai di PPK,” ujar Diah.

Dengan demikian, Diah meyakini hasil yang mereka catat tidak akan jauh berbeda dengan data di KPU nanti. Hasil tersebut semakin menguatkan prediksi yang menyatakan bahwa Hade akan memenangi Pilgub Jabar. Namun, Diah tidak mau mendahului keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar. “Mengenai kepastian pemenang pilgub, kami tetap menunggu keputusan KPU,” kata Diah menegaskan.

Meragukan survei
Sementara itu, Wakil Sekretaris Tim Sukses pasangan Aman Syaiful Huda Syafi’i memaparkan bahwa quick count yang dilakukan beberapa lembaga atau perusahaan survei yang sudah diumumkan tidak bisa dijadikan pegangan. “Kita tidak bisa mempercayai begitu saja kepada hasil survei. Bukankah survei sebelumnya mengatakan bahwa Hade tidak berpeluang. Namun, buktinya hari ini mereka bisa mengungguli Aman dan Da’i,” katanya di Kedai Mangga, Jln. Pelajar Pejuang, Bandung, Selasa (15/4).

Huda mengatakan, selisih Hade dengan Aman hanya 3%, jauh di bawah margin of error (MoE) yang 5%. “Artinya, Aman bisa 5% lebih banyak dan Hade bisa 5% lebih kecil. Kalau itu terjadi, bukankah Aman yang menang? Jadi, kita belum bisa menjadikan hasil quick count sebagai hasil akhir,” ujarnya.

Jika Lembaga Survey Indonesia (LSI) mengklaim MoE mereka 1,5%, maka dari 60.005 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Jabar mereka harus menyurvei 5.000 TPS. “Namun, kenyataannya mereka hanya menyurvei 350 TPS saja,” katanya.

Pada kesempatan itu, Huda juga memaparkan data hasil survei oleh Universitas ARS International Bandung. Menurut Rektor ARS International Bandung, Prof. Dr. H.M. Ahmansyah, hingga pukul 9.00 WIB Da’i mendapat 23,72% suara, Aman 38,36% suara, sedangkan Hade 37,91% suara. Survei tersebut mengambil sampel 630 TPS dengan cara proportional stratified random sampling.

Sedangkan, menurut penghitungan di kubu Aman hingga pukul 14.00 WIB, total suara yang sudah masuk 17.012.742.

“Untuk Da’i mendapat 4.451.711 suara (26,17%), Aman mendapat 6.387.597 suara (37,55%), sedangkan Hade 6.173.433 suara (36,29%),” ungkap Huda.

Ia mengungkapkan, jika asumsi yang tidak memilih (golput) sebanyak 35% dari DPT yang berjumlah 27.972.924 pemilih seperti yang diprediksi lembaga-lembaga survei, berarti jumlah seluruh suara yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 18.182.401 orang. (A-154/CA-178)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s